83119 KALI DIBACA

Asimilasi Tidak Diberikan, Istri Napi Minta Kembali Uang Dari mantan KA Rutan Bireun

Asimilasi Tidak Diberikan, Istri Napi Minta Kembali Uang Dari mantan KA Rutan Bireun

Bireuen I Media Realitas -Salahsatu keluarga narapidana yang menghuni rumah tahanan negara (Rutan) Blang Pidie meminta uangnya senilai 60 juta agar dikembalikan oleh Kepala Rutan Sigli Irfan Riandi.

Ita Ariani (24) Desa Jangka Masjid Kec. Jangka Kab. Bireuen menceritakan jika dirinya sekitar tanggal 19 November 2016 memyerahkan uang sebanyak 100 juta kepada Irfan Riandi yang saat itu masih menjabat sebagai karutan bireuen kabupaten BIREN

Dengan ditemani oleh Syafri Syamaun (abang kandung) dan Ralia Jafar (Ibu Kandung) sekiranya pukul 12:00 WIB, Ita Ariani menyerahkan uang tersebut berikut sertifikat tanah pada  Irfan riandi diruang kerjanya dirutan bireuen.

Uang sebanyak 100 juta tersebut menurut ita diminta oleh irfan riandi yang saat ini menjabat sebagai karutan sigli dalam rangka untuk mempermudah mendapatkan izin asimilasi untuk suaminya Syafrizal Abdullah (36) terpidana 6 tahun 1 bulan dalam kasus narkotika.

Masih pada hari yang sama,pasca penyerahan uang 100 juta pada irfan riandi,syafrizal suami ita lansung mendapatkan izin asimilasi ditandai dengan diberikannya surat izin asimilasi kepada ita dengan pengawalan dua orang petugas dari anggota Kodim dan Polres Bireuen waktu itu.

Baru beberapa bulan menjalani asimilasi dengan bekerja sebagai pembeli kelapa,sekiranya tanggal 12 Maret 2016 lalu syafrizal dihubungi oleh karutan sigli irfan riandi meminta agar suami ita ini segera kembali ke rutan sigli sebut salah seorang keluarganya.

Setibanya di rutan sigli syafrizal diminta masuk ke rutan sigli untuk sementara waktu,oknum karutan sigli beralasan akan adanya pemeriksaan dari Kantor Wilayah ke rutan sigli.

Setelah menghuni dua bulan rutan sigli akhirnya syafrizal dikembalikan ke rutan bireuen,belakangan baru diketahui jika syafrizal masih tercatat sebagai rutan bireuen,pemindahannya ke rutan sigli tanpa persetujuan pihak kanwilkumham aceh.

Dua bulan menghuni rutan bireuen akhirnya syafrizal dipindahkanka  kembali ke rutan blang pidie,pihak keluarga yang mengetahui hal ini lansung mempertanyakan terkait kesepakatan yang pernah dijanjikan oleh oknum karutan sigli.

Menurut ita dirinya beberapa minggu lalu pernah menemui karutan sigli diruang kerjanya berjanji akan mengembalikan uang ita 75 juta dalam beberapa hari kemudian sedangkan sisanya uang tersebut telah di berikan pada fauzi.

“Waktu saya datang ke rutan sigli 2 minggu lalu,pak irfan janji kembalikan uang saya 75 juta sedangkan 20 juta lagi disuruh minta sama pak fauzi pegawai dirutan bireuen,waktu saya jumpai pak fauzi katanya cuma 10 juta yang ada dikasih sama pak irfan itupun sudan abis dibagi-bagi “,ungkap ita pada redaksi,Minggu (28/5)

Bukan itu saja saat ita bertemu irfan dirutan sigli, sang karutan tersebut sempat menyebutkan uang miliknya juga ada diberikan kepada petugas pengawalan dari intel kodim bireuen bernama Adi Boy sebanyak 20 juta dan Yudha anggota satres narkoba polres bireuen 20 juta.

