46919 KALI DIBACA

Harga Daging Melambung, Peran Pemerintah Dipertanyakan

Harga Daging Melambung, Peran Pemerintah Dipertanyakan

Calang | Media Realitas – Meugang menjelang bulan suci Ramadhan sudah menjadi tradisi masyarakat Aceh rata – rata membeli daging baik untuk kebutuhan hari meugang itu sendiri maupun persiapan kebutuhan menyambut puasa.

Tapi meugang kali ini berbeda dengan meugang – meugang sebelumnya dimana harga daging di Aceh Jaya berkisar antara RP. 170.000,- sampai RP.190.00,- per kilogram. Harga tersebut dinilai melambung jauh dari harga yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan yakni RP.130.000,- / kilogram.

Pemerintah dinilai tidak berperan aktif dalam mengatasi melambungnya harga daging tersebut. Salah seorang tokoh muda Aceh Jaya Nasri Saputra mengkritik keras atas tidak hadirnya negara / daerah dalam persoalan harga daging yang dinilai sangat memberatkan masyarakat itu. Karena peran Negara salah satunya adalah menstabilkan harga barang.

Ianya meminta pertanggungjawaban pemerintah / bupati, dinas terkait atas ketidakmampuan menstabilkan harga daging saat meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah.

“Yang pertama mereka tidak mampu menjalankan dan menerapkan amanah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Bahan Pokok. Yang kedua dimana tanggung jawab moral mereka selaku pemerintah ?. Tadi saya cek kepasar Panga disana dijual RP. 170.000 / kilogram, lantas dipasar Teunom saya mendapat informasi dari masyarakat RP. 190.000 /kilogram, ini sunguh berat bagi masyarakat bawah”, ujar pria sapaan akrab Poen Chèk.

Menurutnya, tingginya harga kebutuhan pokok, seperti harga daging tersebut telah memberatkan masyarakat. Namun sayangnya, pemerintah se akan – akan tidak mau peduli. masyarakat tetap membeli daging meski terpaksa karena sudah menjadi budaya masyarakat Aceh disaat meugang.

Dikatakan Poen Chèk, pemerintah Aceh Jaya telah memperlakukan masyarakatnya dengan semena – mena. Dia juga mensesalkan pihak Kepolisian juga tidak ikut andil untuk berperan dalam menstabilkan harga daging. Padahal Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sudirman beberapa hari yang lalu sudah menegaskan kalau harga daging dijual di atas 130 ribu itu bisa dikenakan tindak pidana.

Nasri juga meminta Sudirman selaku Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) untuk mempidanakan pemerintah Aceh Jaya ( Bupati C/q Kadis Disperingdag ). Karena dianggap telah melanggar dan melawan Permendag Nomor 20 Tahun 2017 yang dikeluarkan April, yang mengatur harga kebutuhan pokok, termasuk daging paling tinggi Rp 120.000,-.

“Haji Uma ( Sudirman ) jangan ngomong Asbun, kita minta ia untuk mempidanakan Pemkab Aceh Jaya. Kita mau lihat kiprahnya selaku pejabat berwenang, diakan anggota DPD”. Tutup Nasri.((Kar)

Subscribe

MEDIA REALITAS