9219 KALI DIBACA

Putuskan Gabung Koalisi Jokowi, Demokrat Diminta Tak Main Dua Kaki

Putuskan Gabung Koalisi Jokowi, Demokrat Diminta Tak Main Dua Kaki
example banner

Jakarta I Realitas – Keputusan Partai Demokrat bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin mengatur langkah tepat. Namun, kepemimpinan partai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memenangkan tidak utama politik dua kaki.

“Semakin banyak partai yang bergabung dengan koalisi pemerintah, saya kira semakin baik kita tidak perlu kita habiskan waktu kita untuk berdialektika, berdiskusi, berdebat di ruang publik,” kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, Emrus Sihombing, Senin (12) / 8/2019).

Kendati dilihat dengan baik, Emrus ingat, Kompilasi Demokrat sudah menyetujui bergabung dengan koalisi pemerintahan, mereka harus memiliki sikap konsisten. Jangan sampai setelah bergabung, namun di tengah jalan masih melawan pemerintah dengan alasan kritik membangun.

“Itu kan namanya utama dua kaki. Kalaupun kompilasi nanti berkoalisi ada yang kurang maka harus disampaikan di rapat kabinet, tidak harus disampaikan di ruang publik dengan alasan kami harus memberikan pengawasan ke pemerintahan melalui legislatif. Itu tadi soal politik dua kaki,” kata dia.

Partai Demokrat akhirnya memutuskan masuk dalam Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Menurut Ketua Divisi Komunikasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen, keputusan tersebut diambil setelah berkabung 40 hari meninggalnya Ani Yudhoyono.

“Jadi, jika diminta ke arah mana arah politik Demokrat, ya, pertahankan pemerintahan Jokowi. Namun, tanggapan kita ini dikembalikan pada Pak Jokowi karena Pak Jokowi pemegang haknya, pimpinan lah yang diamanatkan oleh konstitusi sebagai pemegang hak prerogatif,” ujar Ferdinand, di Jakarta, Senin (12) / 8/2019).

Emrus setuju, jika Demokrat masuk koalisi, dia mesti disetujui mendukung pemerintah. Jika tidak mau, mulailah dari sekarang berpikir untuk menentukan sikap.

“Hidup itu kan soal pilihan. Jadi kalau sudah dipilih, jangan lagi ada alasan. Jadi sebelum dipilih haruslah selektif, secara rasional. Kalau mau dia kritik ya di perpindahan saja,” kata dia.(IN/Red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS