181319 KALI DIBACA

Kadis Pertanian Kabupaten Aceh Timur Mengakui Sedang Diperiksa Pihak Kejari Idi

Kadis Pertanian Kabupaten Aceh Timur Mengakui Sedang Diperiksa Pihak Kejari Idi

Idi Aceh Timur I Media Realitas – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Timur Ir H Sanusi mengakui dirinya dengan sejumlah pejabat PPK Dinas Pertanian Provinsi Aceh sekarang sedang di periksa oleh tim Kejaksaan Negeri Idi Aceh Timur.

Semua seorang yang terlibat dalam kelompok tani diperiksa oleh jaksa di Idi  ujar Ir H Sanusi kepada media ini melalui sambungan Telephone Rabu (23/8) jam 14.30 wib.

Sekarang banyak pihak yang sudah diperiksa oleh tim di Kejaksaan diantara nya ada 10 kelompok tani termasuk sejumlah pejabat terkait dikantor Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Timur dan sejumlah pejabat lain nya dikantor Dinas Pertanian Provinsi Aceh,”ujar Sanusi.

 

Lebih lanjut sanusi menjelaskan proyek itu dari pusat pihak nya di Aceh Timur hanya tugas menyediakan lahan saja sedangkan PPK berada dikantor Pertanian Provinsi Aceh urusan uang itu urusan Provinsi bukan urusan Dinas Aceh Timur.  Sanusi mengakui kalau uang sisa yang belum dicairkan oleh kelompok tani sekarang sudah di blokir oleh Kejaksaan Idi melaluii pengadilan ujarnya.

 

Lebih lanjut sanusi juga mengatakan proyek tahun 2015 itu tidak terlibat dirinya sama sekali dirinya dan pejabat terkait di Aceh Timur hanya sebatas pengawasan saja sedangkan urusan selanjutnya termasuk pengelola keuangan itu PPK di Banda Aceh bapak frans sukma ujar nya lagi. sampai  sekarang ( hari ini ) tim masih memanggil pihak kelompok tani di

 

Aceh Timur dan pejabat dari kantor Dinas Pertanian Aceh sudah dipanggil juga jelas sanusi.Ketika ditanyaki media ini banyak nya uang yang  beredar sejak frans diperiksa oleh

kejaksaan idi  Sanusi membantah dirinya tidak tahu menahu masalah uang yang dikirim kepada sejumlah pihak itu urusan orang saya tidak tahu menahu masalah itu.

Ketika media ini menanyakan siapa yang lebih tau dengan tegas sanusi mengatakan sama sekali tidak tau masalah itu tanyak saja sama puihak pihak yang mengetahuinya.

 

YUNAN NASUTION beberkan frans melalukan suap kepada  sejumlah orang.

Kabid KPPHI Yunan Nasution beberkan kasus suap Dinas Pertanian Kabupaten Aceh. Kasus ini terus kita Kawal dan kita minta jaksa dari Kejari Idi Aceh Timur segera tetapkan tersangka nya, ujar Yunan kepada wartawan Selasa (22/8 ).

 

dugaan korupsi di tubuh Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Timur Turut menyeret sejumlah nama pejabat pertanian Provinsi Aceh.

Sejumlah pejabat  Dinas Pertanian Provinsi Aceh memenuhi panggilan kejaksaan Negri Idi pada (23/05) dan sudah pernah di periksa guna dimintai keterangan dalam proses penyelidikan dugaan korupsi program penanaman kedelai tahun anggaran 2015 di Aceh Timur.

 

Menurut Yunan Nasution, Paska pemeriksaan tersebut salah satu oknum pejabat pertanian Provinsi Aceh berinisial (F) pergi menemui orang yang mengaku kerabat dekat kepala kejaksaan negri idi yang berinisial (WH) guna meminta bantuan agar dalam pemeriksaan berikutnya agar tidak ada masalah terhatap dirinya, hal r tersebut dibenarkan WH kepada media mengatakan, benar si “F” datang kepada saya yang di bawa oleh ibuk F, kami bertemu di RIFA CAFE  Depan kantor dinas perhubungan sampai malam, ujar nya di paparkan kembali oleh Yunan.

