62419 KALI DIBACA

Masyarakat Demo SPBU Blang Panyang

Masyarakat Demo SPBU Blang Panyang

Lhokseumawe | Realitas – Puluhan mobil melakukan demo terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di ruas Jalan Banda Aceh-Medan di desa Blang Panyang Lhokseumawe karena menolak menjual BBM jenis Premium pada Jum’at malam (15/03/2019).

Rizal Saputra sebagai Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Lhokseumawe mendapat telpon masuk dari masyarakat langsung menuju ke lokasi SPBU Blang Panyang dan mendapati puluhan mobil serta sepeda motor melakukan aksi demo dengan mengantrikan kendaraan mereka di jalur Pompa Premium SPBU tersebut.

Informasi yang dihimpun berlokasi di SPBU tersebut menurut keterangan sejumlah warga mengatakan bahwa Premium sudah masuk pukul 16.00 WIB sejumlah 8 Ton, premium pun disalurkan selama kurang lebih setengah jam dikarenakan listrik mati sehingga Pompa SPBU pun tidak berfungsi, kemudian sekira pukul 17.00 pompa kembali dihidupkan dan kembali dihentikan pada pukul 18.00 dan masyarakat kembali menunggu selepas magrib, dan tidak ada lagi pelayanan penyaluran premium tersebut, yang pada akhirnya masyarakat melaporkan indikasi kesengajaan tidak menjual premium tersebut karena anggapan masyarakat tidak mungkin premium 8 Ton bisa habis dalam waktu satu setengah jam dan juga oleh salah seorang petugas SPBU mengatakan bahwa premium memang sudah habis.

Masyarakat telah melihat perilaku SPBU ini telah berulang semenjak 3 bulan terakhir sampai dengan sekarang, sehingga masyarakat menginformasikan hal tersebut kepada YARA Perwakilan Lhokseumawe, Iwan (25) warga Hagu Teungoh mengatakan sengaja datang ke SPBU dengan mengisi BBM jenis Premium agar usahanya berjualan keliling bisa meraup keuntungan sedikit lebih jika dibandingkan dengan mengisi BBM jenis lainnya, hal senada juga diungkap oleh Anwar (42) warga Paloh “premium ini kan untuk warga seperti kami, jualkanlah kepada kami, tidak apa-apa walaupun cuma 50% yang dijual kepada kami dan 50% dijual kepada pihak lain, tapi ini jangankan 50%, 20% saja kiranya belum kami masyarakat dapatkan premium itu dan sudah ditutup sekarang padahal masih ada premiumnya”.

Fitriani selaku pengawas SPBU yang dihubungi oleh Kepala Perwakilan YARA Lhokseumawe melalui sambungan telpon pada pukul 19.55 mempertanyakan permasalahan tersebut, namun telpon tersebut berulang kali tidak diangkat dan upaya telpon ini dilakukan sampai pada pukul 20.25 wib.

Sambungan telpon masuk pada pukul 20.37 wib dan Fitriani mengatakan sedang berada di luar dan tidak mengetahui hal tersebut, kemudian pada pukul 21.10 Pompa Premium hidup dan premium tersalurkan ke masyarakat.

Berdasarkan wawancara dengan Fitriani setelah tiba di SPBU mengatakan tidak mengetahui kejadian ini, dikarenakan masih ada pengawas SPBU satunya lagi Abdul Rani, namun ketika dipertanyakan kenapa tadinya dikatakan premium habis namun pada pukul 21.10 wib pompa premium kembali hidup dan kembali disalurkan tetap dengan alasan tidak mengetahui akan hal tersebut yang tahu semua adalah petugas dilapangan tambahnya.
Atas hal tersebut, YARA meminta kepada Pertamina, Pemkot Lhokseumawe, dan pihak kepolisian untuk lebih pro aktif dalam mengawas SPBU yang ada di Lhokseumawe.

Menurut Rizal, ketersediaan BBM premium dan solar subsidi pemerintah sebetulnya sudah diatur oleh pemerintah, sehingga hal ini lebih mudah dilakukan pengawasan.

“Kita berharap pihak terkait dapat membenahi persoalan ini” ucap Rizal.

“Kami minta pemerintah daerah, aparat kepolisian ini kompak menjaga.

Sehingga BBM Premium serta solar yang bersubsidi betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh pihak-pihak yang berhak,” tambahnya.

YARA juga meminta masyarakat jika melihat adanya pelanggaran di SPBU, agar melaporkan kepada pihak terkait, sehingga pelakunya bisa diambil tindakan. (H A Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS