67019 KALI DIBACA

Gunakan Material Kotor, Pembangunan Revitalisasi Di Simpang Comodore Langsa Sarat KKN.

Gunakan Material Kotor, Pembangunan Revitalisasi Di Simpang Comodore Langsa Sarat KKN.

example banner

Langsa Aceh | Media Rakaitas -Gunakan Material Kotor ( sirtu kotor) , pembangunan revitalisasi kawasan Jalan A. Yani Simpang Comodore hingga Simpang Tugu Lantas, Kota Langsa ( Tahap III) yang dikerjakan PT. BRIPONA JAYA ABADI dengan pagu Rp 4.987.585.800 diduga tidak sesuai speksifikasi teknis.

Demikian dikatakan Adi Suriono, mantan pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Langsa kepada sejumlah wartawan di Langsa (14/12).

Dikatakannya, pengecoran bahu jalan tersebut seharusnya menggunakan kerikil bersih bukan sirtu (Pasir Batu_red) kotor dan berwarna kuning seperti material yang ditumpuk di Jalan Medan – Banda Aceh, tepatnya lewat Simpang Komodor, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa provinsi Aceh.

Material yang digunakan untuk melaksanakan pengecoran bahu jalan di Jalan Ahmad Yani, Kota Langsa, tangan tidak bagus ” ujar Adi Suriono yang merupakan Ahli Tehnik Bangun pada saat menjabat sebagai PPTK di Dinas PUPR lalu.

Adi Suriono menjelaskan, dengan dirubahnya material dari kerikil bersih menjadi sirtu kotor dan berwarna kuning, disamping mutu pekerjaan berkurang kualitasnya, rekanan juga diduga telah merugikan negara.

Pasalnya, dari perubahan material tersebut sudah jelas berbeda selisih harga dalam perkubiknya dan mutu proyek juga sangat jelek.

Lebih lanjut , Adi Suriono, jika pihak Dinas PUPR Kota Langsa khususnya di Bidang Cipta Karya seperti PPTK dan Konsultan Pengawas benar-benar menjalankan fungsinya, maka tidak mungkin pihak rekanan berani mengoplos material dari Kerikil bersih diganti dengan sirtu kotor berwarna kuning sebut nya.

Dengan kata lain pekerjaan pengecoran bahu jalan tersebut tidak ada pengawasan, sehingga pihak rekanan dapat berbuat sesuka hatinya asal mendapat untung yang besar,” cetus Adi Suriono.

Ia juga berhaparap, hendaknya pihak terkait dapat mengawasi pembangunan segala proyek di Kota Langsa. sebab, pengawasan yang benar-benar dijalankan merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Pemko Langsa yang memiliki program membangun daerah untuk masyarakat.

Sementara itu, Samsul, Kepalabidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Langsa yang dihubunggi wartawan melalui telpon seluler Sabtu (16/12) tidak berhasil , hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan ketengan resmi dari pihak terkait.( red ).

Subscribe

MEDIA REALITAS