258619 KALI DIBACA

Dianggap Ingkar Janji, Dokter Spesialis Abdya Disomasi

Dianggap Ingkar Janji, Dokter Spesialis Abdya Disomasi
Para tim kuasa hukum Pemkab Abdya dihadiri Kepala BKPSDM Abdya Cut Hasnah Nur dan Ketua IDI Perwakilan Abdya dr Syafrizal saat mengadakan konfrensi Pers di Aula Kantor Bupati Abdya, Kamis (7/12). Foto: Media Realitas/Syahrizal

Blangpidie|Media Realitas- Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui kuasa hukumnya, melayangkan somasi (peringatan) terhadap dr Teuku Muda Puteh Mked (An) SpAn yang dalam kurun waktu dua tahun lebih tidak berdinas selaku dokter spesialis di kabupaten setempat.

Padahal, Pemkab Abdya sudah memberikan rekomendasi kepada dr Teuku Muda Puteh untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Sumatra Utara pada program pendidikan dokter spesialis Anastesiology tahun ajaran 2008 silam.

Terhitung 1 Februari 2008, Bupati Abdya mengeluarkan surat keputusan nomor Peg.826.1/774/2008 tentang pemberian tugas belajar kepada dr Teuku Muda Puteh sebagai PNSD di lingkungan Pemkab Abdya. Surat tugas belajar tersebut ditanda tangani oleh Wakil Bupati pada masa itu, Syamsurizal, kata Erisman SH salah satu kuasa hukum Pemkab Abdya dalam konfrensi pers yang berlansung di Aula Kantor Bupati Abdya, Kamis (7/12).

Disamping itu, dr Tengku Muda Puteh juga telah membuat pernyataan bersedia ditugaskan kembali ke Abdya. Dirinya siap menderma baktikan keahlian yang diperoleh selama pendidikan sekurang-kurangnya lima (5) tahun setelah lulus. Jadi, dengan tidak memenuhi tanggung jawabnya tersebut, yang bersangkutan telah ingkar janji kepada masyarakat Abdya, tutur Erisman yang turut dibenarkan oleh sejumlah rekannya.

Selanjutnya pada tanggal 16 April 2015, Bupati Abdya mengeluarkan surat keputusan nomor 233 tahun 2015 tentang penempatan kembali dr Teuku Muda Puteh yang telah menyelesaikan pendidikan pada program Anastesiology dan Terapi Intensif Universitas Sumatra Utara untuk bertugas di Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya.

“Semenjak dikeluarkan surat keputusan itu, yang bersangkutan tidak ada itikat baik dan mengabaikan keputusan untuk kembali bertugas di Abdya terhitung sejak tanggal yang sudah ditetapkan, sebut Erisman.

Bahkan, dr Teuku Muda Puteh pernah dilayangkan surat pemanggilan pada tanggal 18 Juli 2017 oleh pihak RSUTP Abdya, untuk dimintai keterangan sehubungan dugaan pelanggaran disiplin karena tidak masuk kerja dari bulan Mei hingga Juli 2017. Akan tetapi, pemanggilan itu juga tidak diindahkan, sambung Erisman.

Terakhir, Erisman mengatakan, ini masih sebatas somasi yang diberikan kepada dr Teuku Muda Puteh. Jika somasi tersebut masih juga diabaikan, maka Erisman bersama dengan kuasa hukum lainnya akan meperdata atau mempidanakan persoalan tersebut ke ranah hukum.

Disamping itu, Plt Kepala Badan Kepegawai dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya, Cut Hasnah Nur membenarkan bahwa dr Teuku Mudah Puteh sudah lama tidak bertugas di Abdya.
“Dokter itu tidak memenuhi janjinya pada saat diberikan tugas belajar, secara tidak lansung dirinya telah merugikan masyarakat Abdya. Jadi, menurut kami, penyelesaian masalah ini tidak cukup dengan PP 53 tahun 2010 saja, namun juga terkait dengan pelanggaran sumpah yang telah ditorehkan olehnya, kata Cut Hasnah.

Tambah Cut Hasnah, ada beberapa tahapan yang sudah dilakukan Pemkab Abdya, melalui internal BKPSDM, namun yang bersangkutan juga tidak ada itikat baik meski sudah dilakukan pendekatan secara persuasif. Karena tidak ada tanggapan maka Pemkab Abdya melakukan somasi.

“Kita berharap beliau bisa mengingat sumpah dan janji serta ikatan yang telah dibuat sebelum menempuh pendidikan spesialis yang direkomendasi oleh Pemkab Abdya, ungkapnya.

Cut Hasnah juga menjelaskan, bahwa sampai bulan April 2017 kemaren, dr Teuku Muda Puteh masih menerima gaji yang dibayar Pemkab Abdya. Dengan sikap yang ditampilkan dokter tersebut, maka akan menjadi pengalaman untuk pihak terkait lainnya yang akan mendapatkan rekomendasi tugas belajar dari Pemkab Abdya, demikian tuturnya. (R-Zal)

Subscribe

MEDIA REALITAS