59619 KALI DIBACA

Ditanya LSM Dan Wartawan, Pengawas Proyek Di Tubaba Kok Marah ?

Ditanya LSM Dan Wartawan, Pengawas Proyek Di Tubaba Kok Marah ?

example banner

Tulang Bawang Barat | Media RealitasAndi yang ditempatkan selaku pengawas proyek peningkatan jalan perkantoran pemda tulang bawang barat(TBB)saat akan Memintai keterangan terkait proyek peningkatan jalan di area perkantoran pemda tersebut diduga terindikasi korupsi dirinya tak terima arogan terhadap lembaga dan wartawan yang hendak ingin bertanya kepada pengawas proyek.selasa (28/11/2017)

Pelaksanaan proyek-proyek pemerintah di kabupaten tulang bawang barat yang sudah mulai dikerjakan.antara lain seperti peningkatan kualitas jalan, yang dikerjakan oleh CV RIDHO MANDIRI, dengan nilai kontrak sebesar Rp3.866.130.000,. Namun, anehnya pengerjaan proyek tersebut seolah tidak boleh ditinjau oleh masyarakat, seperti yang diutarakan Ketua DPD fortuba Dan korwil tipikor provinsi lampung, Yantoni dan Hartawan Nur.

“Kami sengaja datang ke proyek tersebut untuk melihat sejauh mana dan seperti apa pembangunannya. Karena tidak ada siapa-siapa di lokasi, kami lantas menghubungi andi yang disebut-sebut sebagai pengawas internal dari CV tersebut, namun responnya malah tidak baik,” “ujar Hartawan nur dan yantoni, dilokadsi penkab Tulang bawang barat, Rabu (29/11) kemarin.

Yantoni ketua DPD fortubaba mengatakan, jika andi mengeluarkan kalimat yang aneh saat dikonfirmasi. “Dia ngomong apa urusannya sibuk dengan proyek saya. Ini kan aneh, karena proyek ini menggunakan uang negara, uang rakyat. Kami selaku lembaga masyarakat(LSM) kontrol jelas Harus mengetahui bagaimana pembangunannya. Jangan nanti dibangun asal-asalan. Tapi kesannya kami tidak boleh tahu mengenai perkembangan pembangunan proyek ini,” tegasnya.

Menurutnya, setiap proyek pemerintah yang menggunakan uang negara,adalah uang rakyat jadi wajib memberikan informasi ke publik secara transparan. Bukan malah membuat kesan ditutup-tutupi. “Kami akan pantau terus proyek ini, apakah nanti sesuai dengan rencana anggaran biayanya(RAB)Kalau tidak, tentu ini menjadi kerugian negara,” katanya lagi.

Ketua DPD Fortuba Tubaba Yantoni. SH menambahkan, setiap pengawas wajib memberikan informasi kepada publik perihal perkembangan proyek tersebut. “Kami juga menduga proyek ini kurang diawasi oleh pengawasnya. Untuk itu, kami juga akan turut mengawal proyek pembangunan ini, Kalau nanti ada dugaan korupsi maka kami akan mengawal pembangunan yang akan dikerjakan Oleh kontraktor Sebagai sosial kontrol kami akan mengawal sampai tuntas kalau terjadi kerugian negara maka kami akan laporkan kepada yang berwenang” tutupnya.(Idhar/Tim)

Subscribe

MEDIA REALITAS