47019 KALI DIBACA

Jelang Ramadan, Harga Sembako di Abdya Masih Stabil

Jelang Ramadan, Harga Sembako di Abdya Masih Stabil

Blangpidie|Realitas -Harga sembako untuk kebutuhan rumah tangga menjelang puasa Ramadan 1439 hijriah di sejumlah pasar dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih stabil. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda harga barang akan naik di daerah setempat, lantaran stok barang masih cukup hingga memasuki puasa.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Abdya, Jamaluddin SPd, yang dikonfirmasi, Jumat (11/5) membenarkan kalau harga bahan pokok di Abdya masih stabil. Hal itu dibuktikan dengan hasil peninjauan kesejumlah pasar bersama pihak kepolisian, TNI dan unsur terkait lainnya. Dimana, harga kebutuhan rumah tangga seperti bumbu dapur dan kebutuhan lainnya masih tergolong stabil. Selain itu, persedian barang di tingkat pedagang baik itu grosir hingga pengecer masih aman.

Jamal mengatakan, perubahan harga memang kerap terjadi setiap kali menyambut hari meugang (punggahan) dan puasa hingga lebaran mendatang. Pasalnya, permintaan kebutuhan barang semakin meningkat melebihi dari hari-hari biasa. Selain itu juga disebabkan karena persediaan barang yang semakin menipis.

“Hasil pantauan sementara ini, kondisi harga barang masih stabil. Seandainya nanti akan terjadi kenaikan, tidak sampai melonjak draktis. Biasanya yang naik, harga cabai merah dan tomat, tapi tidak menyurutkan minat konsumen untuk membeli,” sebutnya usai melakukan peninjauan harga barang di Pasar Blangpidie.

Salah satu pedagang, Mukhlis kepada wartawan menyebutkan, kalau harga kebutuhan rumah tangga masih tetap stabil. Seperti minyak goreng curah Rp.20.000 per bambu, gula Rp.12.000-13.000 per kg, tepung gandum Rp.8.000 per kg, tepung tapioka Rp. 10.000-12.000 per kg, tepung beras Rp.12.000 per kg, telur ayam Rp.1.500 per butir dan beras ketan yang menjadi incaran masyarakat untuk membuat ketupat, lemang dan lainnya juga masih tetap stabil yakni Rp.26.000-28.000 per bambu menurut jenisnya.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa memastikan kondisi harga tersebut. Menurutnya, jika permintaan masyarakat terhadap sejumlah barang meningkat, dengan sendirinya kondisi harga akan berubah. Hal itu sangat berpengaruh, lantaran persedian yang terbatas di lapangan, hingga cenderung menciptakan perubahan harga.

“Biasanya menjelang puasa, harga barang akan berubah-ubah. Tergantung persediaan yang ada dipasar, apa bertambah atau berkurang,” ujar Mukhlis singkat.

Rahmah, salah satu konsumen di Pasar Blangpidie, mengharapkan kepada para pedagang agar tidak mempermainkan harga dengan sesuka hati, sebab tindakan tersebut dapat merugikan masyarakat banyak, apalagi dengan tujuan untuk mencari keuntungan yang berlipat ganda dengan memanfaatkan momentum hari besar bagi ummat Islam ini.

“Kami berharap pemerintah bisa melakukan penertiban, jika ada pedagang yang mencoba mempermainkan harga bahan pokok apalagi menjelang puasa,” harapnya singkat. (Syahrizal)

Subscribe

MEDIA REALITAS