49419 KALI DIBACA

Kamenag Aceh Selatan Peringati HAB Ke-72 dan Dirangkai Sunatan Masal

Kamenag Aceh Selatan Peringati HAB Ke-72 dan Dirangkai Sunatan Masal
Anak yang kurang mampu akan disunat rasulkan dengan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan H Iqbal M.Ag bersama Bupati Aceh Selatan H.T Sama Indra, Direktur Bank Aceh, Direjtur Bank BRI, dan kepala makamah syariah dan kepala pengadilan photo bersama.MEDIA REALITAS/ZULMAS

ACEH SELATAN| MEDIA REALITAS:Kementrian Agama Kabupaten Aceh Selatan, memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI Ke 72 dan dirangkai dengan sunatan anak kurang mampu.

Acara memperingati tersebut berlangsung Rabu (03/01/2018) di halaman Kantor Bupati lama, jalan Syech Abd Raoh Tapaktuan dihadiri Bupati Aceh Selatan H.T Sama Indra, SH, bertindak sebagai Inspektur upacara.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan, H. Iqbal, S.Ag sedang memberikan bantuan tas dan uang saku terhadap anak kurang mampu.MEDIA REALITAS/ZULMAS

Memudian selain itu Kepala Kemenag Kabupaten Aceh Selatan, H. Iqbal M.Ag, juga hadir Fokorfinda, SKPD terkait dalam kabupaten tersebut, dewan guru, Kepala Madrasah Pegawai, staf Kemenag dan seluruh undangan dijajaran lingkungan Kamenag dalam kabupaten setempat.

Dikesempatan itu Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra, SH dalam pidatonya membacakan amanat kementerian agama antara lain tujuh puluh dua tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 3 Januari 1946, pemerintah atas usul dari Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) membentuk kementerian agama dan mengangkat Menteri Agama yang pertama yaitu Haji Mohammad Rasjidi.

Kita ketahui agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa dan negara kita semangat dan motivasi ke agamaan adalah sumber kekuatan kita dalam meraih kemerdekaan mempertahankan kadaulatan nasional dan menjaga keutuhan NKRI.

Agama  mendapatkan kedudukan terhormat dalam tata kehidupan masyarakat, sehingga dijadikan sebagai salah satu sumber pembentukan hukum nasional. agama menjadi ruh kehidupan kebangsaan kita sesuai dengan dasar ketuhanan yang maha esa.

Dalam hal tersebut, aalah  satu pejuang kemerdekaan dan tokoh pendiri Republik Indonesia, Hadji Agus Salim, dalam tulisannya pada tahun 1950 berjudul “kementerian agama dalam Republik Indonesia”, menjelaskan benang merah politik agama di Republik Indonesia, yang berbeda dengan politik di masa kolonial.

Menurutnya, jabatan dan tugas kementerian agama sungguh besar dan mulia, karena sangat menentukan nasib bangsa ini. kesatuan kebangsaan kita, akan terpelihara secara kokoh dan tidak dapat dipecah belah, ini tergantung pada kebijakan dan kecakapan aparatur kementerian agama, paparnya.

Selanjutnya menegasan  ketuhanan yang maha esa sebagai falsafah dasar kehidupan bernegara,  pada pembukaan dan batang tubuh undang-undang dasar 1945, mengandung makna bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita senantiasa memerlukan tuntunan tuhan.

Prinsip  fundamental tersebut mengamanatkan supaya ajaran dan nilai-nilai agama, diperankan sebagai pemberi arah sekaligus mendasari kehidupan kebangsaan kita, yang ber-motto bhinneka tunggal ika.

Dalam  kaitan ini pula saya ingin mengingatkan, toleransi dan kerukunan bukan milik sesuatu golongan umat beragama semata, tetapi harus menjadi milik semua golongan dan berlaku untuk semua pemeluk agama.

Disampinh itu, juga diingatkan seluruh  jajaran aparatur sipil negara (ASN) kementerian agama, harus senantiasa mengembangkan wawasan serta meningkatkan ketrampilan dan kesigapan dalam bertugas. ego sektoral, sektarianisme, dan sejenisnya harus disingkirkan dari lingkungan kerja kementerian agama. kita harus bersikap sebagai agamawan sekaligus negarawan yang menempatkan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok, tegasnya.

Ketua Panitia pelaksana penyelenggaraan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-72 di Kabupaten Aceh Selatan, H.Khairizal S.Ag didampingi wakil Panitia Khairuddin ,MA secara terpisah, menyebutkan dalam pelaksanaan penyelenggaraan HAB ini kita mengadakan beberapa aitem kegiatan yang pertama jalan santai,Futsal, dan sunat rasul anak kurang mampu.

Kemudian pemberian santunan kepada anak yatim yang orang tuanya mantan dari pada yang bekerja dilingkungan Depag dan juga memberikan bonus kepada pensiunan depag serta memberikan bantuan kepada siswa yang berprestasi serta memberikan bantuan kepada anak yang disunat rasulkan berupa tas dan uang saku.(MR.ZULMAS)

Subscribe

MEDIA REALITAS