24619 KALI DIBACA

Tidak Miliki Alat Penunjang, 5 SMA/MA Di Abdya Terpaksa Numpang Ikut UNBK

Tidak Miliki Alat Penunjang, 5 SMA/MA Di Abdya Terpaksa Numpang Ikut UNBK
Foto: Realitas/Syahrizal Pelaksana pada cabang Dinas Pendidikan wilayah Abdya Dinas Pendidikan Aceh, Edi Safawi, S.Hum bersama dengan DR. Amiruddin dari LPMP Aceh saat memantau pelaksanaan UNBK di Abdya, Senin (1/4/2019).
example banner

Blangpidie | Realitas – Sedikitnya 5 (lima) sekolah tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) harus menumpang ke sekolah lain yang sederajat lantaran tidak memiliki alat penunjang untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mulai Senin (1/4/2019) hingga empat hari berikutnya.

Pelaksana pada cabang Dinas Pendidikan wilayah Abdya Dinas Pendidikan Aceh, Edi Safawi, S.Hum membenarkan bahwa ada lima SMA/MA di Abdya yang harus menumpang ke sekolah lain untuk mengikuti UNBK karena tidak memiliki alat penunjang UNBK.

Namun hal itu tidak menghambat para siswa dalam mengikuti UNBK.

Katanya, pelaksanaan UNBK tingkat SMA/MA dihari pertama berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Bahkan kehadiran siswa saat ujian berlangsung sangat memuaskan.

Dimana peserta telah hadir lebih awal dari jadwal masuk yang ditentukan.

Dari 1.815 peserta UNBK itu, 786 merupakan peserta laki-laki dan 1.029 peserta perempuan.

Mereka berasal dari 19 SMA dan MA di Abdya yang sejak awal telah mempersiapkan diri untuk menghadapi UNBK dengan harapan mencapai nilai serta tingkat kelulusan terbaik.

Dari 19 sekolah itu tidak sepenuhnya dilaksanakan secara mandiri, sebab masih ada beberapa sekolah yang belum memiliki kelengkapan alat penunjang pelaksanaan UNBK.

Sebanyak 14 sekolah melaksanakan UNBK secara mandiri, sedangkan lima sekolah lainnya seperti MAS Manggeng, MAS Kuala Batee, MAS Tangan-Tangan, SMA Jabalnurjadid dan SMA Babul Istiqamah harus mengikuti ujian di sekolah yang memiliki kelengkapan alat penunjang.

“Terkait hal itu, kami telah menentukan lokasi sekolah yang mudah dijangkau oleh peserta didik, sehingga para siswa dapat hadir tepat waktu guna mengikuti ujian,” ungkapnya.

Untuk mengetahui proses dilapangan, Edi Safrawi turun langsung ke sejumlah sekolah untuk melihat jalannya ujian, bahkan DR. Amiruddin dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh, perwakilan dari Dinas Pendidikan Aceh juga ikut hadir dan memantau pelaksanaan UNBK.

Sebelumnya ujian dilaksanakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN dan Telkom agar selama ujian berlangsung diupayakan tidak terjadi pemadaman, begitu juga dengan kelancaran jaringan, sehingga para siswa tidak lagi merasa khawatir akan terjadi gangguan.

Pekan lalu, siswa SMK di Abdya dengan jumlah 334 peserta terdiri dari 215 peserta laki-laki dan 119 peserta perempuan juga telah usai mengikuti ujian, bahkan ujian yang mereka ikuti berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan. (Syahrizal/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS