27419 KALI DIBACA

Banyak Lalat Dikampung, Polsek Manyak Payed Gelar Musyawarah Warga Dan Pengusaha Ayam Potong

Banyak Lalat Dikampung, Polsek Manyak Payed Gelar Musyawarah Warga Dan Pengusaha Ayam Potong
Polsek Manyak Payed bersama warga dan Pengusaha ayam potong sedang melakukan musyawarah

 

Manyak Payed I Realitas – Banyak lalat dikampung, Polsek Manyak Payed gelar musyawarah warga dan pengusaha ayam potong.

Demi menghindari keributan antara warga dan pengusaha Peternakan Ayam potong di tiga desa, Polsek Manyak Payed dan muspika Manyak Payed melakukan musyawarah di Balai Pengajian Desa Bukit Paya, Kec Manyak Payed, Kab Aceh Tamiang, Rabu (05/09/2018).

Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa SIK melalui Kapolsek Manyak Payed IPDA Ridho Rizky Ananda, S.T.K menjelaskan, dilakukannya musyawarah ini dikarenakan keluhan masyarakat yang terkena imbas banyaknya lalat yang menghinggapi rumah warga yang ada di tiga Desa yaitu Desa Bukit Paya, Desa Bukit Panjang II dan Desa Paya Ketenggar.

Polsek Manyak Payed beserta rombongan mendatangi tempat peternakan ayam potong tersebut

“Pada saat di lakukan musyawarah, masyarakat meminta kepada Muspika dan pengusaha Ayam Potong Milik Risna Wati Lubis warga Desa Mesjid, Kec Bendahara, Kab Aceh Tamiang agar Menutup usahanya dan tidak Beroperasi Lagi, karena Hama Lalat sangat Mengganggu Kenyaman dan kesehatan warga,” kata Kapolsek.

Salah satu warga mengatakan, sebelum beroperasi usaha ayam potong tersebut sudah dibuat perjanjian antara pemilik usaha dengan masyarakat sekitar, ternyata kesepakatan tersebut tidak sesuai dengan perjanjian sebelumnya, maka dari itu, masyarakat merasa terganggu dan meminta menutup usaha ternak ayam tersebut.

“Setelah di lakukan pengecekan, ternyata Ijin Legalitas usaha ayam potong atas nama Buk Risna Wati Lubis tidak Lengkap, maka untuk sementara usaha ayam potong tersebut sebaiknya di hentikan dan tidak boleh beroprasi lagi” ucap Kapolsek dalam musyawarah tersebut.

“Dan kalaupun memang ijinnya sudah ada dan lengkap, maka usaha ternak ayam potong tersebut boleh beroperasi lagi, itupun harus ada persetujuan dari masyarakat sekitar, sehingga usaha tersebut tidak menimbulkan permasalahan di masyarakat sekitar” tutup Kapolsek Manyak Payed IPDA Ridho.(trb/Feri)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS