38619 KALI DIBACA

DPRD Medan Minta Bina Marga Fokus Tangani Jalan Rusak dan Banjir

DPRD Medan Minta Bina Marga Fokus Tangani Jalan Rusak dan Banjir

example banner

Pembahasan Lpj APBD 2014
 
Medan | mediarealitas
DPRD Medan yang tergabung dalam Panitia khusus (pansus) laporan pertangungjawaban (Lpj) APBD Kota Medan Tahun 2014 minta agar Dinas Bina Marga Kota Medan fokus perbaikan jalan rusak dan masalah banjir di kota Medan. Sebab, kondisi jalan rusak dan banjir masih menjadi kendala dalam peningkatan pembangunan di Medan.
 
Penegasan ini disampaikan ketua pansus Drs Godfried Effendi Lubis saat memimpin rapat pembahasan ranperda kota Medan tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun 2014 di ruang Banggar gedung DPRD Medan, Rabu (8/7). Rapat ini dihadiri anggota Banggar DPRD Medan dan Kadis Bina Marga Kota Ir Khairul Syahnan.
 
Menurut Godfried, kondisi jalan rusak saat menggaggung jalannya pembangunan di kota Medan. Bahkan pengguna jalan kerap mengeluh karena masih banyak jalan berlobang akibat galian limbah. Untuk itu, Bina  Marga diharapkan agar bekerja maksimal melakukan perbaikan. Bahkan Bina Marga disarankan supaya melakukan kordinasi dengan pemprovsu dan Pusat melakukan percepatan perbaikan jalan propinsi dan Negara.
 
Sama halnya masalah penanganan banjir, Godfried menekankan kepada Dinas Bina Marga supaya melakukan terobosan baru agar kota Medan terhindar dari Banjir. “Kita berharap dan mendorong Bina Marga melakukan penanganan serius upaya mengantisipasi banjir. Selama ini masih banyak kita temukan titik genangan air dan sungai yang meluap. Jika ini diantisipasi dengan serius dipastikan dapat meminimalisir banjir di kota Medan,” cetus Godfried.
 
Menanggapi usulan Pansus, Kadis Bina Marga Ir Khairul Syahnan menyebutkan, terkait jalan rusak pihaknya melakukan perbaikan dan pengaspalan secara maksimal. Terkait jalan propinsi dan jalan negara, Dinas Bina Marga sudah melakukan kordinasi. Bahkan masalah jalan rusak akibat galian limbah dipastikan Desember 2015 sudah rampung.
 
Sama halnya dengan masalah banjir, menurut Khairul Syahnan pihaknya telah memprogramkan  pembangunan pompa air/pipanisasi. Dengan terealisasinya pembangunan pompa air dimaksud, dipastikan 4 Kecamatan akan bebas dari banjir.           
 
“Jika pompa airnya sudah berfungsi, bila terjadi banjir otomatis pompa air berfungsi sehingga permukaan air di Sei Sikambing dan Sungai Deli langsung surut. Memang dananya cukup besar yakni mencapai Rp 200 miliar,” terang Khairul Syahnan.(LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS