40219 KALI DIBACA

Jelang Pilbup: Asel butuh Politik Realistis bukan Politik Anarkis

Jelang Pilbup: Asel butuh Politik Realistis bukan Politik Anarkis

ACEH SELATAN-MEDIA REALITAS:Suhu politik di Aceh Selatan agak sedikit memanas pasca tahapan-tahapan syarat administrasi dilakukan oleh tujuh pasangan balon, ini terbukti banyak beberapa status fb masing-masing tim relawan menyorot dan menyudutkan rivalnya dalam beraneka ragam bahasa politik yang dituliskan.

 Melihat dari suhu politik pada pilkada serentak tahun 2016. Belajar dari kegaduhan politik di berbagai daerah yang telah  mengarah  berbau SARA, intrik-intrik, intimidasi dan seperti tontonan yang tidak mendidik bagi warga masyarakat, sehinga diperlukan prilaku politik dari para pemangku kepentingan (Tim Relawan), parpol dan elit parpol untuk berpolitik secara logis dalam statemant, santun dalam moral dan cerdas dalam memilih  agar terhindar dari manuver kegaduhan, kontra politis demi mencapai puncak popularitas, mencari kesempatan mengatasnakan rakyat demi pencitraan serta meramu black campaign dan opini politik kosong.

Putra daerah Aceh Selatan dan juga aktivis IMM Aceh Selatan Fathayat kepada wartawan,  Minggu,  (14/1/2018), mengatakan konteks seperti ini, urgensi politik logis, santun dan cerdas jelang pilbup Aceh selatan 2018  perlu dihidangkan kepada masyarakat sehingga terciptanya pendidikan politik realistis yang jauh dari intrik-intrik yang dapat merugikan masyarakat.

“Pendidikan politik realistis adalah pendidikan politik cerdas dan bermartabat, bukan politik yang melahirkan kontra dan balas dendam yang berkepanjangan,”  Tegasnya.

“Namun perlu diingat bahwa berpolitik membukakan pintu gerbang dalam mensejahterakan masyarakat bukan menjerumuskan masyarakat ke lembah kesengsaraan”, paparnya.

Tambahnya,  perang status fb  jelang pilbup 2018 sudah mulai marak. Di sejumlah akun asli maupun palsu tim pemenangan dan relawan masing-masing bakal calon mulai bertebaran di dunia maya, ada menanggapinya dengan like dan ada juga sampai berdebat atau perang bahasa.

Senada dengan itu Ridha utama selaku penggiat facebook dan juga masyarkat Aceh Selatan mengatakan, jika perang status fb  menerus berlangsung tanpa adanya pengawasan atau semacam antisipasi dari pihak berwajib maka tidak tertutup kemungkinan suhu politik semakin panas dan bisa berdampak anarkis,

“Ini wajib segera diantisipasi tanpa ada kelalaian bagi kita”, harapnya.

Sambungnya, sekarang ini undang undang IT sudah ada, kita kembalikan ke sana. Yang terpenting kita masyarakat sipil perlu mengawal oknum oknum yang tak bertanggungjawab dan menyalahgunakan IT sebagai alat untuk kepentingan politik busuk”. Tegas Ridha.(MR.ZULMAS)

Subscribe

MEDIA REALITAS