132419 KALI DIBACA

Diisukan Pungli, Bides dan Dokter CPNS Abdya Mengaku Difitnah OTK

Diisukan Pungli, Bides dan Dokter CPNS Abdya Mengaku Difitnah OTK
Para bides dan dokter CPNS Abdya mengklarifikasi berita bohong di Kantor PWI Abdya, Senin (4/12/2017) Foto: Media Realitas/Syahrizal

example banner

Blangpidie | Media Realitas – Sebanyak 137 Bidan Desa (Bides) dan dokter yang baru lulus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (4/12) mengaku telah difitnah oleh orang tidak dikenal (OTK) yang membuat laporan tidak benar kepada media, sehingga pihaknya yang dirugikan.

Fitnahan dilontarkan oknum yang mengaku dari bides itu, memberikan informasi bohong adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum medis untuk diberikan kepada sejumlah nama pejabat termasuk para wartawan yang bertugas di wilayah Abdya agar rapel gaji pada bulan Mei, Juni dan Juli 2017 bisa dicairkan pasca mereka menerima SK CPNS pada bulan Juli lalu.

Dengan mendatangi Kantor PWI Abdya, seratusan lebih para bides dan dokter mengklarifikasi bahwa informasi itu tidak benar. “Akibat ulah OTK yang tidak bertanggung jawab itu, kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada bapak Sekda, Kadis Kesehatan dan juga rekan-rekan wartawan yang telah tidak nyaman dengan isu pungli tersebut,” kata dokter Rifa Raihani, mewakili rekan-rekannya dari dokter.

Dalam kesempatan itu juga, para bides dan dokter mengaku, sudah membuat pernyataan bersama, bahwa informasi yang diberikan OTK itu tidak bertanggung jawab dan mencemarkan nama baik atasan mereka.

Tidak hanya sekedar surat pernyataan, para bides dan dokter juga sudah disumpah dengan menggunakan kitab suci Al-quran, dalam usaha mencari sumber yang memberikan informasi kepada media.

“Semua bides dan dokter sudah bersumpah tidak pernah memberikan pernyataan itu, kami sangat sedih. Jika masalah ini tidak selesai, kami tidak tahu bagaimana nasib kami ke depan,” ungkap dokter Rifa yang turut dibenarkan perwakilan dari para bides Radhiah dan Elida.

Untuk itu, seratusan lebih Bides dan dokter CPNS di Abdya mengharapkan, agar masalah tersebut bisa segera selesai. Meskipun, rekan seprofesi mereka yang melaporkan ke media tidak mau mengakuinya, walaupun sudah disumpah dengan kitab suci Al-quran.

“Biarlah itu menjadi urusannya dengan Allah. Yang kami mau sekarang, urusan kami bisa segera selesai,” harap Radhiah.

Informasi yang diterima wartawan, oknum medis yang mengaku sebagai kepercayaan Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, mengumpulkan uang kutipan pada masing-masing bides dan dokter, dengan jumlah kutipan bervariasi. Untuk CPNS golongan II, dikutip sebesar Rp 200 ribu perorang dan golongan III Rp 300 ribu perorang.

Uang kutipan itu disinyalir sebagai syarat untuk pencairan rapel gaji bulan Mei dan Juni 2017, pasca mereka (bides dan dokter) dinyatakan lulus CPNS. Dimana, para Bides dan dokter itu, terhitung sejak bulan Mei 2017, sudah diputuskan kontrak dari statusnya sebagai pegawai tidak tetap (PTT) dari Kementerian Kesehatan RI. (R-Zal)

Subscribe

MEDIA REALITAS