25919 KALI DIBACA

Adriansyah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penggelapan Satu Unit Mobil Jenis Toyota Inova

Adriansyah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penggelapan Satu Unit Mobil Jenis Toyota Inova
example banner

Blangpidie,I Realitas – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menetapkan Andriansyah (32)sebagai tersangka kasus  Penggelapan satu unit mobil jenis Toyota Inova, warga Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang bekerja sebagai PNS sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran dilaporkan telah menggelapkan mobil jenis Toyota Inova dengan nomor polisi BL 745 JS sejak Rabu, (24/4/2019) lalu.

Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi SH, Jumat, (9/8/2019) membenarkan kalau oknum PNS yang bekerja di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III Blangpidie telah ditetapkan sebagai DPO sejak tanggal 6 Agustus 2019 lalu. Yang bersangkutan dilapor telah membawa kabur satu unit mobil Inova milik Yurdani Yunus warga Desa Duren Rampak, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya. Yurdani melaporkan pelaku (Andriansyah) ke Mapolres Abdya dengan nomor LP-B/23/IV/RES.1.11/2019/SPKT tanggal 24 April 2019.

Laporan tersebut dilayangkan korban (Yurdani) setelah enam hari mobil miliknya tidak kembali. Padahal mobil tersebut dirental (sewa) oleh pelaku selama lima hari sejak Kamis, (18/4/2019). “Karena mobil itu tidak kembali sesuai dengan rentan waktu yang dijanjikan, maka korban membuat laporan kepada kita. Ditambah lagi, nomor HP pelaku juga tidak bisa dihubungi,” kata Iptu Zulfitriadi. Berdasarkan laporan itu, Sat Reskrim terus melakukan penjajakan ke arah tujuan pelaku membawa mobil itu.

Pihaknya mencurigai, mobil itu berada di wilayah Sumatra Utara. “Ini masih dugaan kita, karena menurut keterangan korban, pelaku membawa mobil itu ke arah Sumatra Utara,” terang Kasat Reskrim. Zulfitriadi menjelaskan, sebelumnya pelaku memang pernah satu kali merental mobil milik korban. Namun mobil kembali ke tangannya lagi setelah beberapa hari di sewa. Kali ini justru berbeda dari sebelumnya, ternyata mobil tidak kembali lagi setelah dirental. Saat ini, pelaku ditetapkan sebagai DPO.

Setelah tiga kali Sat Reskrim melayangkan surat panggilan, namun tidak diindahkan oleh pelaku. “Kita sudah meminta keterangan dari beberapa saksi yang menyatakan bahwa pelaku memang benar telah membawa kabur mobil tersebut,” ungkap Zulfitriadi. Berdasarkan surat nomor DPO/03/VIII/2019/Reskrim menyatakan bahwa Andriansyah bekerja sebagai PNS dengan alamat Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie dengan ciri-ciri khusus, badan tegap, rambut lurus hitam pendek, tinggi lebih kurang 170 cm, berat kurang lebih 75 Kg, kulit sao matang dan muka oval. “Atas berbuatanya itu, pelaku diancam dengan pasal 372 KUHPidana tentang tindak pidana penggelapan dengan ancaman kurungan paling lama empat tahun,” demikian tandas Zulfitriadi. (Syahrizal/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS