21619 KALI DIBACA

Pembunuhan Bocah 9 Tahun Ditemukan Di Bak Mandi

Pembunuhan Bocah 9 Tahun Ditemukan Di Bak Mandi
example banner

MEDAN I Realitas – Pelaku pembunuhan FA, bocah 9 tahun yang ditemukan tewas di dalam bak mandi terungkap.

Sesuai dengan dugaan kepolisian, pelaku adalah H, tukang bubur yang tinggal di Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

pelaku menyerahkan diri setelah kabur ke kampung halaman.

Ia kembali ke tempat tinggalnya di Desa Gendoang, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.

Dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi, pelaku akhirnya menyerahkan diri karena takut terus merasa dihantui.

“H menyerahkan diri ke Polsek Moga sore tadi, ia mengaku selalu dihantui, dan setelah menceritakan perbuatannya ke keluarganya ia pergi ke Polsek setempat,” papar AKP Suhadi, Rabu (3/7/2019).

Sebelum pulang ke kampung halaman, H sempat bergi ke Surabaya sampai Cirebon, tak lama setelah meninggalkan rumah kontrakannya.

“Setelah ke Surabaya, ia ke Semarang selama satu hari, untuk kemudian ke Cirebon selama satu hari.”

“Karena kebingungan akhirnya H pulang ke kampungnya,” ujar AKP Suhadi.

Meski begitu, Ibu Ai menganggap itu hanya candaan anak-anak.

“Dia ngebrak-ngebrak barang dagangan si H, FA minta uang, namanya juga anak-anak,” kata Ai dikutip dari  Wartawan Rabu (3/7/2019).
Keakraban antara korban dan pelaku juga terjadi lantaran rumah kontrakan yang ditinggali pelaku juga ditinggali oleh korban.

Hanya saja, pelaku tinggal di lantai 1 sementara korban dan sang kakek tinggal di lantai 2.

Beberapa kali, Ibu Ai juga mengaku melihat korban diminta membelikan nasi untuk pelaku.

Bahkan pelaku juga memberikan imbalan setelah korban mau diminta membeli nasi.

Beberapa waktu lalu, korban FA juga diketahui sempat iseng menggedor-gedor pintu kontrakan pelaku.

“Itu sampai digedor-gedor pintunya, itu dilihat sama penghuni kontrakan yang lain, karena di kontrakan itu juga ada yang ngontrak yang lain dua orang,” katanya.

 

Kronologi Penemuan Mayat

sebelum ditemukan tewas, korban sempat dinyatakan hilang selama 3 hari seusai pergi bermain, Sabtu (29/6/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Sampai akhirnya, pencarian keluarga korban berujung pada rumah kontrakan pelaku, setelah mencium bau tak sedap, Selasa (2/7/2019).

Korban pertama kali ditemukan oleh Didin, sang kakek yang telah mencarinya sejak tiga hari lalu.

Didin awalnya mengaku mencium bau tak sedap di dalam rumah kontrakan di samping rumahnya.

Rumah kontrakan tersebut milik pria berinisial H.

Namun H diketahui tidak sedang berada di rumah saat Didin ingin mengecek sumber bau tersebut.

Sampai akhirnya, Didin mendobrak pintu kontrakan dan masuk ke dalam rumah itu.

Ia kaget lantaran di rumah tersebut, ia melihat jasad sang cucu yang selama ini dicarinya.

asad cucunya itu ada di dalam bak kamar mandi dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban FA sudah dalam kondisi meninggal dunia saat ditemukan,” kata Kapolsek Megamendung, AKP Asep Darajat, Selasa (2/7/2019) malam.

Saat ditemukan, korban dalam keadaan dibalut kain, sarung dan juga ditutupi ember.

“Posisi waktu ditemukan itu di dalam bak, ditutupi kain, sarung, ditutupi ember. Dia masih pakai baju,” kata Asep.(Tribun/Nrl)

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS