16419 KALI DIBACA

Jelang Kick Off Liga 3 Aceh 2019, Pelatih Persitas Takengon Kecewa

Jelang Kick Off Liga 3 Aceh 2019, Pelatih Persitas Takengon Kecewa
example banner

Langsa I Realitas – Menjelang digulirnya kompetisi Liga 3 Aceh Tahun 2019, tidak semulus yang dibayangkan oleh masing-masing klub, baik atlet maupun pelatih peserta kompetisi, hal ini terjadi pada grup C yang dilaksanakan di Gayo Lues.

Pelatih berlesensi C AFC asal kota langsa, Muhammad Azhar, kepada Penanegeri.com, Kamis (1/8) mengungkapkan kekecewaan dirinya dengan manajemen klub Persitas Takengon, setelah diminta menjadi pelatih kepala oleh manajemen Persitas Takengon, sampai saat ini belum ada kejelasan tentang keberlanjutan dalam memandu tim pada pertandingan yang telah dijadwalkan.

Bahkan saat ini seluruh pemain sudah dilakukan screening test oleh tim screening dan juga malam ini telah dilaksanakan technical metting yang dipusatkan di Operum Kantor Bupati Gayo Lues, akan tetapi manajemen klub Persitas sampai sekarang belum memberi kepastian terhadap peran beliau sebagai pelatih kepala, papar Azhar di Langsa.

Atas kondisi tersebut, dirinya menyampaikan secara resmi kepada publik untuk diketahui bahwa Azhar menarik diri sebagai Pelatih Kepala Klub Persitas Takengon. Hal ini disampaikan oleh Azhar guna menjaga kredibilitas dan menjaga reputasinya sebagai pelatih.

Padahal semua dokumen yang menyangkut kebutuhan administrasi yang akan di upload kedalam sistem online www.aaps.pssi.org telah di daftarkan oleh admin klub Persitas.

“Saya pribadi sangat dirugikan dengan sikap manajemen tim Persitas yang membuat saya terkatung-katung, janganlah memanfaatkan lisensi C AFC saya sebagai syarat untuk tim tersebut bisa mendaftar sebagai peserta Liga 3 Aceh Tahun 2019,” tegasnya.

Lanjutnya, dirinya meminta kepada managemen Persitas Takengon untuk tidak menggunakan namanya dalam administrasi Persitas Takengon, dan pernyataan ini juga saya jelaskan ke publik bahwa saya tidak terlibat sama sekali dalam official klub Persitas Takengon dan apapun hasil pertandingan yang diperoleh oleh Tim Persitas tidak ada sangkut paut dengan saya.

“Harapan saya kepada manajemen Persitas Takengon supaya kedepan bisa menghargai orang dan jangan seenak-enaknya  memanfaatkan kemampuan orang lain sebagai formalitas,” tutup Azhar.(PNG/Red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS