42219 KALI DIBACA

Petugas Gabungan Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu 10,39 Kg di Perbatasan RI-Malaysia

Petugas Gabungan Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu 10,39 Kg di Perbatasan RI-Malaysia

Jakarta I Media Realitas – Penyelundupan 10,39 kg sabu berhasil digagalkan tim gabungan BNN, Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas), dan Bea dan Cukai Kalimantan Barat. Barang haram diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia melalui perbatasan Entikong.

“Pelaku merupakan jaringan sindikat internasional. Bandarnya sendiri sedang ditahan di lapas dan ikut mengatur proses penyelundupannya dari dalam lapas,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (12/9).

Pemodal dan bandar dari jaringan sindikat narkotika internasional ini adalah I alias Dagot, seorang tahanan yang sedang mendekam di Lapas Kelas II A Pontianak, Kalimantan Barat. Ia ditangkap bersama dengan 4 orang lainnya, PH dan M yang berperan sebagai kurir, DZ yang bertugas menjaga gudang, dan F yang bertugas mengatur keuangan.

Laporan akan adanya penyelundupan narkotika jenis sabu kristal melalui jalur tikus di Entikong didapatkan berdasarkan laporan masyarakat. Rencananya, sabu seberat 10,39 kg akan dibawa oleh kurir yang akan menuju Kota Pontianak menggunakan sepeda motor.

Selain narkotika, petugas juga menyita uang sebesar Rp 1,65 miliar, 12 buku tabungan, 11 unit ponsel, 3 unit sepeda motor, sertifikat rumah, perhiasan dan kartu identitas pelaku.

Budi Waseso mengatakan, saat ini TNI sudah menjadi bagian dari BNN. TNI bersama dengan BNN, Bea Cukai, Kepolisian akan saling koordinasi untuk permasalahan narkotika, terutama di wilayah-wilayah perbatasan.

“Dengan koordinasi tim gabungan bersama TNI, penanganan narkotika akan lebih masif, intens, dan tegas lagi. Harus lebih kuat. Kekuatan ini untuk mengantisipasi serangan narkotika masuk ke Indonesia,” kata Buwas.

Sementara Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, penyelundupan melalui jalur darat terutama di perbatasan meningkat, terutama di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia.

“Tantangannya adalah pintu masuknya banyak, mulai dari jalur resmi hingga jalan tikus. Harus diperketat penjagaannya,” tambah Heru.

Masyarakat pun diharapkan dapat menginformasikan kepada TNI dan Pamtas apabila melihat atau mengetahui kegiatan jaringan narkotika di sekitarnya.

“Peran dari masyarakat untuk memberikan informasi sangat penting. Silakan apabila memiliki informasi, kabari tim kami,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto yang juga hadir dalam jumpa pers ini.

Para pelaku dikenakan pasal berlapis, pasal 114 ayat (2), pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Untuk mengatasi masalah peredaran narkotika, pihak BNN sudah bekerja sama dengan Kemenkumham untuk membangun lapas khusus bagi bandar narkoba. Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Kemenkumham dan Dirjen Lapas perihal Lapas tersebut.

“Sedang membangun sistem baru. Akan ada 3 lapas, khusus bagi bandar narkoba yang dapat hukuman mati dan tinggal eksekusi,” ujar Buwas.(red)

Subscribe

MEDIA REALITAS