141119 KALI DIBACA

Dugaan Uang Kasus Korupsi : Yunan Nasution KPPHI Beberkan Suap Berdalih Uang Megang

Dugaan Uang Kasus Korupsi : Yunan Nasution KPPHI Beberkan Suap Berdalih Uang Megang
Kabid KPPHI Aceh Timur Yunan Nasution

Banda aceh I Media Realitas – Kabid KPPHI Yunan Nasution beberkan kasus suap dinas pertanian kabupaten aceh. Kasus ini terus kita Kawal dan kita minta jaksa dari Kejari idi aceh timur segera tetapkan tersangka nya, ujar Yunan kepada wartawan Selasa (22/8 ).

 

 

Kasus dugaan korupsi di tubuh dinas pertanian kabupaten Aceh Timur Turut menyeret sejumlah nama pejabat pertanian provinsi Aceh.

Sejumlah pejabat dinas pertanian provinsi aceh memenuhi panggilan kejaksaan Negri Idi pada (23/05) dan sudah pernah di periksa guna dimintai keterangan dalam proses penyelidikan dugaan korupsi program penanaman kedelai tahun anggaran 2015 di Aceh Timur.

 

 

Menurut Yunan Nasution, Paska pemeriksaan tersebut salah satu oknum pejabat pertanian Provinsi Aceh berinisial (F) pergi menemui orang yang mengaku kerabat dekat kepala kejaksaan negeri idi yang berinisial (WH) guna meminta bantuan agar dalam pemeriksaan berikutnya agar tidak ada masalah terhadap dirinya, hal tersebut dibenarkan WH kepada wartawan mengatakan, benar si “F” datang kepada saya yang di bawa oleh ibuk F, kami bertemu di RIFA CAFE  Depan kantor dinas perhubungan sampai malam, ujar nya di paparkan kembali oleh Yunan.

 

 

Menurut Yunan lagi, Ironis nya pasca pertemuan tersebut (F) oknum pejabat yang belakangan diketahui adalah PPTK Pada program kedelai tahun 2015 tersebut mengirimkan sejumlah uang  kepada WH melalui Ibuk F yang bertempat tinggal di Pemko Langsa.

 

 

Yunan nasution kepada wartawan mengecam  keras tindakan saudara (F) yang berupaya melakukan penyuapan terhadap diri nya dan kepada pihak penegak hukum hal ini berawal ketika kami  sedang dalam perjalanan dari medan menuju aceh timur, saya di telpon oleh saudara (WH) dia mengatakan bahwa ada oknum dinas pertanian provinsi Aceh berinisial (F) yang baru di periksa oleh kejaksaan negeri idi meminta bantuan agar dirinya jangan dilibatkan terlalu jauh dalan kasus ini , ujar Yunan Nasution.

 

 

Menurut Yunan ( F) menjanjikan sejumlah uang untuk megang, kemudian saya mengatakan kita ketemu dulu untuk membahas masalah ini, karna kami memiliki TIM sebagai pelapor kasus kedelai ini ujar yunan, ujar nya lebih lanjut.

 

 

Ke esokan hari nya (WH) datang kerumah saya membawa sejumlah uang seraya berkata, tadi oknum Pptk ( frans ) kirim uang 10 juta ke buk fitri, beliau (fitri-red) ambil 1,5 juta, lalu buk fitri kirim ke saya 8,5 juta yang 6,5 juta saya kirim ke pak oknum lain nya edi jaksa Rp 2 juta kita bagi dua, ucap yunan menirukan ucapan (WH) uang tersebut sengaja saya terima agar ada barang bukti, setelah saya terima uang tersebut, saya langsung menelpon buk fitri dan menanyakan uang tersebut uang apa dan saya tegaskan saya tidak pernah berbicara uang dalam kasus ini, yang kemudian buk fitri mengajak bertemu, ujar Yunan Nasution. Namun sampai saat ini buk fitri tidak dapat di hubungi lagi ” ucap yunan”

 

 

karna saya anggap sebuah upaya kotor yang dilakukan oleh oknum pejabat pertanian provinsi Aceh dan makelar kasus yang mengaku-ngaku kerabat dekat orang kejaksaan negeri idi untuk menyuap saya sebagai pelapor dan pihak kejaksaan negri idi selaku penyidik maka saya dan teman-teman akan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian ” tutup yunan.

 

 

Kita tetap kawal kasus ini segera bergulir ke pengadilan karena barang bukti sudah disita.

Kita minta tim penyidik segera tetapkan tersangka baik pihak pejabat Dinas pertanian kabupaten aceh Timur maupun pejabat pembuat komitmen dinas pertanian provinsi aceh, ujar Yunan.

 

Sementara itu sebelumnya Kejari Aceh Timur M Ali Akbar SH MH kepada sejumlah wartawan (21/7) .Jelang HUT Adiyaksa ke 57 tahun 2017, Kejaksaan Negeri Idi Aceh timur mengatakan,  Pihaknya terus melakukan penyelidikan kasus ini.

 

M Ali akbar menyebutkan , selain kasus pembangunan Kantor BPN Aceh Timur, pada periode Januari 2017 hingga 21 Juli 2017,  seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Idi, Aceh Timur, juga melakukan penyidikan terhadap kasus fiktif 10 Kelompok Tani (POKTAN) penyaluran bantuan sosial Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Pola Non Kawasan Kedelai Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Aceh Timur.

 

Penyidikan kasus bantuan sosial tersebut dimulai pada 14 Juni 2017, perkara ini masih dalam tahapan  pengumpulan bahan bukti guna penetapan tersangka. “Pada 22 Juni 2017, kita telah meminta BRI untuk memblokir rekning kelompok tani dengan total saldo mencapai Rp. 450 juta, uang tersebut akan disita setelah mendapat izin penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri Idi,” ujar M Ali Akbar.

 

Kanton Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Banda Aceh

Sementara itu Pptk Dinas pertanian provinsi aceh Frans yang coba dihubungi media ini Selasa ( 22/8) melalui telepon selular tidak berhasil di hubungi karena telepon tidak diangkat oleh yang bersangkutan. Media ini mencoba datang kekantor nya di kawasan Lampineng kota Banda aceh juga tidak berhasil ditemui salah seorang PNS kantor itu kepada media menyebutkan tidak kelihatan bapak Frans mungkin lagi keluar sebut sama seorang PNS kantor itu.

 

 

Media ini ingin komfirmasi secara langsung kepada pejabat Pptk karena Yunan sebagai sumber media ini menyebutkan uang mengalir ke aceh timur sumber nya dari bapak Frans. Media ini terus mencari informasi akurat menyangkut kasus korupsi kedelai di kantor Dinas pertanian Aceh timur.(red)

Subscribe

MEDIA REALITAS