43719 KALI DIBACA

Dari Lingkungan Bersih Lahir Generasi Sehat dan Cerdas

Dari Lingkungan Bersih  Lahir Generasi Sehat dan Cerdas

Medan | mediarealitas

                Pelaksana  Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis,  sangat mengapresiasi digelarnya Exposure Workshop  bertajuk Mendorong Kelanjutan Peningkatan Akses Septic Tank Individual Menuju Pelayanan Sanitasi Terpadu Kota Medan di Arya Duta Hotel Jalan kapten Maulana Lubis Medan, Selasa (22/9).  Diharapkan workshop ini memberikan hasil positif dan mampu mengatasi pencemaran air limbah rumah tangga sehingga menjadi lebih aman dan ramah lingkungan.

                Workshop ini merupakan program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (Iuwash). Program ini  masuk proyek lima tahun Iuwash dalam rangka mengembangkanm akses layanan air dan sanitasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan Indonesia, termasuk Kota Medan. Proyek ini didanai oleh Badan Pembangunan International Amerika Serikat atau U.S Agency for International Development (USAID).

                Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari seluruh kecamatan di Kota Medan.  Dalam workshop seluruh peserta diberikan  bimbingan dan pengetahuan terkait pembuatan septic tank sesuai standar pemerintah (SNI) yang mampu memproses buangan a ir limbah rumah tangga menjadi aman dan ramah lingkungan.

                Menurut  Hetty Tambunan selaku Behavior Change Communications/STBM Specialist  Iuwash, Kota Medan saat ini tengah merancang pelayanan sanitasi terpadu, dimana ada namanya program layanan  lumpur tinja terjadwal. Sementara Kota Medan punya pengolahan limbah terpusat hanya untuk 4 kecamatan.

                Dengan program itu bilang Hetty, hanya bisa mencukupi hanya sekitar 4 persen dari seluruh area Kota Medan. Karena itu yang 96 persen lagi tergantung dengan sistem septic tank individual. “Setelah kita lakukan [penelitian ternyata 90 persen dari sistem individual ini mencemari lingkungan. Artinya, septic tank yang dimiliki masyarakat kebanyatakan tidak memiliki lapisan kedap dan air limbahnya mencemari air tanah karena dibuang langsung ke parit atau tanah,” kata Hetty.

                Untuk itulah ungkap Hetty, Iuwash melakukan inisiasi dan pilot project dengan bekerja di 7 kelurahan di Kota Medan seperti di Belawan, Sicanang, Tegal Sari Mandala 3, Kota Bangun, Karang berombak, Kampung Baru dan Polonia. Di 7 kelurahan ini pihaknya melakukan pemicuan dan promosi, hasilnya masyarakat sadar septic tank yang dimiliki mencemari lingkungan. Masyarakat selanjutnya ingin memiliki septic tank yang benar-benar layak sesuai SNI.

                “Yang menjadi persoalan begitu begitu masyarakat sadar dan mau, layanannya ternyata tidak ada. Mereka lari kepada pemerintah, pemerintah hanya memiliki sistem perpipaan yang terpusat, sedangkan sistem untuk rumah tangga tidak ada. Atas dasar itulah kita melatih masyarakat baik itu secara teknis maupun kewirausahaannya. Dengan pelatihan itu masyarakat mengetahui bagaimana membuat septic tank yang sesuai standard (SNI),” ungkapnya.

                Melalui pelatihan yang diberikan itu papar Hetty, masyarakat telah mengetahui bagaimana membuat septic tank yang kedap dan  memiliki sistem pengolahan lumpur tinja yang diolah dari wc dan kamar mandi dan cuci, sehingga buangannya sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI dan standar baku. “Dengan demikian masyarakat telah memiliki solusi untuk memperbaiki  septic tank-nya,” ungkapnya.

                Plt Wali Kota Medan, Ir Syaiful Bahri Lubis berharap, workshop ini dapat memberikan hasil positif sehingga dapat mendorong  peningkatan akses septic tank individual  menuju pelayanan Sanitasi Terpadu Kota Medan. Mantan Kepala bappeda Kota Medan ini berharap, masyarakat harus menggunakan septic tank, terutama septic tank yang sesuai dengan standar SNI.

                Diingatkan Syaiful, tinja  itu merupakan racun yang harus dibuang melalui septic tank agar tidak mencemari lingkungan. “Jika seluruh masyarakat menggunakan septic tank, insya Allah Kota Medan yang kita cintai ini akan lebih bersih ke depannya. Dari lingkungan yang bersih ini akan lahir dan terbentuk generasi muda cerdas. Merekalah yang akan meneruskan estafet pembangunan di kota ini nantinya,” papar Syaiful.

                Workshop ini juga diisi dengan penyerahan sertifikat kepada perwakilan peserta yang berasal dari 7 kelurahan. Dilanjutnkan dnegan penyerahan maket kepada perwakilan dari  PDAM Tirtanadi Medan, Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Medan, Kodim 0201/BS, Bappeda Kota Medan, serta P2KP.(LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS