31619 KALI DIBACA

BNNP Sumut Terbanyak Ungkap Kasus, Dua Puluh Persen Pegawai Lapas Positif Narkoba

BNNP Sumut Terbanyak Ungkap Kasus, Dua Puluh Persen Pegawai Lapas Positif Narkoba
Jpeg

example banner

MEDAN | Media Realitas-Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) mengungkapkan data yang mengejutkan. Dari 160 pegawai lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang ada di Sumut, dua puluh persen lebih atau 36 pegawai positif mengonsumsi narkoba.

Data ini diungkapkan saat menggelar konfrensi pers di lingkungan BNNP Sumut di kantor BNN Jalan Willem Iskandar Desa Medan Estate, Percut Seituan, Rabu (27/12) pagi. “Ada 36 pegawai Lapas di Sumut yang positif. Kemudian dilakukan rehab jalan atau rehab inap. Setelah direhab, pegawai lapas ditugaskan di Kanwil dan tak diizinkan kembali bertugas di Lapas,” ungkap Kabid Rehabilitasi AKBP Magdalena br Sirait SSi.

Lalu, lapas mana yang memiliki pegawai terbanyak positif narkoba? “Lapas Pancurbatu,” kata Magdalena.
Selain mengungkapkan itu, pertemuan kemarin juga memaparkan secara global prestasi BNNP Sumut. Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP Sumut AKBP Agus Halimudin SIK dan Kabag Umum/Plh Kepala BNNP Sumut Karjono SP itu memaparkan, selama 2017, BNNP Sumut dan kabupaten/kota berhasil mengungkap kasus narkotika terbanyak dari seluruh satuan kerja (Satker) BNN yang ada di Indonesia.

“Pada periode 2017, BNNP Sumut dan Kabupaten/Kota telah mengungkap 92 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 126, 2 tersangka ditembak mati karena melakukan perlawanan dan berupaya kabur saat hendak ditangkap,” kata AKBP Agus Halimudin.

Tambah Agus, barang bukti yang disita yakni ganja 6.039.69 gram, ekstasi 38.308 butir (98.83) gram dan 15.448,10 gram sabu. Juga membakar ladang ganja seluas 5 hektar di Madina. “Pengungkapan kasus narkotika yang kita lakukan merupakan pengungkapan kasus narkotika yang terbanyak dari Satker BNN yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Dalam rangka peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya dan meluasnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, BNN dan seluruh jajaran telah melakukan upaya Diseminasi Informasi (DI) serta Advokasi Kebijakan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba (AKPBAN).

Di Sumut, penyelenggaraan DI telah dilaksanakan sebanyak 1.474 paket kegiatan dengan jangkauan sebaran informasi diperkirakan sebanyak 4.201.091 penduduk Sumut atau 29.78% dari penduduk Sumut.

DI dilakukan melalui beberapa media diantaranya media konvensional, yaitu media sosialisasi yang bersifat tatap muka secara langsung. Media online, yaitu media sosialisasi melalui sarana media online berupa sosial media. Website dan media berbasis online yang tersedia lainnya, serta media penyiaran yaitu media sosialisasi melalui TV ataupun radio dan diseminasi informasi melalui vidiotron,” terangnya.

Ditambahkannya, penyelenggaraan AKPBAN bertujuan untuk mendorong pembentukan kebijakan yang akan memperluas jangkauan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Sumut.

“BNN juga telah mendorong 43 lembaga/instansi untuk membentuk kebijakan pembangunan berwawasan antinarkoba. Kebijakan yang dihasilkan tersebut merupakan bentuk kepedulian dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba,” paparnya.

Dalam rangka deteksi dini penyalahgunaan narkoba dilakukan tes urine terhadap pegawai pemerintahan, pegawai, pelajar dan elemen masyarakat. Tes urine telah dilaksanakan sebanyak 315 kali dengan jumlah peserta yang dites sebanyak 11.223 orang dan yang terindikasi positif sebanyak 52 orang,” jelasnya.

AKBP Agus Halimudin SIK mengakui bahwa tempat-tempat hiburan menjadi primadona peredaran narkoba. Untuk itu pihaknya akan melakukan pengawasan serius untuk meminimalisir obat-obat terlarang tersebut. (ibnu)

Subscribe

MEDIA REALITAS