39619 KALI DIBACA

Dr Ismail Ansari, MA : Penggunaan Ijazah Palsu Semakin Marak di Aceh

Dr Ismail Ansari, MA : Penggunaan Ijazah Palsu Semakin Marak di Aceh
Dr Ismail Ansari, MA

Banda Aceh I Media Realitas-Maraknya peredaran jazah palsu khususnya di Aceh telah menjatuhkan marwah pendidikan dan menjatuhkan sistem pendidikan Aceh di mata Nasional, terutama pendidikan tinggi, padahal, sektor pendidikan merupakan prioritas pembangunan di Aceh.
Pernyataan tersebut disampaikan DR Ismail Ansari, MA, salah satu akademisi dari Universitas Islam Negeri Ar Raniry, Banda Aceh, Minggu, (20/8) di Banda aceh.

Lebih lanjut dikatakan Penggunaaan ijazah palsu itu sebuah kejahatan serius dan ancaman baru bagi sektor pendidikan, untuk itu, pelaku dan pengguna harus ditindak tegas supaya jera dan tidak mengulangi lagi perbuatan jahat itu,” ujar wakil dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh ini.

Ismail Ansari lebih mengatakan  penggunaan ijazah palsu di Aceh sudah berlangsung lama dan pihak terkait terkesan membiarkan hal tersebut tanpa ada tindakan apapun. Padahal, pembiaran tersebut sangat mengganggu kualitas pendidikan nasional dan merusak mental generasi muda khususnya di Aceh.

“Anehnya, di Aceh, ijazah palsu tersebut malah dipakai oleh tokoh tokoh publik, baik tokoh politik, kepemudaan dan juga tokoh pendidikan sendiri,” ungkap doktor lulusan Malaysia ini tanpa mau menyebut oknum oknum yang menggunakan ijazah palsu.

Menurut nya  akademisi ini, jaringan pembuat dan pengguna ijazah palsu akan terus berkembang bila aparat berwajib terus membiarkan persoalan ini tanpa tindakan hukum apapun baik kepada penjual ijazah palsu maupun di pemakai nya.

“Kita semua tahu, soal ijazah palsu itu bukan lagi persoalan baru, namun apa daya, aparat berwajib terkesan terus membiarkan tanpa mengusut dan membawa pelaku dan pengguna ke pengadilan untuk dihukum,” kata Ismail Ansari.

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir mengakui, memberantas ijazah palsu sama seperti memberantas korupsi. Namun begitu, dia mendorong persoalan ijazah palsu harus diberantas sampai tuntas. Menurutnya, praktek ijazah palsu muncul karena adanya permintaan dan adanya penyedia. Selain itu, beberapa motif penggunaan ijazah palsu diantaranya untuk keperluan mencari pekerjaan, untuk kenaikan jabatan, dan ada juga untuk kebanggaan karena memiliki gelar sarjana.

“Kita sudah minta Menpan-RB untuk menindaklanjuti, jika ada pegawai yang menggunakan ijazah palsu begitu juga dengan pengguna lainnya, sanksinya berat sekali, baik pengguna maupun penyedia akan dikenai hukuman 10 tahun penjara atau denda setara satu miliar,” katanya.(red)

Subscribe

MEDIA REALITAS