35019 KALI DIBACA

Atasi Banjir, Randiman Panggil Mantan Pejabat

Atasi Banjir, Randiman Panggil Mantan Pejabat

example banner

Medan  | mediarealitas

Banjir setiap turun hujan adalah momok bagi warga kota Medan. Untuk mengatasi agar tidak banjir, Pj.Walikota Medan Drs. Randiman Tarigan MAP, mengundang para mantan pejabat yang perna menduduki jabatan sebagai kepala Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum kota Medan.

Hal itu dilakukannya Sabtu, (31/10) di Rumah Dinas Walikota Medan. Randiman berharap, dengan segudang pengalaman yang dimiliki, mereka dapat memberikan masukan untuk  mengatasi persoalan banjir maupun genangan air yang acap kali menerpa Kota Medan setiap kali hujan deras turun.

Hadir pada kesempatan itu, Maulana Pohan (mantan Kepala Bappeda & Wakil Wali kota Medan), Budi Sinulingga (mantan Kepala Bappeda Kota Medan & Sumut), dan Sehat Kaloko (mantan  Kadis PU Kota Medan).  Randiman pun berharap mereka ikut membantu mengatasi banjir dan genangan air . Apalagi musim penghujan baru dimulai di Kota Medan dan diprediski akan berlangsung sampai Desember mendatang.

Pertemuan dengan mantan pejabat tersebut, Pj Wali Kota turut didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbag), Qamarul Fatah, Kadis Bina Marga, Khairul Syahnan, Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan, Syampurno Pohan), Kabag Administrasi Pemabngunan, Ahmad Basaruddin serta seluruh kepala bidang di  Dinas Bina Marga Kota Medan.

Menurut  Randiman, masukan-masukan dari mantan pejabat ini langsung ditindaklanjutinya, terutama hal-hal yang menjadi skala prioritas sehingga mampu mengurangi banjir dan genangan air yang terjadi. Meski  jabatannya sebagai Pj Wali Kota Medan singkat namun mantan Kadispenda dan Pertamanan Kota Medan ini memberikan yang terbaik bagi warga Kota Medan.

“Untuk itu saya berharap melalui pertemuan ini, bapak-bapak mantan pejabat dapat memberikan masukan, terutama langkah yang dilakukan secepatnya dalam mengatasi persoalan banjir dan genanagan air yang  selama ini kerap melanda Kota Medan setiap hujan deras turun. Saya  ingin meninggalkan yang baik untuk kota tercinta ini,” kata Randiman.

Di pertemuan itu, Budi Sinulingga mengungkapkan, salah satu penyebab terjadinya banjir maupun genangan air di Kota Medan, selain banjir kiriman, juga akibat terjadinya penyempitan penampang sungai yang melintasi Kota Medan, salah satunya Sungai Babura lantaran dihuni masyarakat. Karenan itu perlu dilakukan relokasi seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan menyedia  rumah bagi warga yang direlokasi.

Selain relokasi, Budi juga mengingatkan perlu dilakukan pengawasan lanjutan secara ketat sehingga bangunan di sepanjang bantaran sungai tidak bertambah. “Pengawasan ini harus melibatkan lurah.  Untuk melakukan pengawasan, lurah harus mengetahui batas-batas mana yang tidak diperkenankan untuk berdirinya bangunan!” ungkap Budi.

Tambah Budi lagi, diikuti dengan pemeliharaan dengan melakukan pengorekan drainase maupun parit-parit. Untuk itulah Budi minta kepada Dinas Bina Marga untuk segera melakukan pengorekan drainase maupun parit yang saat ini banyak tersumbat akibat mengalami sendimentasi oleh sampah maupun lumpur.

Pasukan Katak

Budi optimis jika masukannya ini ditindaklanjuti, mampu mengurangi  banjir maupun genangan air yang terjadi. Sedangkan untuk mengatasi banjir secara keseluruhan, Budi mengatakan harus dilakukan normalisasi sungai, termasuk beberapa saluran-saluran primer serta disediakannya pompa-pompa.

                Selanjutnya menurut Maulana Pohan, salah satu pemicu banjir akibat kurangnya perawatan drainase maupun parit sehingga air tidak dapat mengalir ke saluran yang telah disediakan. Di samping itu terjadinya penutupan permukaan parit maupun drainase. Akibatnya begitu hujan deras turun, air tidak masuk parit maupun drainase sehingga menggenangi  jalan. Salah satu yang dicontohkan Maulana, penutupan permukaan parit oleh pemilik plaza bangun-bangunan di kawasan Ring Road.

Sedangkan Sehat Kaloko, minta kepada Pj Wali Kota untuk langsung melakukan perawatan setelah proyek drainase selesai dibangun. Artinya, jangan tunggu sampai lama baru dilakukan perawatan karena hasilnya tidak akan maksimal. Selanjutnya Kaloko juga mengusulkan diaktifkannya kembali pasukan katak.

“Pasukan itu bertugas untuk mengecek titik genangan air yang terjadi pada saat hujan deras turun dan mengatasinya. Mereka bekerja setiap hujan deras turun dan mencari dimana terjadinya titik-titik genangan air dan mengatasinya. Pasukan katak ini   saya pakai ketika masih menjabat sebagai Kadis PU Kota Medan dan hasilnya pun memuaskan,” jelas Kaloko.

Setelah menerima masukan dari sejumlah mantan pejabat tersebut, Pj Wali Kota selanjutnya minta kepada Kadis Bina Marga untuk segera menindaklanjuti apa yang menjadi saran dalam pertemuan tersebut. Jika sudah ada anggaran untuk perawatan drainase maupun perbaikan jalan rusak,harus segera dikerjakan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perawatan drainase dan perbaikan jalan rusak menjadi skala prioritas yang secepatnya kita kerjakan. Sebab, kondisi drainese kita saat ini sangat memprihatinkan karena dipenuhi tanah dan sampah. Begitu juga dengan jalan kota, banyak yang rusak sehingga harus dilakukan perbaikan secepatnya,” jelas Randiman.

Selanjutnya menyikapi terjadinya tumpang tindih dalam perbaikan jalan dengan Dinas Bina Marga Provinsi Sumut dan Dinas Tarukim Sumut,  Randiman segera mengundang kedua dinas itu untuk membicarakannya sehingga pekerjaan yang dilakukan bisa sinergi.  Termasuk, mengatasi kerusakan jalan yang disebabkan pemasangan pipa air limbah

Subscribe

MEDIA REALITAS