60619 KALI DIBACA

Buaya Dan Ular Berkentanyangan, Masyarakat Kluet Timur Menjadi Resah

Buaya Dan Ular Berkentanyangan, Masyarakat Kluet Timur Menjadi Resah
Camat Kluet Timur, Muriadi

Tapaktuan | Realitas – Masyarakat Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan di akhir tahun 2018 ini dilaporkan sangat resah, karena ada pelepasan buaya dan ular oleh pihak tertentu.

Beberapa orang masyarakat Kluet Timur melaporkan kepada media ini sepekan yang lalu, bahwa di daerahnya ada terjadi pelepasan hewan berkeledai (Buaya-red) dan Ular pada tempat-tempat tertentu.

Akibat dari itu katanya, kami selaku masyarakat yang terletak pada daerah perdalaman sudah mulai resah, karena hewan itu sudah memperlihatkan tubuhnya berkentayangan pada sungai-sungai dan rawa-rawa.

“Kami sekarang ingin pergi kesungai maupun rawa dan gunung sudah mulai hati-hati atau takut, sebab selama ini daerah kami tidak pernah terjadi demikian,” paparnya.

Mereka mengharapkan kepada pihak instansi terkait, untuk dapat menindak lanjuti keresahan masyarakat. Hewan ini bukan hewan sembarangan, tapi bisa-bisa membayakan bahkan akan menjadi korban terhadap masyarakat, katanya enggan disebutkan namanya di media ini.

Camat Kecamatan Kluet Timur, Muriadi berhasil di cegat seusai apel bersama memperingati hari jadi Aceh Selatan ke.73 di Taman Pala Indah Tapaktuan, Jumat (28/12/2018), terkait keresahan masyarakatnya, ia membenarkan kejadian itu.

Menurut pengakuannya, ia sudah menerima laporan dari sejumlah masyarakat, bahwa ada melihat buaya di sungai dan ular di rawa-rawa maupun di gunung.

Terang Muriadi, sejak di isukan informasi tersebut, masyarakatnya sudah takut bepergian kesungai maupun ke gunung ke kebunnya masing-masing.

Camat Muriadi, mengharapkan kepada pihak BKSDA Aceh Selatan maupun Provinsi Aceh, untuk dapat mengatasi keresahan masyarakat.

“Bila keresahan masyarakat tidak ditangani dengan serius, akan terjadi nantinya yang tidak kita ingini,” ujarnya.

Sekarang yang anehnya bila masyarakat pigi ke kebun, pada saat mau ngopi, mereka takut duduk santai di kebun mereka, bahkan ia terpaksa menaiki pohon kayu.

Belum lama ini menurut informasi yang di terima, ada beberapa tokoh masyarakat Aceh Selatan di undang ke BKSDA Provinsi Aceh, juga mempertanyakan kenapa pihak BKSDA melepaskan buaya dan ular di daerah kami.

Namun pihak BKSDA mengelak pertanyaan tersebut/membantah, bahwa pihaknya tidak ada melepaskan buaya dan ular, jawabnya singkat.

Sementara media ini belum berhasil menghubungi pihak BKSDA Aceh Selatan maupun Provinsi Aceh. (Zulmas/iqbal)

Subscribe

MEDIA REALITAS