37519 KALI DIBACA

Jadikan Medan Kota Relijius

Jadikan Medan Kota Relijius

example banner

 

Medan  | mediarealitas

                Untuk membangun masyarakat yang sejahtera, Al Qur’an mengisyaratkan agar umat Muslim selalu menunaikan tugas-tugas kemanusian, serta meningkatkan solidaritas sosial. Al Qur’an juga mengajarkan  tanggung jawab sosial kepada setiap  orang yang memiliki harta dan kekayaan, supaya dapat membantu kaum  dhuafa agar dapat  keluar dari lingkaran kemiskinan.

                Demikian disampaikan  Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi ketika menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di lokasi Ramadhan Fair Taman Sri Deli Medan, Jumat malam (3/7). Selain pembacaan ayat suci al Qur’an, peringatan Nuzul Qur’an ini juga diisi dengan tausiah yang disampaikan penceramah dari ibukota Jakarat yakni Al Ustadz Ahmad Taufik Nuh.

                Lebih dari itu kata Wali Kota, Al Qur’an juga meminta kaum Muslim untuk selalu mengeluarkan zakat, serta anjuran memberikan infak dan sedekah untuk  mensucikan harta, sekaliguas menolong saudara-saudara yang kekurangan.

                Atas dasar itulah melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, Wali Kota menyampaikan sejumlah pesan pembangunan untuk seluruh warga Kota Medan.  Sebagai rumah semua, mantan Sekda Kota Medan ini  kemudian mengajak semua untuk  menjadikan dan menciptakan Medan sebagai kota relijius, sekaligus menjadikannya simbol, karakter dan identitas Kota Medan.

                “Sebagai rumah bersama, mari kita ciptakan masyarakat kota yang terus belajar dan membaca guna mewujdukan masyarakat pintar, produktif dan berdaya saing untuk menuju kota yang bermartabat,” kata Wali Kota.

                Selanjutnya sebagai rumah masa depan, Wali Kota juga berharap seluruh warga untuk terus meningkatkan etika, moral dan solidaritas sosial dalam pembangunan sosial, sehingga semua turut berpartisipasi mewujudkan kesejahteraan secara bersama-sama. Lalu memelihara dan meningkatkan kekondusifan kehidupan beragama dan bermasyarakat, serta selalu bersatu padu dan bergandengan tangan bersama-sama membangun kota.

                Di kesempatan itu Wali Kota juga memberikan pemahaman, bahwa kerja yang terus menerus dilakukan ini sesungguhnya bukan hanya sekedar melaksanakan program-program pemerintah, tetapi juga sekaligus merupakan perwujudan nyata pelaksanaan tugas-tugas kemanusiaan yang diperintahkan oleh agama kepada umatnya.

                “Karena itulah saya mengajak kita semua untuk merenungkan makna peringatan Nuzulul Qur’an yang kita selenggarakan di bulan mulia, penuh berkah, rahmat dan ampunan ini, mari kita tingkatkan iman, ilmu dan kepedulian kita kepada sesama,” pesannya.

                Sebelum mengakhiri sambutannya, Wali Kota kembali mengajak umat Muslim Kota Medan untuk mengisi bulan Ramadhan ini dengan berbagai kebaikan, terutama meningkatkan ilmu pengetahuan, harkat martabat bangsa serta berpartisipasi dan solidaritas sosial. Dengan demikian Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada semua.

                Selain Wali Kota, peringatan Nuzul Qur’an ini turut dihadiri Ketua Komisi D DPRD Medan H Salman Al Farisi LC mewakili Ketua DPRD Medan, Ketua Pengadilan Negeri Medan H Ahmad Shalihin SH MH, Sekda Kota Medan ir Syaiful Bahri Lubis , Ketua Pengadilan Agama Kota Medan H Khaeruddin SH MHum, Ketua MUI Kota Medan Prof DR M Hatta, Ketuas FKUB Kota Medan Drs Falit Muda Harahap, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan ormas Islam, pimpinan SKPD serta camat dan lurah se-Kota Medan.

                Al Ustadz Ahmad Taufik Nuh dalam tausiahnya, mengajak kepada seluruh yang hadir untuk mendidik dan mengajar anak-anaknya mulai sejak kecil untuk membaca Al Qur’an sehingga mereka dewasa nanti dekat dan selalu mencintai Al Qur’an.  Untuk itulah melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, Taufik berharap kepada para orang tua menjadikannya sebagai momentum mendekatkan anak-anaknya dengan Al Quran.

                Di samping itu Taufik juga mengingatkan, apabila ingin mendapatkan rumah tangga yang bahagia, maka rumah tangga itu harus dibangun berdasarkan konsep Al Qur’an. Sebab, Al Qur’an memuat petunjuk dalam membina rumah tangga yang baik. “Jadi jika bapak-bapak dan ibu-ibu ingin mendapatkan rumah tangga yang bahagia, mulai sekarang harus mengacu dengan konsep Al Qur’an,” pesan Taufik.

Subscribe

MEDIA REALITAS