46819 KALI DIBACA

Effektif Menggerakkan Roda Perekonomian Masyarakat

Effektif Menggerakkan Roda  Perekonomian Masyarakat

Medan | mediarealitas

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis membuka Business Gathering bertajuk  ‘Dialog Paket Kebijakan Ekonomi 2015’ di Hotel Arya Duta Medan, Kamis (17/9). Even ini dinilai cukup strategis sebagai wadah silaturahmi serta membahas bersama, terutama dari sisi implementasinya berbagai paket kebijakan ekonomi yang baru-baru ini dikeluarkan pemerintah untuk memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

                Dialog ini menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara, Difi Johansyah sebagai nara sumber bersama Azhar Fauzi Nur dari PT Monex Investindo Futures, Wahyu Pratomo (Fakultas Ekonomi Univestitas Sumatera Utara) dan akbar Johan (CEO Raja Pindah). Sedangkan Khairul Mahali (CEO Sahara Group) bertindak sebagai moderator.

                Melalui dialog ini, Plt Wali Kota berharap dapat membangun komitmen bersama, sinergitas, kemitraan dan kekeuatan bersama guna meningkatkan  ekonomi daerah berdasarkan peran masing-masing. “Bagi saya bersatu padu lebih baik dari pada terus mencari-cari kambing hitam siapa yang harus dipersalahkan,” kata Plt Wali Kota.

                Diungkapkan Syaiful, akhir-akhir ini perekonomian Indonesia mengalami sedikit kelesuan sebagai imbas melemahnya perekonomian global. Oleh karenanya pemerintah meluncurkan tiga paket kebijakan sebagai respon kondisi ekonomi global yang terus mempengaruhi perekonomian Indonesia.

                Pertama, kata Syaiful, mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi serta penegakan hukum dan kepastian usaha dengan melakukan penyederhanaan izin, memeprbaiki prosedur kerja perijinan, peningkatan kualitas pelayanan serta menggunakan pelayanan yang berbasis elektronik.

                Selanjutnya yang kedua, ungkapnya, mempercepat implementasi proyek strategis nasional dengan menghilangkan berbagai hambatan yang ada, sumbatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek strategis nasional tersebut. Hal itu dilakukan dengan penyederhaan izin, penyelesaian tata ruang  dan penyediaan lahan, percepatan pengadaan  barang dan jasa, serta diskresi dalam penyelesaian hambatan dan perlindungan hukum.

                “Sedangkan ketiga, meningkatkan investasi di sektor property untuk mendorong pembangunan perumahan, khususnya untuk masyarajkat berpenghasilan rendah,s erta membuka peluang investasi yang lebih besar di sektor properti,” ungkap Syaiful.

                Mantan Kepala Bappeda Kota Medan ini mencatat, ketiga paket kebijakan yang diluncurkan itu guna mendukung perekonomian nasional dan daerah agar tetap dinamis, memiliki ruang pelaksanaan yang luas di Sumut dan Kota Medan. Hal tersebut disebabkan baik sektor industri, proyek-proyek strategis, investasi, property, memiliki kegiatan yang cukup penting di Kota Medan, sehingga keberhasilannya di Kota Medan dan Sumut akan mempengaruhi secara nasional.

                Selebihnya tambah Syaiful, paket kebijakan ini dinilainya cukup efektif untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Paket kebijakan ekonomi ini bertujuan untuk menggerakkan kembali sektor riil, yang akhirnya memberikan pondasi bagi lompatan kemajuan perekonomian ke depan. Namun diingatkannyam, paket kebijakan ini harus diawasi dan gerakkan bersama secara ketat agar berjalan efektif.

                “Jangan sampai kebijakan ekonomi yang sudah baik ini, gagal mendorong pertumbuhan ekonomi hanya karena kurang dilaksanakan secara tepat dan optimal di lapangan. Untuk itu saya mengajak kita smeua, stakeholder bidang ekspor impor, agar meres;pon paket kebijakan ekonomi secara baik, guna menggerakkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Sumut dan Kota Medan tentunya,” harapnya.

                Dihadapan Konjen India untuk Kota Medan, Basir Ahmed, pelaku usaha dari Thailand, para eksportir, praktisi, akademisi serta para undangan lainnya, Syaiful selanjutnya mengajak untuk menafaatkan acara silaturahmi ini  agar dapat saling berdiskusi tentang masalah-masalah yang terkait ekspor dan impor. Termasuk, rencana strategis  lainnya sebagai bagian penting meningkatkan nilai ekspor secara regional dan nasional.

                “Saya percaya, pemerintah, sektor swasta dan masyarakat akan terus bersatu padu untuk memelihara stabilitas perekonomian kita, sehingga dapat bertahan sebagaimana kita mampu menghadapi krisis-krisis sebelumnya. Sayapercaya, periode yang sulit inuin akan berganti dengan periode yang lebih dinamis dan progresif pada masa yang akan datang,” paparnya.(LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS