46219 KALI DIBACA

Gubsu Minta Seluruh Elemen Masyarakat Menahan Diri

Gubsu Minta Seluruh Elemen Masyarakat Menahan Diri

mediarealitas I PARAPAT

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi meminta semua elemen masyarakat untuk dapat menahan diri dan mengkondusifkan situasi keamanan di seluruh provinsi Sumatera Utara, khusus kota Tanjung Balai pasca kerusuhan.

“Semua elemen masyarakat diminta menahan diri, serta mengkondusifkan keadaan. Karena, pihak keamanan sudah dan terus berupaya mengendalikan keamanan semaksimal mungkin di Tanjungbalai dan daerah
lainnya pasca kerusuhan Tanjung Balai,” terangnya saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kerusuhan di kota Tanjung Balai pada hari Jumat 29 Juli malam usai menghadiri acara Musyawarah Masyarakat Adat Batak dan Rapat Kerja Nasional Punguan Simbolon dohot Boruna di Parapat-Simalungun. yang dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan dihadiri beberapa menteri antara lain Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara atau BIN Sutiyoso yang
hadir dalam acara menyakini kerusuhan di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara tidak akan merembet ke daerah lain.

“Saya yakin kejadian ini tidak merembet ke daerah lain antara lain mengacu pada kejadian di Tanjung Balai yang bersifat spontanitas, ” katanya.

Kerusuhan menurutnya bukan karena ada masalah SARA sebelumnya, tetapi
hanya spontanitas yang disebutkan akibat ada protes adzan masjid yang
dinilai terlalu kuat oleh seorang warga Tionghoa.

Keyakinan tidak merembet, ujar Sutiyoso, juga karena kerusuhan yang
terjadi sudah bisa ditangani dengan baik. Pihak kepolisian, kata dia,
sudah punya pengalaman penanganan terhadap kejadian serupa yang
terjadi di Papua. “Dengan pengalaman serupa yang sudah pernah terjadi
di Papua, BIN yakin kerusuhan sudah bisa ditangani dengan baik,”
katanya.

Dia berharap upaya pemulihan keamanan yang dilakukan pihak keamanan
hendaknya didukung masyarakat. “Masyarakat harus menahan diri karena
negara kita terdiri dari beragam suku bangsa dan agama. Harus saling
menghargai satu sama lainnya,” ujarnya.

Sementara aparat juga diminta jangan lengah dan pemerintah daerah
(pemda) juga harus turut membantu mengatasi konflik.

Wakil Presiden Jusuf Kalla enggan berkomentar terkait kasus yang
terjadi di Tanjung Balai itu. “Serahkan penanganan pada polisi,”
katanya sesaat hendak meningalkan lokasi acara Musyawarah Masyarakat
Adat Batak di kawasan Pantai Bebas, Parapat.

Sementara itu Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting di lokasimenjelaskan pihak keamanan sudah dan terus mengendalikan situasikeamanan di Tanjungbalai setelah terjadi kerusuhan, Jumat malam.

Sebanyak tujuh warga yang melakukan penjarahan misalnya sudah
diamankan ke Mapolres Tanjungbalai untuk mempertanggungjawabkan
perbuatannya. Untuk menjamin keamanan di Tanjungbalai, pihak
kepolisian terus menyiagakan personel di berbagai lokasi. (syah/tbc)

Subscribe

MEDIA REALITAS