73819 KALI DIBACA

Bangunan Sentral Kuliner Perikanan Aceh Selatan Ambruk Kedasar Lantai

Bangunan Sentral Kuliner Perikanan Aceh Selatan Ambruk Kedasar Lantai

ACEH SELATAN | REALITAS:Satu buah pembangunan Sentra Kuriner Perikanan Kabupaten Aceh Selatan, yang hampir rampung dikerjakan oleh kontraktor hanya tinggal pinisingnya lagi, tiba-tiba besi penyangga atap ambruk ke lantai.

Akibat daro itu, banyak masyarakat berbagai kalangan maupun LSM menjadi pertanyaan yang cukup siknifikasi, ada apa itu bangunan mau rampung dikerjakan oleh rekanan, besi penyangga atap bisa ambrup kelantai.

Disini berat dugaan, pembangunan tersebut dikerjakan asal jadi, bila tidak tak mungkin roboh sebagaimana kenyataan dilapangan, kata Pemerhati Lingkungan Aceh Selatan, Sarbunis.

Seraya Sarbunis menambahkan, untung saja bangunan tersebut belum difungsikan, bila sudah difungsikan bila terjadi demikian sudah mengakibatkan korban manusia, paparnya.

Sarbunis berharap kepada kontraktor yang melakukan pekerjaan, supaya bila dibangun kembali, hendaknya dipakai pekerjanya orang yang ahli dibidang itu, fungkasnya lagi.

Pembangunan tersebut berlokasi di Taman Pala Indah Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, dengan nilai kontrak Rp.1,4 Milyar itu dengan sumber dana APBN murni tahun 2017 tahun lalu, yang dikerjakan oleh perusahaan CV Dia Karya Banda Aceh, yang direkturnya Mukminin. Dan pengawasnya CV Bisvak Konsultan.

*Sudak melebihi spek

Konsultan Pengawas Hasdar Wijaya didampingi Kabid Bina Usaha Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Lukman, SH di hubungi, Selasa (20/2/2018) secara terpisah, mengakui bangunan Sentral Kuliner Perikanan hampir rampung dibangun hanya tinggal pinisingnya lagi, tiba-tib ambrup di terpa angin kencang dan hujan deras.

Menurut keterangan Hasdar Wijaya, patahnya tiang besi Viva Gelpalis itu beserta ambruknya atap berbentuk terpal payung Masjid Baiturrahman Banda Aceh itu, dikarenakan dihantam angin kecang dan hujan deras pada hari Sabtu (22/1/2018) malam Minggu. Kemudian terjadi lagi Minggu (10/2/2018) malam Senin.

Ia mengaku yang mengelas pipa ditiang penyangga tersebut, teknis buatan tenda itu dari Jakarata. Menurut hemat mereka (Pengawas-red) lasnya kurang bagus, dan saya sudah menegus pekerjaan dan ia mengakui kesalahan, alasannya buru, katanya.

Pada hal spek itu sudah sesuai bahkan sudah melebihi ukuran mili besi pipa tersebut.

Kejadian ini sudah ditinjau oleh BPK Pusat, kebetulan orang itu sedang berkunjung dalam pekerjaan Sentral Kuliner Perikanan, yang ada di Provinsi Aceh.

Menurut Konsultan Pengawas, Hasdar Wijaya, pihak kontraktor bersedia membangun kembali, apalagi proyek itu masih dalam pemeliharaan, ucapnya.

*Penerima manfaat

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Cut Yusminas, APi, M.Si dihubungi melalui saluran selulernya, ditanya terkait dengan robohnya atap bangunan tersebut, ia mengatakan bahwa kami hanya sebagai penerima manfaat saja. Dan tidak serta merta baik itu tendernya maupun pekerjaan, hanya kita menyediakan lokasi pembangunan.

Apalagi dananya bersumber dari APBN murni Pusat, dan merupakan program Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan, katanya singkat.(MR.ZULMAS)

Subscribe

MEDIA REALITAS