45719 KALI DIBACA

Kebakaran Pasar Aksara dan Buana Plaza, Api Berasal dari Kios Mak Eben

Kebakaran Pasar Aksara dan Buana Plaza, Api Berasal dari Kios Mak Eben
Petugas P2K Kota Medan sedang berupaya memadamkan si Jago merah di pasar Aksara dan Buana Plaza Medan

mediarealitas | Medan

 

Kebakaran Pasar Aksara dan Buana Plaza yang terletak di Jalan Prof.HM.Yamin dan persimpangan jalan Aksara pada pukul 12.00 Wib, ternyata berdasarkan informasi yang diperoleh awak media ini dari pedagang di lokasi kejadian kebakaran menyebutkan, api berasal dari lantai 2 Blok 6 di kios pedagang kain miliknya Mak Eben.

Pedagang yang pertama sekali melihat api adalah Hermanto (45)  salah seorang pedagang kain di lantai 2. Entah apa pemicunya, tiba-tiba Hermanto dan pedagang lain melihat kepulan asap hitam muncul dari kios pakaian anak milik, Mak Eben di Blok 6 Lantai 2 yang tengah tutup alias pemiliknya sedang tak berjualan lantaran masih dalam suasana lebaran.

“Saya lagi duduk didepan kios baju saya. Kemudian saya lihat, asap muncul dari kios Mak Eben yang sedang tutup. Lalu saya dan teman saya sesama pedagang berusah mendobrak pintu kiosnya dan melihat kulkas yang berisi jualan minuman milik Mak Eben terbakar serta merembet disekelilingnya. Saya sempat siram pakai botol aqua karena panik dan api sudah membesar,” kata Hermanto yang akrab disapa pak Man, dihadapan wartawan di lokasi kejadian.    

Disebutkannya lagi, kalau api diduga baru diketahui setelah melahap hampir sebahagian isi kios Mak Eben yang diduga dari korsleting listrik kabel kulkas pemilik kios. “Dari kulkas itu apinya berasal. Gak tau kita kenapa bisa terbakar. Kurasa korsleting listrik yang membakar kabel kulkas. Para pedagang lain langsung berkemas dan berlarian menyelamatkan barang masing-masing. Soalnya asap sudah banyak dan api mulai membesar,” jelasnya, pria yang mengaku tinggal di Griya Martubung, Medan Labuhan ini.

Hal serupa juga dikatakan beberapa pedagang pakaian di lantai dua, diantaranya, ibu Rangkuti, ibu Leni, ibu Eka dan lainnya. Mereka juga menduga jika api muncul akibat arus pendek listrik dari t. Namun untuk kepastian penyebabnya, mereka tak mengetahui.

“Iya memang apinya dari kios Blok 6 itu. Saya tau, kalau pemilik kios di Blok 6 itu punya kulkas dan jualan minuman juga selain jualan pakaian anak. Saya pun terkejut pas lagi jualan. Kami semua berlarian. Kami sudah hubungi pihak PD Pasar, tapi lama datangnya. Baru pertama kali ini sejak saya berjualan selama 8 tahun disitu,” sebut Eka, waga Jalan Pancing, yang juga disambut pilu ibu Rangkuti dan Leni yang mengaku tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya.

Sedikitnya, 10 unit pemadam kebakaran yang dikerahkan Pemko Medan untuk mengatasi kobaran api. Namun lantaran sulitnya jarak jangkauan di dalam gedung yang terbakar, hampir 5 jam api belum bisa dijinakan hingga merembet ke lantai 3 dan 4 bahkan ke lantai 1 di berbagai sudut gedung Aksara.

“Tolong bang, kesini dulu, lihat kios kita. Api sudah menjalar ke lantai bawah,” kata Nisa, pedagang kacamata di lantai 1, ketika menelfon keluarganya untuk segera datang menyelamatkan barangnya dengan isak tangis, lantaran tak dibolehin mendekat oleh petugas lantaran kepulan asap yang sudah menyelimuti gedung.

Selain melibatkan lebih dari 10 mobil pemadam, pihak BPBD serta puluhan personil kepolisian Polsek Percut dan Polresta Medan, ikut membantu menagani kebakaran.(Rafli)

Subscribe

MEDIA REALITAS