285419 KALI DIBACA

Di Duga Anggaran Pendidikan Kabupaten Bireuen Dituding Jadi Ladang Korupsi

Di Duga Anggaran Pendidikan Kabupaten Bireuen Dituding Jadi Ladang Korupsi

Bireuen I Realitas – Meski setiap tahun ratusan miliar rupiah anggaran yang dikucurkan untuk membiayai pendidikan di Kabupaten Bireuen, namun prestasi dalam peningkatan kualitas dan mutu pendidikan, belum memperlihatkan hasil nyata.

Bahkan, Aceh secara umum di Indonesia berada diurutan bawah.

Lalu, Bireuen dikabarkan diposisi 18 dari 23 Kabupaten/Kota se Aceh.

Jadi terbayangkan, betapa terperosoknya mutu dan kualitas pendidikan di wilayah itu.

Ironisnya, keterpurukan tersebut jelas tidak sepadan dengan anggaran yang telah dikucurkan melalui berbagai sumber baik APBK, APBA, APBN melalui bermacam ragam program kegiatan.

Terutama, dana-dana untuk peningkatan fisik dan non fisik, guna mendukung dunia pendidikan.

Namun, kenyataannya setiap tahun masyarakat tetap terbeban, saat menghadapi tahun ajaran baru.

Bukan hanya mempersiapkan kebutuhan utama pelajar, tapi pungli yang merajalela disekolah mulai PAUD hingga SLTA, juga harus dihadapi agar dapat bersekolah.

Sejumlah kalangan di Bireuen menuding jika pihak pemerintah daerah, salah mengurus dan dianggap gagal membangun pendidikan.

Tak hanya persoalan kualitas, berbagai polemik dan masalah yang terjadi serta bermuara kearah korupsi, juga mewarnai dunia pendidikan di Kabupaten Bireuen.

“Kami prihatin melihat kenyataan buruk ini, mulai pengelolaan sekolah PAUD, hingga SLTA semua jadi ladang korupsi.

Dengan mudahnya mereka menggerogoti anggaran, secara sistematis untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya” tegas Edo.

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh tokoh pemuda Samalangga Yusri dia mengaku keterpurukan pendidikan akibat pejabat hanya fokus Project Oriented (memikir proyek-red).

Mulai BOP PAUD, dana BOS, tunjangan sertifikasi guru, program pelatihan, tunjangan guru desa terpencil dan bantuan lainnya.

Nyaris ludes disikat penjahat kerah putih itu, yang bekerja secara sistemik menjarah uang rakyat secara terstruktur.

Belum lagi, ribuan macam proyek pengadaan fisik, alat peraga edukasi, untuk kebutuhan ratusan sekolah dari seluruh jenjang pendidikan.

Termasuk, pendidikan luar sekolah yang jadi bagian permainan oknum Pejabat Dinas terkait bersama legislatif selama ini,”Anggaran pendidikan di Bireuen itu luar biasa besar, seharusnya tidak terpuruk begini.

Tapi, jika dijarah secara berjamaah oleh penguasa dan pejabat tamak, berapapun uang yang ada, kita tak akan mampu bangkit,” sebutnya.

Berdasarkan hasil pengumpulan informasi Media Realitas, yang menjadi objek empuk para koruptor berdasi itu.

Ditambah lagi, permainan proyek pengadaan APE pembangunan fasilitas gedung sekolah dan peunjang, serta tarik ulur kepentingan politik, untuk menguasai “kue” pembangunan itu.

Apalagi sudah menjadi rahasia umum, jika anggaran pendidikan secara Nasional ikut mengalir ke parpol, melalui peran kader di legislatif. (reza)

Subscribe

MEDIA REALITAS