26219 KALI DIBACA

Kasus Travel Azizi Aceh Barat Masuki Tahap Penyidikan

Kasus Travel Azizi Aceh Barat Masuki Tahap Penyidikan

Meulaboh | Media Realitas-Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan  Aceh Barat dan Aceh Jaya , Hamdani, menyatakan telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada selasa (29/8).dari Polres  Aceh Barat terkait laporan terhahap pimpinan Travel Azizi Aceh Barat.

Hamdani menyebutkan terkait laporan korban penipuan calon jamaah umrah bersama tim advokasi dari YARA ke Polres Aceh Barat, setelah dilakukan penyelidikan ditemukan bukti permulaan yang cukup bahwa telah terjadi penipuan terhadap  calon jamaah umrah.

Lanjut Hamdani menyebutkan kalau sudah SPDP itu sudah ada tersangkanya, Kami juga terus mengawal proses hukum lanjutan atas kasus ini,”Ujar Hamdani kepada wartawan Selasa ( 29/8) di Mapolres Aceh Barat.

Kami berharap agar kasus tersebut segera di ajukan kepengadilan agar terungkap kemana saja aliran dana yang sudah di stor oleh para calon jamaah umrah ke pihak Travel Azizi Aceh Barat.

Sebelumnya  37 calon jamaah umrah dari Aceh barat, kabupaten  Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya membuat pengaduan resmi kepada polres Aceh Barat terkait tidak jelasnya berangkat mereka umroh ke Tanah suci Mekkah.

Keberangkatan calon jamaah umrah sudah berkali kali ditunda pihak Azizi Tour di Meulaboh selama dua tahun  terakhir ( 2015-2016). Adapun penyetoran dana yang sudah mereka lunasi berkisar Rp 15 juta– Rp 22 Juta/ orang kepada pihak Azizi Tour di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat.

Jumlah calon jamaah umrah yang menjadi korban Azizi Tour dan Travel Haji dan Servis Umrah mencapai 164 orang di pantai barat selatan ini, Sehingga bila di totalkan Jumlahnya lebih kurang mencapai 3 Milyar. Dari 164 calon jamaah awalnya semuanya mau membuat laporan ke polres Aceh Barat  namun yang menjadi korban terlalu banyak  sehingga hanya diwakili oleh 37 orang untuk membuat laporan resmi sedangkan yang lainnya juga ikut serta semuanya sebagai saksi untuk dimintai keterangannya demi kepentingan proses hukum. Kasus ini sangat merugikan masyarakat yang ingin melaksanakan unmroh, ”ujar Hamdani menutup keterangan  nya.(red)

Subscribe

MEDIA REALITAS