108019 KALI DIBACA

Diduga Gunakan Material Galian C Ilegal PT AJAS Kebal Hukum.

Diduga Gunakan Material Galian C Ilegal PT AJAS Kebal Hukum.
Ketua LPAP- RI, Ibnu Hajar, SH

Aceh Timur I Realitas – PT. AJAS, pelaksana proyek paket preservasi rekontruksi jalan batas Aceh Utara/Aceh Timur (Panton Labu) Kota Langsa/PN (presv.04-III) nilai kontrak Rp. 44.966.131.000 sumber dana APBN tahun anggaran 2018.

Diduga menggunakan material tanah batu dari galian C ilegal di Dusun Alue Rimung Gampong Pondok Kelapa Kota Langsa Provinsi Aceh.

Hasil Temuan Investigasi Lembaga Pengawasan dan Advokasi Publik Republik Indonesia – LPAP RI Ibnu Hajar, SH bahwa berdasarkan kroscek pada Instansi terkait di tingkat Pemerintah Kota Langsa dan Provinsi Aceh bahwa untuk sekarang ini diwilayah hukum Kota Langsa tidak satupun Badan Hukum maupun perseorangan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasional Produksi (IUP OP) galian C, termasuk di dusun Alue Rimung tempat eksplotasi galian C tanah batu yang digunakan oleh Perushaan besar PT. AJAS, untuk mengerjakan proyek rekontruksi Jalan Nasional yang sedang dikerjakan sebagian di jalan A. Masjid Ibrahim Kota Langsa, Provinsi Aceh.

Pihak Manajemen PT. Abad Jaya Abadi Sentosa Faisal, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki Galian C tetapi Faisal tidak diberikan kewenangan untuk memperlihatkan kepada pihak lain dan menyampaikan bahwa kalau mau lihat dapat datang ke Kantor PT. Abad Jaya, Ujar Ibnu Hajar Rabu (6/6/2018), sepulang investasi kepada sejumlah wartawan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Aceh Mahdinur menyampaikan statemen bahwa setiap Perusahaan atau perorangan memiliki atau menggunakan galian C ilegal maka itu kewenangan aparat penegak hukum untuk menindak sesuai peraturan perundang-undangan dapat di ancam 10 tahun pidana penjara, Rabu (6/6/2018).

Ibnu Hajar kepada Wartawan menyebutkan sudah menghubungi pihak terkait seperti Manager PT AJAS dan pejabat terkait Pemda Aceh.

Kita minta pihak penegak Hukum segera melakukan proses hukum terhadap PT AJAS, Polda Aceh kita minta jangan tutup mata dalam kasus ini.

Kalau pihak penegak Hukum tidak segera turun kelapangan kita akan melaporkan secara resmi ke Polda Aceh ini yang mereke lakukan selama ini adalah kegiatan ilegal, ujar Ibnu.

Kita sudah melalukan investigasi kelapangan bukan ngomong Hoax bukti kuat boleh tim penyidik kita dampingi kalau mereka butuh kita dampingi ini semata mata untuk menyelamatkan darah material tanah batu ilegal ini dengan baik.

Kita siap melaporkan dengan resmi nantinya ke Polda Aceh dengan kita lengkapi bukti bukti otentik untuk kepentingan hukum dalam kasus galian C Ilegal, tutup Ibnu.

Ibnu Hajar menuding galian C ilegal ini kita menduga oknum PT AJAS mencuri bahan material di lapangan, sebutnya lagi.

Pihak PT. AJAS, berani menggunakan material tanah batu dari galian ilegal di nilai kebal hukum? terbukti sampai sekarang tidak ada pihak penegak hukum yang dapat melakukan penegakan hukum, terhadap perbuatan yang sudah cukup lama dilakukan oleh pihak PT AJAS, tutup Ibnu Hajar.

Sampai berita ini diturunkan Media Ini belum mendapatkan keterangan resmi dari PT.Abad Jaya Abadi Sentosa.

Media ini sudah mencoba hubungi dengan menggunakan telpon Selular kepada pimpinan PT Abad Jaya Abadi Sentosa, Rabu (6/6/2018) namun belum berhasil.

No kontak person milik pimpinan PT Abad Jaya Abadi Sentosa dalam posisi tidak aktif, namun media ini terus mencoba melakukan konfirmasi, sampai mendapatkan hak jawab dari PT Abad Jaya Abadi Sentosa. (red)

Subscribe

MEDIA REALITAS