58619 KALI DIBACA

Jalan Lintas Desa di Lembah Sabil Terancam Putus

Jalan Lintas Desa di Lembah Sabil Terancam Putus

example banner

Blangpidie | Media Realitas -Jalan lintas desa dengan panjang lebih kurang satu kilo meter di Desa Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam putus total. Pasalnya, jalan yang baru selesai di aspal hotmix itu, telah mengalami lonsor dan terancam amblas kedasar sungai.

Nasron (42) warga setempat yang dijumpai wartawan, Minggu (10/12/2017) mengaku kuatir saat melintasi jalan itu. Baginya jalan tersebut merupakan jalur artenatif yang paling aman untuk dilintasi. Apalagi, badan jalan yang sebelumnya rusak parah sekarang sudah diaspal.

Sayangnya, lanjut Nasron, belum lama diaspal jalan tersebut sudah lonsor. “Kami berharap, pihak terkait segera melakukan penanganan agar jalan tersebut bisa berfungsi untuk masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari,” ungkapnya.

Tambah Nasron, selain dilintasi warga setempat, jalan yang berada tepat dipinggir sawah itu, juga sebagai alternatif satu-satunya bagi petani untuk mengangkut hasil panen.

“Mereka yang membutuhkan jasa angkutan tidak akan kesulitan lagi, karena kendaraan sudah lansung bisa sampai lebih dekat kelokasi areal sawah petani,” ungkapnya.

Kepala Desa Meurandeh, Ferdinan mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada instansi terkait agar lonsor pada badan jalan segera tertangani. “Padahal jalan ini barus saja di hotmix, tapi saat ini sudah lonsor. Kita kuatir kalau tidak segera ditangani, maka badan jalan akan amblas ke dasar sungai. Dan akhirnya jalan tersebut tidak bisa digunakan lagi, aspal yang baru dibangun juga akan sia-sia saja,” singkatnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Abdya, Afrida Surya ST yang dihubungi wartawan terpisah membenarkan terjadinya lonsor pada badan jalan di Desa Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil.

Karena curah hujan yang cukup tinggi, sehingga lokasi badan jalan yang sedang dikerjakan oleh rekanan tiba-tiba lonsor. Sehingga membuat proses pengerjaan harus dialihkan ketempat lain dengan panjang lebih kurang 20 meter.

“Pengalihan panjang jalan itu sudah kita CCO. Jadi pada lokasi lonsor tidak diaspal lagi, namun kita sudah koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) untuk segera membuat tanggul daerurat,” sebutnya.

Disamping itu, lanjut Afrida, penyebab lonsor murni karena tingginya curah hujan disertai luapan arus air. Sehingga daerah aliran sungai (DAS) Krueng Manggeng menghantam tebing yang berada tepat dibawah badan jalan.

“Untuk penanggulangannya perlu dibuat tebing pengaman dengan menggunakan batu gajah. Jika dilihat panjang lonsor yang ditimbulkan, lebih kurang butuh biaya Rp.500 juta untuk pembangunan tebing dilokasi itu,” demikian tuturnya. (R-Zal)

Subscribe

MEDIA REALITAS