76619 KALI DIBACA

Akibat Penimbunan Sungai Warga Jambo Lubok Protes PT.Medco E&P

Akibat Penimbunan Sungai Warga Jambo Lubok Protes PT.Medco E&P

example banner

Aceh Timur I Realitas – Warga desa jambo lubok, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, melakukan aksi protes atas pengerjaan jembatan darurat dan pemasangan pipa di jalan ROW sampai menutupi sungai , hingga air sungai Krueng Alue Ie Mirah terhambat dan tergenang air , di saat musim hujan , akibat tergenang air kebun warga desa Jambo Lubok tidak bisa melakukan aktivitas deres karet di kebunnya.

Warga juga menuntut agar jalan desa yang telah rusak akibat mobilitas kenderaan perusahaan PT.Medco E&P Malaka untuk segera di perbaiki, karena beberapa waktu yang lalu jalan tersebut sudah di rehap oleh warga dengan dana desa ADG.

Kemudian warga Jambo Lubok juga menuntut perusahaan untuk segera mengembalikan sungai sebagaimana mestinya , Kamis (08/02/2018).

Sejumlah warga Jambo Lubok yang kebunnya tergenang , bersama Keuchik Gampong  turun ke jalan ROW melakukan aksi protes kepada PT Medco E&P Malaka agar mengembalikan sungai sebagaimana mestinya, akibat pemasangan pipa tanah galian dibuang ke sungai, hingga aliran sungai menyempit dan air sungai terhambat.

Menurut warga Akibat terhambatnya air sungai, disaat musim hujan air tergenang ke kebun warga yang berdekatan dengan sungai tersebut, sebagaimana di ketahui bahwa mata pencaharian utama warga Jambo Lubok adalah petani kebun karet , kalau kebunnya tergenang dan tidak dapat melakukan aktivitas menderes, maka akan terhambat juga perekonomian kami untuk menghidupi keluarga, menuntut perusahaan untuk mengembalikan sungai sebagaimana mestinya seperti semula, agar aliran air sungai lancar seperti sebelumnya.

Kemudian warga juga menutut perusahaan agar jalan yang telah rusak akibat mobilitas kenderaan perusahaan yang mengangkut material untuk segera di perbaiki.

Menurut Keuchik Jambo Lubok bahwa jalan tersebut beberapa waktu yang lalu sudah di rehap dengan menggunakan Anggaran Dana Desa, akibat mobilitas kenderaan perusahaan mengangkut material menggunakan jalan desa beberapa badan jalan telah rusak , maka kami mengharapkan kepada perusahaan untuk memperbaiki kembali.

Humas PT Medco E&P Malaka yang berada di lokasi jembatan tersebut saat di konfirmasi tentang tuntutan warga gampong Jambo Lubok, mereka mengatakan tidak dapat memberikan keterangan apa-apa kerena semua permintaan warga akan kita laporkan dulu ke management perusahaan dan nanti merekalah yang akan memberi keterangannya.

Syaiban warga gampong Jambo Lubok menyatakan, kami mendesak keuchik untuk turun ke lokasi jembatan ini untuk menyaksikan langsung bahwa sungai telah di timbun, hingga aliran sungai menyempit, beberapa waktu yang lalu kebun kami tergenang air dan beberapa hari baru surut, itu karena hujan berhenti, seadainya hujan terus menerus kami sama sekali tidak dapat menderes.

kemudian jalan desa yang kami pergunakan hari-hari untuk ke kebun telah rusak, akiabat mobilitas pengakut material perusahaan, maka kami menuntut perusahaan untuk segera di perbaiki,’’Ungkap Syaiban.

Murtala keuchik Gampong Jambo Lubok mengatakan , sebenarnya dalam undang-undang tidak dibenarkan mobilitas perusahaan menggunakan jalan desa tanpa seizin pihak terkait, sampai saat ini saya telah menyurati perusahaan untuk tanggapan perbaikan jalan yang telah rusak di gunakan oleh perusahaan, akan tetapi sampai saat ini belum ada jawaban , kemudian saat di gunakan jalan tersebut tanpa koordinasi dengan saya.

Di samping itu juga warga gampong menyampaikan keluhannya bahwa perusahaan telah menimbun sungai hingga aliran air sungai terhambat, maka yang menjadi masalah adalah disaat musim hujan kebun warga tergenang air dan lama sekali surutnya hingga warga tidak bisa menderes.

Jadi hari ini kita turun melakukan protes terhadap perusahaan PT. Medco E&P Malaka untuk segera yang pertama mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya seperti awal, agar aliran sungai bisa lancar dan aktivitas warga tidak terganggu.

Kemudian yang kedua membongkar jembatan darurat yang telah tersumbat dan yang ketiga perbaiki jalan yang telah rusak akibat mobilitas perusahaan mengunakan jalan desa,’’Ungkapnya dalam tuntutan warga

1) angkat kembali tanah buangan galian pipa dari sungai
2) bongkar dan tinggikan jembatan darurat karena juga akan hambat arus sungai
3) perbaiki jalan warga yg rusak akibat mobilisasi mobil perusahaan dari kasus ini bahwa medco belum memiliki komitmen yang kuat terhadap pengelolaan lingkungan. Warga butuh jaminan bahwa hal tersebut tidak terulang lagi di tempat tempat yang lain.

sementara itu Pihak Humas Medco yang dikonfirmasi oleh media ini Jum’at (9/02/2018) melalui handphone selulernya A.Hamid mengatakan bahwa sudah diselesaikan semalam dengan warga masyarakat gampong Jambo lubok kecamatan Indra Makmu katanya , disinggung mengenai Aliran sungai apakah sudah normal seperti sedia kala? sudah sudah,maaf saya sedang buru buru soalnya ada rapat,’’tutupnya A.Hamid.

Kadis DLH Aceh Timur Drs. Fakrurrazi. M.M melalui Kabid Amdal Teuku Andre.S.I.P yang ditemui oleh media ini , mengatakan akan menindak lanjuti atas laporan dan keluhan masyarakat gampong jambo lubok sehingga kedepan masyarakat tidak merasa terganggu dengan aktivitas perusahaan , jadi tolong pihak Perusahaan hargailah warga dapat hidup dengan nyaman, perusahaanpun berjalan dengan aman pangkasnya.(HASBI ABUBAKAR)

Subscribe

MEDIA REALITAS