DPW PAKAR Bireuen, SesaliPernyataan Wakil Bupati Bireuen - MEDIA REALITAS

12419 KALI DIBACA

DPW PAKAR Bireuen, SesaliPernyataan Wakil Bupati Bireuen

DPW PAKAR Bireuen, SesaliPernyataan Wakil Bupati Bireuen

Bireun I Realitas – DPW PAKAR Bireuen, Sesali Pernyataan Wakil Bupati Bireuen

Menyingkapi pernyataan Wakil Bupati Bireuen yang mengatakan bahwa harga 1 unit Mobil Mewah 1,9 milyar dalam APBK-P 2018 itu tidak sebanding dengan Jasa Lobby pemulangan sejumlah Proyek APBA 2018 dengan jumlah dana pembangunan 300 Milyar lebih ke Kabupaten Bireuen, melalui jasanya tidak seberapa dengan usulan esekutif dengan harga oprasional mobil mewah 1,9 Milyar.

“Tentu sangat kita sayangkan statemen Wakil Bupati Bireuen masih ngotot membela atas bentuk pemaksaan kehendak tanpa mengingat efesiensi anggaran daerah yang sekarat dan sakit,dimana rasa tanggungjawab moralnya, kita minta Bupati dan Wakil Bupati Bireuen Serta Tim esekutif dibawah Sekda, jangan terlalu nampak memaksa kehendaknya didepan publik tanpa merasa malu sebagai tanggungjawab moralnya sudah diletakan dimana secara etika kepemimpinan Bireuen dibawah mereka H Saifannur .S.Sos-DR Muzakar A.Gani. SH. Msi,”ungkap .Iqbal S.Sos. Direktur Esekutif Dewan Pimpinan Wilayah Pusat Analisis Kajian Dan Advokasi Rakyat Aceh (DPW PAKAR Bireuen), Rabu (10/10/18) melalui siaran Perss Releass kepada pihak media.

“Berdasarkan pengamatan kita hal tersebut sangat tidak pantas keluar dari seorang figur publik wakil bupati Bireuen, jelas jelas publik bisa menilai suatu tanggapan pemaksaan kehendak dan sungguh sombong saat berkuasa yang mencerminkan lebih mengutamakan kepentingan pribadi dalam memimpin pembangunan Bireuen kedepannya,”ujarnya.

“Kabupaten Bireueun ini selama kepemimpinan satu tahun kepemimpinan Paket Kandidat “FAKAR”, bagaikan seperti mengelola sebuah Negara Metro Dolar atau Perusahaan Pribadinya,dengan Seenak enaknya menghambur hamburkan uang rakyat saat memperoleh jabatan pemerintah secara politik dalam Pilkada 2017 kemarin di Kabupaten Bireuen,”jelasnya kembali.

“Padahal kalau kita lihat ekonomi masyarakat Perdesaan kabupaten Bireuen yang masih morat marit perekonomian masyarakat yang banyak hidup dibawah rata rata kemiskinan dan banyaknya pengangguran serta minimnya lapangan kerja serta fasilitas publik lainnya banyak belum memadai dibangun, semestinya Pemeribtah kabupaten Bireuen perlu memprioritaskan anggaran tersebut ke sektor yang berpihak pro rakyat dalam APBK Bireuen selama sudah 1 Tahun Kemimpinan Bireuen dibawah Bupati H Saifannur S.Sos- Dr Muzakkar A.Gani SH. Msi,”tegasnya.

“Jadi wajar publik di Bireuen selalu menanyakan, kemana sudah statemen Bupati Bireuen yang mengatakan pada waktu masa kampanye pernah mengatakan ingin mewakafkan dirinya untuk masyarakat Bireuen,tukasnya.

“Bila kita memaknai mewakafkan diri berarti semua fasilitas negara yang dibebankan dalam APBK Bireuen jangan diusul pada pembahasan dengan persetujuan pihak DPRK Bireuen melalui anggaran APBKP 2018 kita pakai, itu baru namanya wakaf, loh ini kok baru dengan mobil mewah 1,9 Milyar seperti dipaksakan di usul dalam APBK Bireuen,”tutur iqbal.

“Maka kita dari PAKAR Bireuen tidak sepakat bila setiap tahun Pemda Bireuen selalu menampakan pemborosan anggaran APBK Bireuen dengan berfoya foya secara mewah saat memimpin Bireuen, meskipun secara undang undang dibenarkan,”tambahnya.

“Akan tetapi ini merupakan sebagai tanggungjawab moral secara bersama, begitu juga saat pemerintah Bireuen sebelumnya, kita PAKAR pernah juga menyoroti pengadaan sejumlah mobil mewah untuk kebutuhan operasional Pemda Bireuem dan kepada Instansi Vertikalnya lainnya dengan uang rakyat pada APBK Bireuen tahun 2017,”lanjutnya.

Berdasarkan pengamatan kami pada waktu itu,pernah juga dilakukan demontrasi oleh ratusan mahasiswa dan pemuda Bireuen menolak atas sikap Pemerintah Bireuen bersama DPRK meloloskan sejumlah mobil mewah saat ekonomi rakyat sedang morat morit menikmati kemewahan.

“Semestinya pemerintah Bireuen harus peka antara esekutif-legislatif terhadap sorotan publik dalam menyahuti aspirasi masyarakat Bireuen, Seperti Bupati Aceh Barat yang tidak mau bermewah mewahan dengan uang APBK Daerahnya,begitu juga Bupati Aceh Pidie saat membutuhkan mobil operasional kerja tapi dengan tidak harga yang mahal dan terkesan mewah saat memimpin rakyat Kabupatennya,namun mengapa Bupati dan Wakil Bupati Serta DPRK Bireuen tidak cerdas menyikapi harapan rakyatnya,”tutupnya,(M.Reza/Ade).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS