46819 KALI DIBACA

Aceh Berhasil Perangi Buta Aksara Secara Nasional

Aceh Berhasil Perangi Buta Aksara Secara Nasional

Aceh Timur | Realitas – Tingkat buta aksara terbanyak di Provinsi Aceh hingga tahun 2018 ini berkisar 1,75 persen dan itupun berada di wilayah pedesaan.

Namun demikian jika diukur secara nasional, Provinsi ini telah berhasil memerangi buta aksara.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, saat membaca sambutan tertulis Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, pada peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 53 tahun 2018, yang berlangsung di Lapangan Pusat Pemerintahan Pemkab Aceh Timur, Sabtu (15/12/2018).

Meski demikian, upaya kita menghapus buta aksara akan terus ditingkatkan agar dalam dua tahun ke depan agar Aceh bebas dari buta aksara.

Untuk itu, katanya lagi, perlu dukungan dari pihak dalam rangka memperkuat tekad melawan buta huruf di provinsi Aceh ini, sehingga upaya mencerdaskan rakyat dapat terwujud,” katanya.

“Dalam rangka memperkuat semangat melawan buta aksara itu, pada peringatan hari Buta Aksara Internasional tahun ini kita peringati dengan berbagai kegiatan ilmiah, termasuk pameran literasi.

Hal ini sejalan dengan tema hari Aksara Internasional yang kali ini mengusung topic, Literacy and skill Development atau Kecerdasan literasi dan Kemampuan untuk berkembang,” ujar Kadisdik Aceh mengutip pidato Plt Gubernur Aceh.

“Semoga saja rangkaian kegiatan ini mendorong kita semakin peduli terhadap pendidikan Aceh, sehingga keistimewaan Aceh dalam bidang pendidikan benar-benar dapat kita buktikan,” demikian sambungnya.

Sebelumya, Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H. M. Thaib, SH dalam Sambutan dan arahannya pada Peringatan Hari Aksara Internasional Ke 53 menyampaikan, berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta pusat data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud penduduk indonesia pada tahun 2017 telah berhasil Ber-aksarakan mencapai 97,93 (sembilan puluh tujuh koma sembilan puluh tiga) persen atau tingal sekitar 2,07 (dua koma nol tujuh) persen atau 3.387.035 (tiga juta tiga ratus delapan puluh tujuh ribu tiga puluh lima) persen.

Dengan demikian Indonesia telah membuktikan keberhasilan dengan mencapai prestasi melebihi target pendidikan untuk semua yang di deklarasikan di Dakar.

23 Provinsi sudah berada dibawah angka nasional masyarakat buta aksara.

Untuk mewujudkan komitmen pemerintah dan mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap penuntasan buta aksara,”kataanya.

Adapun Tema yang diangkat pada tahun ini adalah mengembangkan keterampilan literasi yang berbudaya.

Tema ini dipilih dengan tujuan untuk melihat jenis keterampilan keaksaraan yang dibutuhkan dalam menavigasi masyarakat dan mengeksplorasi kebijakan keaksaraan yang efektif,” demikian pungkas Bupati Aceh Timur.

Sementara itu, Saiful Bahri, S.pd, M.pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan Hari Aksara Internasional di Aceh Timur ini adalah undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Dasawarsa Keaksaraan PBB (United Nations Literacy Decade) 2003 serta surat keputusan gubernur Aceh nomor: 003.3/1196/2017 tentang penetapan tempat Pelaksanaan Hari Aksara Internasional di Aceh Timur yang ke 53.

Lebih lanjut dalam laporannya, Saiful Bahri menyampaiakan, adapun tujuan pelaksanaan kegiatan HAI ini bertujuan untuk memotivasi dan membangkitkan semangat belajar masyarakat, khususnya warga belajar keaksaraan Fungsional juga meningkatkan motivasi dan semangat para pemimpin di daerah dalam menyukseskan Gerakan Nasional Percepatan Pemebrantasan Buta Aksara (GNP-PBA),” katanya.

“Kegiatan Hari Aksara Internasional yang ke 53 tahun 2018 diikuti oleh 20 kontingen dari Kabupaten/Kota dengan jumlah peserta seluruhnya 2170 orang, dan para kontingen ditempatkan di hotel-hotel yang ada diwilayah Aceh Timur dan sebagiannya dirumah penduduk,” terang Saiful Bahri.

Katanya, pada kegiatan Hari Aksara Internasional ini di perlombakan lima cabang perlombaan yaitu, lomba Karya Nyata Pamong Belajar, Karya Ntaya Penilik, Karya Nyata Pengelola PKBM, Karya Nyata Tutor Pendidikan Keaksaraaan dan lomba stand pameran,” demikian ungkapnya.

Turut Hadir diantaranya, Bupati Sekabupaten/Kota dalam Provinsi Aceh, Kepala dinas Pendidikan Aceh dan SKPA, Kepala Kantor wikayah kementrian agama aceh, Para SKPK dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Se Aceh, Para Bunda Paud dan Tim Penggerak PKK Se Aceh. (Hasbi Abubakar)

Subscribe

MEDIA REALITAS