236219 KALI DIBACA

Kadisdik Aceh Diminta Copot Dua Kepala Sekolah SMKN Aceh Singkil

Kadisdik Aceh Diminta Copot Dua Kepala Sekolah SMKN Aceh Singkil
Ketua PGRI Aceh Singkil M Najur saksikan sampah bersekan didepan Sekolah SMKN Kuala Baru.

example banner

Aceh Singkil I Media Realitas – Kinerja kepala sekolah di SMK Negeri 1 Kelautan Kuala Baru dan Kepala SMKN 1 Gunung Meriah Kab. Aceh Singkil dinilai buruk.
Ketua PGRI Aceh Singkil Dan Ketua Kobar GB Aceh meminta Kadisdik Aceh segera mencopot Dua Kepala SMK Di Aceh Singkil.

Hal itu terbukti PGRI dan Kobar GB Aceh yang langsung turun ke lokasi saat meninjau sekolah-sekolah tersebut, (11-12-2017).

Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar GB) Aceh, Sayuti Aulia dikonfirmasi media ini Senin, (18-12-2017) membenarkan pihaknya telah turun menemui langsung guru-guru di Aceh Singkil. Katanya Kobar GB akan segera mengusulkan ke Dinas Pendidikan Aceh untuk penggantian dua kepala SMKN 1 di Kec. Gunung Meriah dan Kec. Kuala Baru Kab. Aceh Singkil.

Menurut Sayuti, dua kepala sekolah tersebut dinilai kurang serius dan kurang baik dalam membina guru dan murid-murid di sekolah tersebut. “Ada belasan guru yang melapor langsung ke saya, lantas saya menemui Kobar GB dan PGRI Aceh Singkil dan turun langsung ke Aceh Singkil menemui guru-guru di sana,” kata Sayuti melalui dari telpon genggam.

Lanjut Sayuti, alasan penggantian Kasek tersebut lantaran, Kasek SMKN 1 Gunung Meriah M Syaifullah telah 6 tahun menjabat dan sudah layak dilakukan penggantian pimpinan. Apalagi Kasek terkesan otoriter dan memasukkan sebagian guru maupun tenaga administrasi lainnya, yang diduga ada ikatan keluarga dengan nya.
Disamping itu banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing.

Dicontohkannya, seperti diantaranya, Munzir Kamala, guru produktif jurusan Teknik Gambar Bangunan (TGB) yang berstatus honorer malah mengajar pelajaran Penjaskes.
Kemudian Muhammad Yuni Limbong Guru PPKN mengajar Penjaskes, Razali, ST guru TGB mengajar dasar dasar Komputer serta Julisma Yanti Guru TGB mengajar Bahasa Indonesia dan IPA.

Para guru mengeluh, mereka merasa tidak nyaman dengan cara kepemimpinan kepala sekolah yang dianggap Otoriter dan mempekerjakan sejumlah anggota keluarganya baik sebagai TenagaPendidik maupun Tenaga Adminitrasi serta Petugas Perpustakaan.

Belum lagi kondisi sekolah yang sangat tidak terawat dan kotor. Sampah di mana-mana, bangku berserakan di depan kelas dan di dalam kelas, sebut Sayuti, yang sempat memuji kondisi SMKN 1 Simpang Kanan, selain kebersihan dan nyaman, termasuk kedisiplinan guru-guru di sana yang cukup baik.

Dikonfirmasi terpisah Ketua PGRI Aceh Singkil M Najur kepada Media Realitas menjelaskan, selain di SMKN 1 Gunung Meriah salah satu sekolah terfavorit dengan jumlah 500 siswa itu, persoalan yang sama juga terjadi di SMKN 1 Kuala Baru.

Disebutkannya Kasek SMKN 1 Kuala Baru sering melakukan tindakan indisipliner yang menyebabkan siswa terlantar. Sehingga dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kekerasan fisik maupun tindakan asusila lantaran kurangnya pengawasan di sekolah.


Najur memastikan, Tim PGRI telah langsung turun berkunjung ke sekolah tersebut, Senin, 11 Desember 2017 pukul 09:00. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran laporan masyarakat kepada PGRI.

Kondisi sekolah saat di kunjungi tidak seorang pun guru berada di sekolah, termasuk kepala sekolah. Sementara para peserta didik tetap hadir ke sekolah seperti biasa, tanpa pengawasan dari pihak Sekolah.

Lantas untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut Ketua PGRI Aceh Singkil mengumpulkan seluruh siswa di kelas.

Pengakuan siswa diantaranya, pasca berakhirnya ujian semester ganjil, Jum’at 08 desember 2017, pihak sekolah mengumumkan libur pada Sabtu dan kembali ke Sekolah hari Senin tanggal 11 Desember 2017.

Setelah ujian seluruh Guru pulang ke kampung masing-masing, kepala sekolah dan guru pun jarang masuk.
Kepala Sekolah juga melarang siswa/siswi pulang/ libur. Akan tetapi guru tidak ada yang datang ke sekolah.

Lanjut Najur, berdasarkan kalender pendidikan Aceh pembagian raport ditetapkan, Sabtu 16 desember 2017. Namun anehnya SMKN 1 Kuala Baru telah melaksanakan pembagian Rapot Kamis (14/12). “Sekolah belum saatnya libur kok sudah libur duluan,” ucap Najur.

Saat kunjungan tersebut, Puskesmas Kuala Baru juga melakukan penyuluhan IMS/HIV/AIDS dan Narkoba kepada siswa SMK Negeri 1 Kuala Baru. Namun kegiatan dilaksanakan tanpa pengawasan para guru-guru. “Sekolah pernah berprestasi pada masa kepimimpinan Pak Syam’un Nst, setelah Pak Syam’un di pindahkan Sekolah tidak disiplin lagi, sekolah berantakan sampah berserakan dimana-mana,” tandas Najur

Najur berharap Dinas Pendidikan Aceh agar memberikan teguran keras kepada seluruh Guru SMK Negeri 1 Kuala Baru serta SMKN 1 Gunung Meriah dan segera memberhentikan Kepala Sekolah tersebut dari jabatannnya karena telah mengabaikan tanggungjawabnya sebagai perpanjangan tangan Dinas Pendidikan Aceh. (R.tan).

Subscribe

MEDIA REALITAS