49319 KALI DIBACA

Di Kecamatan Medan Maimun, Raskin Diperjual belikan

Di Kecamatan Medan Maimun, Raskin Diperjual belikan

mediarealitas I Medan

Subsidi pangan dalam bentuk beras yang diperuntukkan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah atau populer disebut raskin, nyatanya belum tepat sasaran. Ironisnya, selain masyarakat yang memroleh adalah rumah tangga berpenghasilan menengah ke atas, raskin justru diperjualbelikan mereka yang mampu.

Ros, warga Lingkungan X, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun, mengungkapkan pada tahun lalu warga golongan ekonomi rendah justru tidak sepenuhnya mendapat raskin yang disalurkan Pemerintah Kota Medan. Kata dia, raskin tersebut tidak tepat sasaran dan bahkan dijual oleh warga mampu di lingkungan mereka.

“Masih ada masyarakat yang mampu mendapat raskin, tetapi dijual mereka kepada warga lainnya. Kami ingin mengetahui sebenarnya raskin ini diperuntukkan untuk siapa?” katanya dalam reses II 2016 anggota DPRD Kota Medan Irsal Fikri, di Gang Nasional, Lingkungan X Sei Mati, Medan Maimun,akhir pekan kemarin.

Ros salah satu warga yang tidak mendapat raskin tersebut. Untuk itu ia berharap, anggota dewan yang notabene penyambung aspirasi masyarakat dapat menyampaikan keluhan warga kepada pihak eksekutif. “Kami mohon Pak Irsal dapat menampung aspirasi masyarakat (soal raskin ini). Karena di lingkungan kami orang kaya masih ada yang menerima dan dijual kembali,” ujar wanita paruh baya tersebut.

Disamping persoalan tak tepat sasaran raskin, dirinya dalam kesempatan itu mempertanyakan mengenai pelayanan Rumah Sakit Ibu dan Anak Stella Maris, di Jalan Samanhudi Medan. Menurutnya pernah saat dirinya mendampingi sanak saudara, pihak rumah sakit tidak memberi pelayanan dengan baik kepada pasien. “Apakah karena kami memakai BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) makanya tidak dilayani dengan baik?” tanya dia yang juga mengeluhkan pelayanan BPJS Kesehatan di rumah sakit provider. “Mereka (dokter dan perawat) setahu saya diambil sumpah dan janji sebelum bekerja melayani masyarakat, tapi kenapa tidak menjalankan tugasnya dengan tulus kepada masyarakat,” pungkasnya.

Warga lainnya mengeluhkan soal honor guru Magrib Mengaji. Menurutnya program Pemko Medan yang mulai banyak melibatkan warga tersebut, juga belum terimplementasi dengan baik.
“Honor guru program Magrib Mengaji ini bagaimana? Kenapa tidak semua dari kami mendapatkannya. Padahal semakin lama semakin banyak yang ikut program ini. Mohon Bapak Irsal bisa menyambungkan aspirasi ini kepada Pemko Medan,” kata warga tersebut seraya berharap ada penambahan sarana dan prasarana di Masjid Darul Ali, Lingkungan X Sei Mati, yang melaksanakan program Magrib Mengaji.

Tak hanya itu, keluhan seperti honor bilal mayit dan penggali kubur di lingkungan tersebut juga mengemuka. Seperti yang dialami Wes, warga Lingkungan X, Sei Mati, yang sudah bermohon sejak 2015 namun sampai kini belum menerima honor tersebut.

Menyikapi berbagai keluhan warga itu, Irsal Fikri mengatakan segera akan menyampaikan langsung ke satuan kerja Pemko Medan. “Untuk persoalan honor Magrib Mengaji dan bilal mayit ini akan saya tanyakan langsung kepada Kabag Agama Pemko Medan Bapak Ilyas. Di mana sebenanrnya kendala kenapa belum dibayarkan,” janji politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Dia meminta pihak BKM Darul Ali mendata siapa saja yang terlibat dalam Magrib Mengaji tersebut, sekaligus sudah berapa lama honor mereka tidak dibayarkan agar bisa disampaikan ke bagian agama Pemko Medan.

Pun berkenaan distribusi raskin, mantan Ketua Komisi B DPRD Medan itu menjelaskan, program raskin bertujuan penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial di bidang pangan, yang diselenggarakan Pemerintah Pusat berupa bantuan beras bersubsidi kepada rumah tangga berpendapatan rendah (rumah tangga miskin dan rentan miskin). “Sangat ironis bila ini terjadi ya. Kita akan minta pemko membuat operasi pasar guna menghindari penyelewenangan pendistribusian. Dan saya akan tanyakan langsung ke bagian terkait (Kabag Ekonomi, Red),” janji politisi asal Dapil II (Medan Maimun, Polonia, Johor, Sunggal, Selayang, dan Tuntungan) itu.

Sebelumnya Lurah Sei Mati, Asvin Siregar mengungkapkan untuk persoalan honor bilal mayit, sudah dimohonkan kepada Pemko Medan. “Untuk Ibu Wes sudah kami mohonkan pada tahun lalu, dan pemko berjanji bahwa dalam waktu dekat akan segera dibayarkan,” katanya yang turut mengamini di wilayahnya sangat marak peredaran narkoba.

Dalam kesempatan itu, Irsal Fikri memberikan bantuan kepada tiga warga yang bekerja sebagai bilal mayit dan penggali kubur. Bantuan serupa juga diberikannya untuk iman/khatib serta bilal Salat Tarawih di Masjid Darul Ali. (rom)

Subscribe

MEDIA REALITAS