46219 KALI DIBACA

Jelang Puasa Polisi Bongkar Penimbunan Sembako

Jelang Puasa Polisi Bongkar Penimbunan Sembako

Jakarta | Media Realitas – Berbekal informasi dari masyarakat, Jajaran Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan penimbunan sembako didaerah Kemayoran Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi adanya gudang yang diduga kuat untuk menimbun sembako.

:Satgas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, berhasil membongkar gudang yang terletak di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat telah dijadikan tempat penimbunan sembako.

Penggerebekan, dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, “ujar Kombes Argo.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat adanya kegiatan penimbunan bahan pokok di kemayoran, setelah kami selidiki ternyata betul, “sebut Kombes Argo Selasa 23 Mei 2017 di lokasi pengrebekan.

Lokasi penimbunan di Jalan Sumur Batu Raya, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pelaku menyalah gunakan jalur distribusi bahan Pokok tersebut salah satunya ada gula rafinasi, yang seharusnya untuk kebutuhan industri, tetapi dia jual kepada konsumen, “tambah Kombes Argo.

“Tidak hanya itu, diduga terdapat pengoplosan beras juga di lokasi itu, karena ditemukan sejumlah karung beras dan gula yang siap edar.

Barang bukti yang berhasil disita Polisi diantaranya 205 karung warna biru gula 50 kg rafinasi merek DSI, 19 ton gula  Kristal Putih  (GKP) ukuran 19.000 kg, 383 karung  berisi 50 Kg, terdiri dari 148 karung berisi 50 kg gula  kristal putih merek GMP, 235 karung gula keistal berisi 50 kg merek KTM.

“Modus pelaku sengaja  menyimpan kebutuhan pangan dari membeli Beras merek “SJ”  Karang Sinom kemasan 50 Kg berasal dari Indramayu,  kemudian beras itu diganti  kemasannya menjadi beras merek Bunga Ramos Setra dan  Pandan Wangi Cianjur dengan  kemasan 5 Kg  seolah-olah  beras  tersebut berasal dari daerah Cianjur, dimana secara kualitas  maupun harga penjualannya di atas dari beras merek “SJ”  Karang Sinom.

“Begitu juga dengan Gula Kristal Rafinasi merek “DSI” peruntukannya untuk industri, ada juga Gula Kristal Putih (GKP)  merek GMP dan KTM di simpan di gudang, kemudian pelaku mengedarkan kepada konsumen melalui pelanggannya tanpa dapat menunjukkan Sertifikat SNI yang sah dan surat perijinan lainnya, “tandas Kabid Humas Kombes Pol Argo.

Tersangka dikenakan Pasal 120  ayat  (1)  Jo  Pasal  53  ayat  (1)  huruf  b  UU  RI  No.  3 tahun  2014  tentang  Perindustrian dan  Pasal  106  Jo  Pasal  24  ayat  (1),  Pasal  107  Jo 29  ayat  (1)  dan  Pasal  113  Jo  pasal  57  ayat  (2)  UU  RI  No.7  tahun  2014  tentang Perdagangan  dan  Pasal  139  Jo  Pasal  84  ayat  (1)  UU  RI  No.18  tahun  2012  tentang Pangan;  dan  Pasal  62  ayat  (1)  jo  pasal  8  UU  RI  No.8  tahun  1999  tentang  Perlindungan Konsumen dan Pasal  120  ayat  (1)  Jo  Pasal  53  ayat  (1)  huruf  b  UU  RI  No.  3  tahun  2014  tentang Perindustrian  dipidana  dengan  pidana  penjara  paling  lama  5  (lima)  tahun  dan pidana  denda  paling  banyak Rp  3.000.000.000,00  (tiga  miliar  rupiah). Pasal  106  Jo  Pasal  24  ayat  (1),  UU  RI  No.7  tahun  2014  tentang  Perdagangan dipidana  dengan  pidana  penjara  paling  lama  4  (empat)  tahun  atau  pidana denda  paling  banyak  Rp10.000.000.000,00.(Kar)

Subscribe

MEDIA REALITAS