78219 KALI DIBACA

Dr.Yusuf , MM : Kegemukan Beresiko Terserang Diabetes Miletus

Dr.Yusuf , MM : Kegemukan Beresiko Terserang Diabetes Miletus
dr.Yusuf,MM

example banner

LANGSA – ACEH I MEDIA REALITAS – Kegemukan (Obesitas) salah satu faktor yang sering dan rentan seseorang terserang oleh penyakit Diabetes Miletus II (Gula darah) disamping faktor lainnya seperti  usia dan faktor riwayat keluarga (keturunan) juga tidak dapat diabaikan. Hal tersebut dikatakan dr.Yusuf,MM saat bincang bersama Media Realitas, Kamis (4/12/18) diruang kerjanya di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Langsa.

“ Apalagi pada usia diatas 65 tahun, biasanya resistensi insulin cenderung meningkat,” ujar dokter Yusuf.

Jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ini juga mengakui  Mekanisme yang tepat menyebabkan risistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes miletus II  masih belum diketahui.

“Faktor genetik juga memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin terhadap resiko penyakit diabetes” paparnya.

Yusuf yang merupakan sosok dokter muda Kota Langsa dan mudah diajak konsultasi oleh warga terutama menyangkut tentang kesehatan ini juga menjelaskan, proses mekanisme terjadinya diabetes melitus berlangsung lambat (selama tahunan), instoleransi gula (glukosa) progresif.

“Gejala seringkali ringan mencakup keletihan, mudah tersinggung, banyak kencing (Poluria), banyak makan atau sering merasa lapar (Polidipsia), luka pada kulit yang sembuhnya lama, inveksi vaginal, penglihatan menjadi kabur, gejala itu merupakan komplikasi jangka pendek,” terangnya

Ditambahkan, sementara itu kompilasi jangka panjang yang sering terjadi seperti, rusaknya sel penglihatan (retinopati), terjadinya kematian sel saraf (neuropati), penyakit vaskular perifer yaitu gangguan pembuluh darah.

Menurutnya, pemeriksaan yang dapat dilakukan bagi penderita diabetesmelitus type II seperti pemeriksaan gula (glukosa) darah, kadar gula darah, tes toleransi gula darah. Dengan pemeriksaan  diagnostik (glukosa darah).

Dipaparkannya juga, kriteria pemeriksaan diagnostik darah menurut WHO untuk penyakit diabetes militus minimal 2 (dua) kali pemeriksaan antaranya glukosa plasma darah sewaktu >200 mg (11,1 mmol/L). Glukosa plasma darah puasa > 140 mg/dl (7,8 mmol/L)

“Glukosa plasma darah dari sampel yang diambil dua jam, kemudian sesudah mengkosumsi 75 gr karbohidrat atau dua jam post pradial >200 mg/dl,” terangnya.

Selain itu menyangkut tindakan terapi diabetes mellitus diberikan dengan tujuan utama yaitu mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa dalam darah upaya untuk mengurangi komplikasi vaskuler (gangguan peredaran darah) serta neuropati atau kematian saraf, tujuan terapi diberikan pada setiap type diabetes militus adalah mencapai kadar glukosa darah normal.

Menurut dr.Yusuf,MM langkah yang paling penting untuk dipahami yaitu pencegahan lebih baik dari pada mengobati. Diantaranya seperti menjaga pola makan, olah raga teratur serta pemantauan atau pemeriksaan kadar gula darah yang continue (rutin), imbuhnya.(R.21)

Subscribe

MEDIA REALITAS