40019 KALI DIBACA

BAPPEDA Aceh Gelar Pertemuan FGD Pengembangan Kelapa Aceh

BAPPEDA Aceh Gelar Pertemuan FGD Pengembangan Kelapa Aceh

Banda Aceh | Realitas – Forum Group Discussion (FGD) Pengembanga Kelapa Aceh yang di gelar BAPPEDA Aceh mendapat respon positif dari para peserta yang hadir, FGD ini di gelar Kamis (13/12/2018).

KETERANGAN GAMBAR: TARMIZI AGE (jas biru) Pembina Forum Kelapa Aceh hadir di Forum Group Discussion (FGD) Pengembanga Kelapa Aceh, yang di gelar Bappeda Aceh

 

Tarmizi salah satu peserta mewakili pelaku usaha kelapa, mengatakan keinginan tinggi orang ramai agar pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota agar memacu pembangunan sektor usaha rakyat, khususnya kelapa terus meningkat, hal ini dilihat dari semangat peserta yang menyampaikan sejumlah argumennya, pada FGD Pengembangan Kelapa Aceh, ujar Tarmizi yang juga Pembina Forum Kelapa Aceh.

Pertemuan Forum Group Discussion (FGD) Pengembanga Kelapa Aceh ini di buka dan di pimpin oleh Kasubbid Industri, Perdagangan dan Pariwisata Bappeda Aceh Roby Anandra, S.Pi, M.Sc, mewakili Kepala Bappeda Aceh, ujar Tarmizi yang juga di beri kesempatan untuk menyampaikan gagasannya meyangkut kelapa.

Di sampaikan Tarmizi Pemerintah Aceh melalui Bappedanya harus komit memajukan perkebunan kelapa dan industrinya, sekaligus menyelesaikan kendala-kendala yang di alami petani dan pengusaha, termasuk infrastruk jalan di kawasan industri di Cot Batee Geulungku yang hingga kini belum terpeduli oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen, walaupun disitu sudah lama ada ada pabrik kelapa, harap Mukarram nama akrab Termizi sering dipanggil.

Robby yang di dampingi oleh Samsuar, SE, M.Si selaku Koordinator Tim Roadmap Pengembangan Kelapa Aceh, mengatakan untuk meningkatkan pengembangan, penghasilan dan pendapatan petani kelapa, bisa saja dengan membangun industri (pabrik), yang menjadi masalah bagi pemerintah selalu siapa yang bisa yang bisa menjadi pengelola, dan juga mengusai tentang kelapa hingga bisa memajukannya, jelas Tarmizi Age yang juga Humas PT Buana Aceh Sejahtera (BAS).

PT Buana Aceh Sejahtera (BAS) adalah sebuah perusahaan yang khususn menjalankan bisnis kelapa di Kabupaten Bireuen, bertempat di Cot Batee Geulungku Kecamatan Pandrah, Bireuen.

Dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Kelapa Aceh tersebut, tenaga ahli Roadmap memaparkan hasil penelitian Tim yang dipaparkan oleh DR. M. Ikhsan Sulaiman, M.Sc dari Fakultas Pertanian Unsyiah.

Dikatakan DR. M. Ikhsan Sulaiman, 75 persen kelapa Aceh dijual dalam bentuk kopra yang nilai tambahnya sangat kecil, sehingga tidak mensejahterakan petani kelapa.

Akibatnya, banyak petani tidak lagi merawat tanaman kelapanya, bahkan memotong dan dikonversi menjadi tanaman sawit, ujarnya.

Jika Aceh mampu mengolah kelapanya dengan teknologi menjadi produk kreatif dan inovatif maka kelapa akan mampu mengentaskan kemiskinan di daerah pesisir, sebut Ikhsan.

Keadaan ini perlu keseriusan dan kerja keras semua pihak untuk memanfaatkan potensi kelapa Aceh yang sudah tersedia ditanam para orang tua kita yang kini luasnya mencapai 106 ribu hektar yang menyebar di seluruh Aceh, jelas Ikhsan.

Lebih lanjut dipaparkan bahwa satu hektar kelapa jika diolah dengan baik mampu mendatangkan pendapatan hingga 20 ribu dolar pertahun, rincinya.

Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Kelapa Aceh ini di hadiri oleh delapan Kabupaten, yaitu Aceh Besar, Bireuen, Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Utara, Aceh Timur dan Simeulue. (M.Reza/iqbal)

Subscribe

MEDIA REALITAS