24919 KALI DIBACA

Bocah Penemu Pohon Listrik asal Aceh Ini Sempurnakan Temuannya

Bocah Penemu Pohon Listrik asal Aceh Ini Sempurnakan Temuannya

Jakarta I Media Realitas- Naufal Raziq (15), penemu energi listrik dari pohon kedondong (Spondias dulcis Forst) berupaya terus menyempurnakan temuannya agar semakin bermanfaat dan berkelanjutan. Siswa kelas III Madrasah Tsanawiyah (MTS) Negeri Langsa Lama, Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam itu tengah mencari cara agar ada akselerasi daya pemulihan (recovery) energi listrik secara optimal.

“Saat ini energinya belum begitu stabil. Saya lakukan eksperimen dengan proses charging menggunakan baterai sebagai penyimpan daya sehingga energi siang hari dapat disimpan di baterai, dan pada malamnya energi dapat kembali digunakan untuk menghidupkan lampu,” ujar Naufal saat dtemui di Jakarta, Kamis (11/5).

Dari percobaan sebelumnya, menurut Naufal, kemampuan pemulihan pohon kedondong membutuhkan waktu lama. Saat ini, putra pertama tiga bersaudara pasangan Supriaman dan Deski itu, melakukan uji coba dengan proses penyimpanan energi dari pohon kedondong ke charger baterai, dan dari sana ke lampu atau mirip proses solar cell. “Saya berharap nyala lampu bisa stabil karena sebelumnya dari pohon ke lampu, energinya tidak stabil dan lama kelamaan drop. Sementara recovery alaminya lambat,” katanya.

Temuan energi listrik dari pohon kedondong yang biasa menjadi pagar halaman rumah warga di Langsa itu sederhana. Rangkaian terdiri dari pipa tembaga, batangan besi, kapasitor dan dioda. Temuan Naufal menghasilkan daya sebesar 0,5-1 Volt per elektroda yang dipasang pada rangkaian pohon kedondong.

Menurut dia, arus listrik yang dihasilkan sangat bergantung kadar keasaman pohon. Melalui beberapa perbaikan, pohon listrik itu telah menerangi puluhan rumah di Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Langsa untuk pencahayaan lampu malam hari. “Saya senang sekali dan bangga penemuan saya bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Naufal yang mengidolakan BJ Habibie dan penemu lampu pijar, Thomas Alva Edison, ini.

Menurut Naufal, proses penemuan energi listrik pohon kedondong cukup lama. Itu bermula saat dia membaca bahwa buah yang mengandung asam bisa menghantarkan listrik. “Awalnya saya uji coba pada buah kentang. Setelah itu, saya berpikir lagi, kalau buahnya mengandung asam berarti pohonnya juga mengandung asam. Akhirnya saya mulai melakukan eksperimen,” ujarnya.

Naufal juga pernah melakukan eksperimen pada pohon mangga dan ternyata tidak layak. Setelah itu, dia mencoba jenis pohon lainnya. “Akhirnya saya menemukan kedondong pagar yang kadar asam atau getahnya mampu menghantarkan listrik,” katanya.

Naufal mengaku, pengetahuan yang dimiliki tidak hanya dari sekolah, namun dukungan ayah yang membantu dalam percobaannya. “Kebetulan ayah bekerja di bidang elektronika. Sedikit banyak saya tahu alat-alat elektronik,” katanya.

Supriaman, ayah Naufal, mengatakan saat ini sejumlah pihak menjajaki kerja sama dalam pengembangan energi pohon listrik yang dikembangkan Naufal. Namun pihaknya mengembalikan persoalan tersebut kepada PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero). “Kalau mau kerja sama dengan Naufal, silakan berbicara dengan Pertamina EP karena aktivitas Naufal terkait pohon listrik ini juga berkat bantuan Pertamina EP Aset I Field Rantau,” ujarnya.

Supriaman juga mengucapkan terima kasih kepada Pertamina EP yang telah mendukung penemuan anaknya, termasuk dukungan beasiswa Naufal hingga kuliah. “Pertamina EP juga telah membantu pengurusan hak paten pembangkit listrik menggunakan pohon kedondong dari Kementerian Hukum dan HAM,” ujarnya.

Manajer Humas Pertamina EP, Muhammad Baron, mengatakan Pertamina EP Aset I Field Rantau membantu pengembangan energi listrik dari pohon kedondong menuju skala yang lebih besar, terutama untuk menerangi kampungnya yang belum tersentuh jaringan listrik. Apalagi Naufal memang berasal dari Tampur Paloh, dusun yang jauh di pedalaman pelosok Aceh.

Menurut Baron, kisah Naufal adalah kisah sukses sinergi antara Pertamina dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang memberikan solusi bagi permasalahan yang ada, yang perlu dicontoh oleh daerah-daerah lain di Indonesia.(beritasatu)

Subscribe

MEDIA REALITAS