14019 KALI DIBACA

Satu ABK Ditangkap Di Tanjung Balai, Seludupkan 9,6 Kg Sabu Dan 9.820 Butir Ekstasi Dari Malaysia

Satu ABK Ditangkap Di Tanjung Balai, Seludupkan 9,6 Kg Sabu Dan 9.820 Butir Ekstasi Dari Malaysia
example banner

TANJUNGBALAI I Realitas – Satuan Polisi Air Polres Tanjungbalai berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika asal Malaysia yang dipasok melalui teknik over ship diperairan Sambas, perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai menjelaskan berdasarkan informasi awal akan ada kapal asal Indonesia yang mengangkut narkotika dari Malaysia.

Petugas yang tengah patroli rutin kemudian melakukan pengecekan secara acak terhadap sejumlah kapal yang melintas.

Tiba-tiba petugas melihat sebuah kapal motor kayu yang merupakan kapal penangkap cumi tanpa dilengkapi lampu penerangan.

Curiga, petugas pun kemudian membuntuti hingga kapal tersebut bersandar di kawasan Sei Apung, Tanjungbalai pada Sabtu (13/7/2019).

“Saat dicek ke atas kapal, masih terdapat empat orang sedang ngopi. Tahu ada petugas, tiga orang lainnya pun meloncat dan melarikan diri,” kata Irfan di kantor Satpol Air Polres Tanjungbalai, Senin (15/7/2019).

Saat petugas melakukan penggeledahan, ditemukan satu buah fiber ikan yang di dalamnya terdapat bungkusan goni.

Begitu dibuka, ternyata terdapat sejumlah bungkusan berisi narkotika yang totalnya mencapai 9,6 kilogram sabusabu dan juga 9.820 butir pil ekstasi.

Satu anak buah kapal, bernama Sofyan Hadi (45) warga Teluk Nibung yang berada di atas kapal tersebut berhasil diamankan.

“Sabtu (13/7/2019) sekitar jam 12.40 WIB, petugas Sat Pol Air berhasil menemukan 9,6 kilogram sabusabu dan 9.820 butir pil ekstasi dari kapal tersebut,” ungkapnya.

Dari keterangan tersangka Sofyan, dijelaskan bahwa ia bersama tiga tersangka lainnya bernisial D, F dan U berangkat pada Jumat (12/7/2019) sekitar pukul 05.00 WIB menuju perairan Malaysia untuk menjemput pesanan narkotika.

Kapal yang dinakhodai tersangka D, kemudian menunggu kedatangan kapal Malaysia diperairan Sambas. Sekitar pukul 21.00 WIB di hari yang sama, terjadi pemindahan narkotika.

“Setelah dihitung dan sesuai pesanan, sabusabu dan ribuan pil ekstasi itu kemudian dimasukkan ke dalam goni dan disimpan dalam fiber ikan. Keterangan Sofyan, proses over ship itu melibatkan warga Malaysia berisial G,” jelasnya.

Setelah itu, kapal yang dinakhodai tersangka berinisial D kembali ke Tanjungbalai hingga akhirnya tertangkap. D diketahui merupakan koordinator dalam kegiatan penyelundupan tersebut.

“Identitas DPO sudah kami ketahui. Saat lakukan pengembangan ke rumah D, kami tidak menemukan tersangka, bahkan anak dan istrinya diduga telah dibawa kabur oleh tersangka,” ucap Irfan.

Dalam kasus ini, Irfan menegaskan tersangka Sofyan Hadi bakal dijerat dengan Pasal 114 jo Pasal 132 ayat (1) tentang Narkotika.

“Dari pasal yang kami jerat, ancaman hukumannya maksimal hukuman mati,” pungkasnya.(Tribun/Nrl)

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS