43619 KALI DIBACA

Akmal Ingatkan ASN Dan Keuchik di Abdya Jauhi Korupsi

Akmal Ingatkan ASN Dan Keuchik di Abdya Jauhi Korupsi

Blangpidie | Realitas – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipir Negara (ASN) baik dari pejabat eselon II, III dan IV dijajaran Pemkab setempat untuk senantiasa menjauhi praktik korupsi.

Hal itu juga berlaku untuk sejumlah Kepala Desa (Geuchik) dalam Kabupaten Abdya yang mengelola dana desa.

Bupati Akmal usai menandatangani surat keputusan tentang pembentukan dan penunjukan pejabat penanggung jawab Klinik Hukum Aparatur Sipil Negara di Abdya itu, menyampaikan, bahwa pemerintah berkewajiban untuk memecat pegawainya kalau terlibat korupsi.

“Enak tidak enak, suka tidak suka harus dilakukan karena begitulah aturannya, maka sebelum itu terjadi harus dicegah dulu,” ungkapnya.

Dikatakan Akmal, ada cara paling gampang untuk mencegah itu, semua perkerjaan itu harus dilakukan dengan terbuka kepada bawahan jangan sampai bekerja sendiri-sendiri, apalagi secara diam-diam.

Perlu diingat, kalau ada atasan memberi arahan hingga melawan hukum jangan laksanakan karena segala resiko akan menimpa individu atau palaksannya.

Jangan saudara lakukan tapi juga jangan saudara diam.

Komunikasikan kepada pimpinan tertinggi dan konsultasi ke klinik hukum, tuturnya dalam acara pembukaan Edukasi Hukum tentang Optimalisasi Birokrasi Taat Azas dan Hukum di Aula Gedung DPRK Abdya, Kamis (20/12/2018).

Akmal mengemukakan kalau mencegah korupsi itu sangat-sangatlah mudah, caranya sederhana sekali.

Seorang pejabat tinggal menganalisa sendiri apakah sebuah pekerjaan itu bermasalah atau tidak.

“Kita tinggal menyadari saja, apakah saya korupsi atau tidak, intinya, cegah dari diri kita sendiri dulu,” ujarnya dihadapan ratusan pejabat dan ratusan Geuchik serta bendahara desa di Abdya.

Selain mengingatkan para pejabat di Abdya, Bupati Akmal juga mengultimatum para keuchik dalam pengelolaan dana desa agar tidak terjerat dengan hukum.

Pasalnya, sudah ada satu kasus di Abdya yang bahwasanya Geuchik menjadi tersangka gara-gara bermasalah dengan dana desa.

“Selaku pimpinan saya sudah berkali-kali mengingatkan Keuchik Geulanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee, akan tetapi, semua itu sudah berakhir dan kerugian negara juga tidak bisa ditolerir sehingga penyidik telah menetapkan keuchik tersebut jadi tersangka,” ujarnya.

Ini menjadi pelajaran untuk Geuchik lainnya di Abdya agar berhati-hati mengelola dana desa.

Apalagi baru-baru ini, Inspektorat telah melaporkan banyak keuangan yang bermasalah ditingkat desa.

“Maka dari itu, saya ingatkan keuchik jangan coba-coba bermain curang, kalau sudah terjerat resiko tanggung sendiri,” pungkas Akmal.

Jadi klinik hukum ini akan dipegang oleh orang-orang yang kridibelitasnya sangat bagus dan telah teruji.

Para pejabat maupun keuchik silahkan melakukan konsultasi ketempat ini, tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Dalam acara itu juga dihadiri Ketua DPRK Zaman Akli perwakilan unsur Forkompinkab, Ketua PN Blangpidie Zulkarnaini SH MH, Sekda Abdya Drs Thamren, para Asisten, Staf Ahli, para Kepala SKPK dan ratusan pejabat baik dari eselon III dan IV termasuk para Kepala Desa yang notabenya selaku pengguna anggaran. (Syahrizal/iqbal)

Subscribe

MEDIA REALITAS