31219 KALI DIBACA

Kasus Narkoba Meroket, Polisi Desak Pembentukan BNNK

Kasus Narkoba Meroket, Polisi Desak Pembentukan BNNK

example banner

MOJOKERTO | MEDIA REALITAS – Sepanjang tahun 2017, jumlah kasus narkoba di Mojokerto naik cukup siginifikan. Polisi mendesak Pemkab Mojokerto agar segera mengusulkan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, meroketnya penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya nampak dari naiknya jumlah perkara yang diungkap. Sepanjang 2017, pihaknya mengungkap 131 kasus narkoba dengan 179 tersangka. Barang bukti yang disita meliputi 144,389 gram sabu, 804,61 gram ganja, dan 68.308 butir pil dobel L.

Jumlah itu naik 9% jika dibandingkan tahun 2016. Tahun lalu kasus narkoba 120 perkara dengan 157 tersangka. Barang bukti yang disita berupa 146,9 gram sabu, 1 butir inek, 168,61gram ganja, 3 ribu pil logo Y, dan 60.179 butir pil dobel L.

“Soal ganja menjadi perhatian kami karena terjadi peningkatan signifikan, dari 168,61 gram tahun lalu menjadi 804,61 gram di tahun ini, kami akan evaluasi,” kata Leonardus saat jumpa pers di kantornya, Sabtu (30/12/2017).

Mantan Kapolres Batu ini menjelaskan, para tersangka narkoba ini didominasi usia remaja lulusan SMA dan kalangan pekerja. Bahkan tersangka perempuan juga mengalami peningkatan dari 5 orang dari tahun lalu menjadi 9 orang di tahun ini.

“Perempuan bukan hanya menjadi alat peredaran narkoba, tapi mereka juga pengguna,” ujarnya.

Peredaran narkoba di wilayah hukumnya, lanjut Leonardus, saat ini cukup mengkhawatirkan. Menurut dia, hampir setiap pekan Sat Reskoba menangkap pengedar kelas teri. Upaya untuk menelisik bandar besar pun selalu menemui jalan buntu.

“Mojokerto ini hanya tempat transit, kebanyakan dari Surabaya. Kami berupaya mencari apakah di sini ada home industry, tapi selama ini yang kami temukan sebatas jalur distribusi. Sehingga barang bukti tak signifikan,” terangnya.

Oleh sebab itu, Leonardus berharap Pemkab Mojokerto ambil peran untuk mengusulkan pembentukan BNNK. Pasalnya, sampai saat ini belum ada BNNK di Kabupaten Mojokerto yang bisa membantu tugas kepolisian.

“Kita harus mendorong pemkab untuk mengusulkan pembentukan BNNK. Utamanya untuk memberi pemahaman ke masyarakat, lebih kepada pencegahan,” tandasnya. (dtc/red)

Subscribe

MEDIA REALITAS