Beberapa hari kemudian tepat tanggal 12 Maret 2017 oknum irfan mengembalikan uang sebanyak 15 juta sedangkan sisanya oleh oknum karutan sigli diminta untuk bersabar.

Sejak itu ita mengaku setiap menghubungi nomor ponsel karutan sigli tidak lagi diangkat dan terkadang saat dihubungi selalu ditolak,bahkan dirinya telah beberapa kali melayangkan pesan singkat yang berisi pertanyaaan kapan uang sisa tersebut dikembalikan namun tidak pernah mendapat balasan ataupun jawaban.

“Yang ada dikembalikan Cuma 15 juta,selebihnya kata pakmirfan disuruh sabar, Entah berapa kali sudah saya hubungi tapi tidak pernah diangkat teleponnya,malah di riject saat saya telpon,begitu juga berkali-mali saya sms tanya kapan uang saya dikembalikan, dibalas sama pak irfan “ Aku Sudah Bantu Kalian tapi Aku yang Jadi Korban Sekarang “ beber ita menirukan isi pesan singkat yang dikirimkan irfan ke telpon selulernya.

Menurut ita uang sebanyak 100 juta yang diserahkan kepada irfan berasal dari penjualan satu unit rumah miliknya seharga 70 juta,hasil penjualan satu unit sepeda motor scopy milik adiknya seharga 15 juta dan uang utang dari makciknya 15 juta.

Sementara itu Karutan Sigli Irfan Riandi yang dihubungi wartawan membenarkan dirinya telah menerima uang senilai 100 juta dari ita terkait pemberian izin asimilasi napi safrizal yang saat ini menghuni rutan blang pidie.

Menurut irfan,uang sebanyak 100 juta tersebut bukanlah untuknya sendiri namun telah dibagi-bagikan pada Fauzi petugas rutan bireuen dan kepada petugas pengawalan yakni satu orang dari kodim dan satu orang dari polres bireuen.

“Benar tapi uang itu bukan untuk saya sendiri tapi saya berikan juga untuk si fauzi petugas rutan bireuen ,terus untuk orang yang kawal napi itu dari anggota kodim dan polres bireuen “,ungkapnya.

Namun saat redaksi menanyakan kapan sisa uang milik istri napi syafrizal dikembalikan,sang karutan sigli beralasan tidak akan mengembalikannya disebabkan uang tersebut bukan habis padanya semua dan uang tersebut tidak diminta olehnya namun diberikan oleh keluarga napi tersebut tanpa permintaan.

Kakanwil Kumham aceh Gunarso kepada sejumlah wartawan di depan kantor rutan Kuala simpang usai HUT Lapas menyebutkan pihaknya akan membentuk tim dalam kasus kasus nakalnya Kalapas dan Karutan di aceh akan ditindak tegas.

Sementara itu Ketua Lembaga Pengawasan dan Advokasi Publik RI ( LPAPRI ) Ibnu Hajar SH meminta menteri Kumham untuk segera evaluasi kinerja Kakanwil Kumham Aceh dan kadiv Pas karena sudah membiarkan kejatuhan kepala rutan dan Lapas di aceh.

Menurut Ibnu Hajar bukan hanya membiarkan napi yang terlibat narkotika saja diluar tetapi banyak napi dan keluarga napi yang diperas oleh oknum Kalapas dan rutan di aceh.

Pak menteri Kumham RI dan Dirjen lapas diminta jangan tutup mata dalam kasus ini sudah banyak sekali kejahatan yang dilakukan dan membiarkan kejahatan di jajaran Kumham di aceh ujar Ibnu Hajar.

Kalapas Sigli saat ini Irfan kita minta segera di copot dan diperiksa kejahatan nya sejak di Lapas bireun sampai rutan Sigli.

Evaluasi kembali napi dari bireun kasus borkotika dan rutan Sigli Dimana napi napi yang di biarkan di luar saat ini tanya Ibnu Hajar sambil menutup keterangannya.
(Hai)

Subscribe

MEDIA REALITAS