266019 KALI DIBACA

Investigasi LSM GEMPAR Tidak Masuk Akal Untuk Sewa Peralatan dan Infrastruktur Dalam Rangka MTQ di Aceh Timur Menghabiskan Dana Rp 14 Milyar Lebih.

Investigasi LSM GEMPAR Tidak Masuk Akal Untuk Sewa Peralatan dan Infrastruktur Dalam Rangka MTQ di Aceh Timur Menghabiskan Dana Rp 14 Milyar Lebih.

example banner

Aceh Timur I Media Realitas- Investigasi Ketua LSM Gempar Auzir Fahlevi SH, tidak masuk akal untuk sewa peralatan dan infrastruktur dalam rangka MTQ di aceh Timur menghabiskan dana Rp 14 Milyae Lebih dan tantang kepala kesatuan Bangsa dan Pilitik ( kesbangpol) Aceh Timur M amin yang menuding Auzir Fahlevi sebagai Provokator dalam kasus penggunaan dana MTQ Di Aceh Timur yang beru saja berakhir dan juaranya di raih oleh kontingen Aceh Timur.

Ketua LSM Gempar Auzir Fahlevi SH mengirim Relis kepada media ini Juma’at (1/12/2017) Terkait tudingan kepala Kesbangpolinmas aceh timur bahwa saya secara personal dianggap sebagai provokator dan menyebarkan berita bohong,fitnah dan lain lain sebagainya tentang biaya pelaksanaan MTQ di aceh timur maka perlu digaris bawahi oleh Kepala Kesbangpol Aceh Timur, bahwa pernyataannya itu mesti dipertanggungjawabkan secara hukum.

Menurut Auzir Putra Simpang Ulim Acah Timur sudah sewajarnya kami sebagai salah satu bagian dari Civil Society ikut berperan mengawal dan mengkritisi setiap Program/kebijakan Pemerintah terlebih dalam penggunaan anggaran publik yang bersumber dari dana APBK aceh timur dan APBA provinsi Aceh.

Pelaksanaan MTQ tingkat provinsi di aceh timur disatu sisi adalah kegiatan islami dan bersyariah tetapi disisi lain kita tidak dapat menerima jika pengalokasian anggaran untuk sejumlah pembiayaan Insfrastruktur dan fasilitas pendukung MTQ tersebut dilakukan secara sembarangan dan mengabaikan sisi efektifitas dan efisiensi anggaran.

Jadi dimana letak kebohongan yang dimaksud oleh kesbangpol Atim?kami menyampaikan itu semua berdasarkan data dan fakta yang ada,bukan mengada ngada.

Berapa Milyar dana yang dihabiskan untuk sewa sekali pakai seperti sound system,proyektor,genset,tenda,biaya dekorasi dan lainnya itu?

Bukankah itu menghambur-hamburkan dana rakyat?

Semestinya Pemkab Aceh Timur bercermin diri bahwa apa yang dilakukan itu jelas jelas pemborosan anggaran publik. kenapa tidak sound system,tenda,genset dan lain lain itu ditender bebas(tidak melalui belanja sewa)sehingga pasca acara MTQ fasilitas tersebut dapat menjadi aset dan bisa digunakan untuk event event lain dimasa mendatang.

Berdasarkan data yang kami miliki,ada sekitar lebih kurang Rp 14,6 Milyar dana yang dihabiskan untuk sewa peralatan dan insfrastruktur acara MTQ.rincian anggaran,siapa pelaksananya akan kita rilis secara terpisah untuk diketahui publik.

Kemudian terkait tidak terdaftarnya lembaga GeMPAR Aceh dikesbangpol aceh timur,lalu apakah ini dianggap sebagai bagian dari satu pelanggaran hukum?lembaga kami tidak hanya fokus diaceh timur saja.tanpa ingin menggurui kami mempersilahkan kembali krpala kesbangpol atim untuk membaca kembali aturan hukum tentang Ormas, Yayasan dan LSM.

Soal data pelaksanaan MTQ itu siap kita buktikan dan pertanggungjawabkan.tidak hanya didunia,di “pengadilan” akhirat pun kita siap tutup Auzir.

Sementara itu sebelumnya – Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) Aceh Timur M Amin menuding Ketua LSM GEMPAR Auzir sebagai provokator yang menyebarkan isu bohong kepada publik.

Hal tersebut diungkapkan M Amin Pada (30/11/2017) via telpon seluler kepada wartawan terkait rilis GEMPAR kepada sejumlah media tentang penyimpangan pelaksanaan MTQ ke XXXIII tingkat provinsi di Aceh Timur beberapa waktu lalu.

Menurut M Amin, LSM GeMPAR hingga saat ini belum terdaftar di Kesbangpol Aceh Timur dan di anggap sebagai lembaga yang bekerja secara ilegal dalam wilayah Aceh Timur.

Untuk itu, M Amin meminta kepada pihak terkait agar memeriksa status atau legalitas lembaga yang dipimpin pemuda Simpang Ulim tersebut.

” GeMPAR tidak terdaftar di Kesbangpol Aceh Timur, dan menurut saya ketua GeMPAR adalah provokator yang menyebarkan fitnah kepada publik “. Kata M Amin. (Red)

Subscribe

MEDIA REALITAS