43619 KALI DIBACA

Dewan Nilai Kinerja PDAM Tirtanadi Lamban

Dewan Nilai Kinerja PDAM Tirtanadi Lamban
Medan | mediarealitas
Anggota Komisi C DPRD Medan Kuat Surbakti, SE menuding kinerja manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi lamban. Bahkan, pihak manajemen Tirtanadi dinilai tidak memiliki program dan solusi mengatasi tingginya permintaan terhadap pemasangan baru air bersih di kota Medan.
 
Penilaian ini dicetuskan Kuat Surbakti saat mengikuti rapar dengar pendapat (RDP) Komisi C dengan pihak PDAM Tirtanadi serta warga Kel Sicanang Medan Belawan Bactiar Panggabean di ruang Komisi C, Rabu (2/9). Rapat ini dipimpin Wakil ketua Komisi C Godfried Lubis didampingi kuat Surbakti, T Eswin dan Boydo HK Simanjuntak. Juga dihadiri Dir Adm dan Keuangan PDAM Tirtanadi Arif didampingi Kabid Komunikasi Alamsyah serta mewakili Dinas Perkim Kota Medan Rawaluddin Siregar.
 
Tudingan Kuat Surbakti menilai kinerja Tirtanadi lamban sangat beralasan, sebab setiap warga medan yang melakukan permohonan baru mendapat air bersih, pihak manajemen Tirtanadi selalu menolak dengan alasan pasokan air tidak cukup. Namun setiap pihak developer/perumahan yang bermohon terbukti cepat terealisasi.
 
Sama halnya, permohonan warga Kel Sicanang Blok 15, sudah puluhan tahun bermohon tapi tidak terealisasi. Bahkan, permohonan Bactiar dilimpahkan ke Dinas Perkim, alasan Tirtanadi tidak mencukupi pasokan air.
 
“PDAM jangan lempar tanggungjawab permohonan pasangan pipa baru air bersih. Dikit dikit diarahkan ke Dinas Perkim buat sumur bor. Jangan ngebor-bor aja terus, tapin harus ada lah solusi dari Tirtanadi,” tegas Kuat Surbakti seraya menyebutkan tidak bagus jika sumur bor semakin banyak. Karena nantinya, lingkungan dan permukaan tanah di kota Medan dikuatirkan rusak.
 
Sama halnya dengan Ketua Komisi C Godfried Lubis meminta pihak Tirtanadi supaya melakukan pengawasan dan pembatasan terkait pelanggan yang menggunakan bantuan pompa menyedot/menarik air ke rumah. “Kita harapkan supaya diawasi serius. Jika perlu kita buat perda larangan untuk itu,”ujar Godfried.
 
Menanggapi tudingan dewan, Direktur Adm dan Keuangan PDAM Tirtanadi Arif mengaku, saat ini pihaknya kesulitan mendapatkan sumber air. Seluruh sungai yang melintasi kota Medan tidak mencukupi lagi untuk diambil. “Kami krisis sumber air,” keluh Arif.
 
Namun kata Arif, pihaknya saat ini sedang membangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) di Martubung berkafasitas 200 liter/detik dan di Sunggal sebesar 500 liter/detik. Sedangkan pihaknya, setiap tahun harus mensuplai air bersih sesuai kebutuhan pelanggan sebanyak 200 liter/detik.
 
Sementara itu, mewakili Dinas Perkim Kota Medan Rawaluddin Siregar mengaku jika pihaknya sudah mendirikan sumur bor sebanyak 12 unit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan permintaan tersebut bertambah bahkan sangat tinggi, namun karena kemampuan Pemko Medan terbatas terpaksa daftar tunggu. (LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS