31019 KALI DIBACA

Gara-gara Penerjemah, Sidang Dakwaan Penyelundup 1 Ton Sabu Ditunda

Gara-gara Penerjemah, Sidang Dakwaan Penyelundup 1 Ton Sabu Ditunda

example banner

JAKARTA|MEDIA REALITAS– Majelis hakim menunda sidang pembacaan surat dakwaan kasus penyelundupan 1 ton sabu lewat Pantai Anyer, Serang, Banten. Sidang ditunda karena persoalan legalitas penerjemah.

Dua penerjemah yang dipertanyakan legalitasnya adalah Kwok Budi Dharma dan Anton. Keduanya menjadi penerjemah untuk sidang tiga orang terdakwa yakni Liao Guan Yu, Hsu Yung Li dan Chen Wei Cyua.

“Apa saudara memiliki surat atau legalitas yang menyatakan bahwasanya saudara adalah penerjemah bersumpah?” tanya hakim ketua Effendi Mukthar dalam ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, J aksel, Rabu (3/1/2018).

Kedua penerjemah langsung menunjukkan berkas-berkas terkait penunjukan dirinya sebagai penerjemah. Namun hakim menilai berkas yang dikantongi kedua penerjemah tidak sesuai ketentuan di PN Jaksel.

“Seharusnya penerjemah itu ada SK dari Gubernur, dari mana kami tahu kalau Anda mempunyai keahlian sebagai penerjemah? Kwok Budi Dharma Ini kan saudara sudah sering mendampingi para terdakwa yang Hong Kong sana, dari mana kami tahu kalau Anda bisa menerjemah?” tutur hakim Effendi.

“Paling tidak ada sepucuk surat yang membuktikan kalau saudara-saudara ini penerjemah yang sah dan tersumpah,” sambung dia.

Budi Dharma sempat memberikan bukti surat keterangan dari PN Jakbar saat dirinya menjadi penerjemah di persidangan WN Hong Kong. Namun surat ini ditolak hakim.

“Kami tidak bisa menerima penetapan dari Jakarta Barat ini. Dasarnya apa? Kita tidak mau melanggar hukum dengan penegakkan hukum, makanya Jaksa sudah harus menyiapkan dari awal seharusnya. Kalau kita terima hari ini, dakwaannya kan dibacakan nah kita nggak tahu apa yang diomongin,” ujar hakim Effendi.

Sedangkan pihak penuntut umum mengatakan pihak Kejari Jaksel sudah meminta bukti surat legalitas kepada Budi dan Anton selaku penerjemah. Namun keduanya belum bisa menunjukkan surat yang dimaksud.

“Semula memang mereka adalah sebagai pendamping terdakwa, dan saudara Budi itu memang mempunyai surat tapi tidak dibawa. Dengan demikian ternyata saudara Anton yang kita harapkan hari ini tidak memiliki surat legalitas,” kata jaksa Payman.

“Kami mohon pada majelis hakim untuk memberikan waktu satu minggu, saat ini kita bermasalah dengan penerjemah. Kita akan berupaya untuk mencari penerjemah yang lain,” imbuhnya.

Majelis hakim memutuskan menunda sidang. Sidang rencananya akan digelar lagi pada 10 Januari.

“kita tunda dulu, ini tidak sah karena ini autentik sambil memberi waktu kepada jaksa, tolong dibantulah. Silakan difasilitasi Pak Anton dan Pak Budi sehingga surat yang menyatakan saudara ini adalah ahli bahasa paling tidak, agar bisa saya terima,” tegas Effendi.

Penyelundupan 1 ton sabu di Pantai Anyer diungkap pada Kamis (13/7/2017). Sabu diangku dari perairan Myanmar oleh 5 kru kapal Wanderlust yang bertolak dari Pelabuhan Kaishong City.

Dari Taiwan, para penyelundup berlayar ke perairan Johor, Malaysia lalu berhenti di Myanmar untuk mengambil barang yang dipindahkan dari satu kapal ke kapal lainnya.(dtc)

Subscribe

MEDIA REALITAS