 

Menurut Yunan lagi, Ironis nya pasca pertemuan tersebut (F) oknum pejabat yang belakangan diketahui adalah PPK Pada program kedelai tahun  2015 tersebut mengirimkan sejumlah uang  kepada WH melalui Ibuk F yang bertempat tinggal di Pemko Langsa.

 

Yunan nasution kepada wartawan mengecam  keras tindakan saudara (F) yang berupaya melakukan penyuapan terhadap diri nya dan kepada pihak penegak hukum hal ini berawal ketika kami  sedang dalam perjalanan dari medan menuju Aceh Timur, saya di telpon oleh saudara (WH) dia mengatakan bahwa ada oknum Dinas Pertanian Provinsi Aceh berinisial (F) yang baru di periksa oleh kejaksaan negeri idi meminta bantuan agar dirinya jangan dilibatkan terlalu jauh dalan kasus ini , ujar Yunan Nasution.

Menurut Yunan ( F) menjanjikan sejumlah uang untuk megang, kemudian saya mengatakan kita ketemu dulu untuk membahas masalah ini, karna kami memiliki TIM sebagai pelapor kasus kedelai ini ujar yunan, ujar nya lebih lanjut.

 

Ke esokan hari nya ( Wh datang kerumah saya membawa sejumlah uang seraya berkata, tadi oknum PPK ( frans ) kirim uang 10 juta ke buk fitri, beliau (fitri-red) ambil 1,5 juta, lalu buk fitri kirim ke saya 8,5 juta yang 6,5 juta saya kirim ke pak oknum lain nya edi jaksa Rp 2 juta kita bagi dua, ucap yunan menirukan ucapan ( wh ) uang tersebut sengaja saya terima agar ada barang bukti, setelah saya terima uang tersebut, saya langsung menelpon buk fitri dan menanyakan uang tersebut uang apa dan saya tegaskan saya tidak pernah berbicara uang dalam kasus ini, yang kemudian buk fitri mengajak bertemu, ujar Yunan Nasution. Namun sampai saat ini buk fitri tidak dapat di hubungi lagi ” ujar yunan memberi keterangan”

 

Karna saya anggap sebuah upaya kotor yang dilakukan oleh oknum pejabat Pertanian Provinsi Aceh dan Makelar Kasus yang mengaku-ngaku kerabat dekat orang Kejaksaan Negeri Idi untuk menyuap saya sebagai pelapor dan pihak Kejaksaan Negeri idi selaku penyidik maka saya dan teman-teman akan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian ” tutup yunan.

Kita tetap kawal kasus ini segera bergulir ke pengadilan karena barang bukti sudah disita.

Kita minta tim penyidik segera tetapkan tersangka baik pihak pejabat Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Timur maupun pejabat pembuat komitmen dinas pertanian Provinsi aceh, ujar Yunan.

 

Sementara itu PPK Dinas pertanian Frans yang coba dihubungi media ini Selasa ( 22/8) melalui telepon selular tidak berhasil di hubungi karena telepon tidak diangkat oleh yang bersangkutan. Media ini mencoba datang kekantor nya di kawasan Lampineng kota Banda Aceh juga tidak berhasil ditemui salah seorang PNS kantor itu kepada media menyebutkan tidak kelihatan bapak Frans mungkin lagi keluar sebut sama seorang PNS kantor itu.

 

Media ini ingin komfirmasi secara langsung kepada pejabat PPK karena Yunan sebagai sumber media ini menyebutkan uang mengalir ke aceh timur sumber nya dari bapak Frans. Media ini terus mencari informasi akurat menyangkut kasus korupsi kedelai di kantor Dinas Pertanian Aceh Timur.(red)

Subscribe

MEDIA REALITAS