51019 KALI DIBACA

22 Dinas Instansi di Aceh Selatan Sudah Terlaksana Test Narkoba

22 Dinas Instansi di Aceh Selatan Sudah Terlaksana Test Narkoba
Kepala BNNK Aceh Selatan Nuzulian S.Sos didampingi para Kasienya saat memberi keterangan pers di Kantor BNNK Aceh Selatan, di Tapaktuan.MEDIA REALITAS/ZUL,MAS

example banner

Tapaktuan, Aceh | Media Realitas:Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan telah melaksanakan 22 kegiatan tes urine bagi PNS dan tenaga honor di instansi pemerintah maupun pegawai non pemerintah di daerah itu.

Hal itu dikemukakan kepala BNNK Aceh Selatan Nuzulian,S.Sos yang didampingi Kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Sasmita Anggreini dan sejumlah Kasie lainnya dalam pres konfrens di Kantor BNNK Aceh Selatan di Tapaktuan, Sabtu (9/12/2017).

“Test Urine tersebut dilaksanakan dalam rangka menciptakan ruang lingkup Pemerintah Kabupaten non pemerintah di Aceh Selatan bersih dari penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Menurutnya test itu akan dilaksanakan diseluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) jajaran Setdakab Aceh Selatan secara bertahap dan sejalan dengan surat edaran Bupati Aceh Selatan.

Lebih lanjut diterangkannya alat test urine disediakan oleh SKPK bersangkutan sedangkan pemeriksanya oleh tenaga dari BNNK dan seluruh hasil test dilaporkan kepada kepala SKPK yang bersangkutan.

“sejauh ini pegawai disetiap instansi yang telah dilakukan test urine sangat kooperatif dalam hal ini, yang tidak hadir pada hari pemeriksaan dikarenakan satu dan lain hal berhadir di kantor BNNK untuk pemeriksaan,” jelasnya.

Terkait dengan pegawai di sekretariat DPRK menurutnya juga telah dilakukan test urine namun anggota DPRK yang belum, bila ada permintaan dari anggota DPRK juga akan kami lakukan, sebab, kegiatan pemerikasaan ini berdasarkan permohonan dari instansi terkait dan kesiapannya. Kata Yen sering disapa kesipan dimaksud adalah ketersediaan alat periksa.

Pengakuan Nuzulian dari 22 instansi terperiksa sangat kecil sekali yang terindikasi sebagai pengguna obat terlarang tersebut, dari bagian kecil itu itupun dirawat jalan bukan katagori berat yang harus di rujuk ke pusat rehabilitasi di Sumut.

Sasmita menambahkan jika orang tersebut terindikasi karena factor pasca pengobatan maka diwajibkan untuk membawa obat-obatan yang dikonsumsinya.

Lebih lanjut Sasmita menerangkan dari 22 instansi yang telah dilakukan test urine delapan diantaranya menggunakan anggaran kegiatan yang ditanggung dalam DIPA BNNK Aceh Selatan selebihnya oleh lembaga tersebut. “ yang ditanggung dalam DIPA adalah kegiatannya, sedang alat tes urine tetap SKPK bersangkutan,” pungkas sasmita.(ZULMAS)

Subscribe

MEDIA REALITAS